MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 05 November 2018 07:55
KPK Telusuri Perantara Suap

Taufik Mundur dari Timses Prabowo-Sandi

Taufik Kurniawan

PROKAL.CO, JAKARTA   –  Kasus hukum yang membelit Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan bukan hanya berimbas pada jabatannya di parlemen dan partai. Kader PAN itu kini juga harus mundur dari posisi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

 Inisiatif mundur dari struktur tim sukses (timses) itu disampaikan Taufik secara lisan kepada kolega-koleganya sesama pengurus PAN. ”Taufik sudah menyampaikan (mundur dari BPN, Red) secara lisan dan kami menerima,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno di Jakarta kemarin (4/11).

 Menurut Eddy, pernyataan mundur itu disampaikan setelah Taufik ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kebumen 2016. Taufik ditetapkan sebagai tersangka melalui surat perintah penyidikan (sprindik) yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 25 Oktober lalu.

 Jumat lalu (2/11), KPK menahan Taufik selama 20 hari pertama. Taufik diduga kuat menerima suap Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen (nonaktif) M. Yahya Fuad terkait pengurusan DAK fisik 2016.

 PAN meminta Taufik fokus dalam kasus hukum yang dialami. ”Kami memaklumi, sehingga beliau sudah mundur dari BPN Prabowo-Sandi,” kata Eddy. Terkait pengganti Taufik sebagai pimpinan DPR, spekulasi yang berkembang bahwa PAN mempertimbangkan dua nama, yakni Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais. Eddy menepis hal itu dengan menyebut sampai saat ini masih dilakukan pembahasan. Namun, dia menyebut kriteria yang harus dipenuhi calon pengganti Taufik.

 ”Tentu yang punya senioritas, punya rekam jejak, yang sudah diketahui baik di lembaga legislatif, jam terbang tinggi, dan komitmen pada partai dan koalisi," ujarnya.

 Sementara itu, KPK menyatakan tidak berhenti pada penetapan Taufik sebagai tersangka. Sebab, berdasar fakta-fakta yang diperoleh dalam persidangan,  Yahya Fuad menyebut keterlibatan pihak lain. Antara lain, orang-orang dekat Taufik yang berperan sebagai perantara. Ada pula peran kementerian teknis yang berwenang memproritaskan DAK Kebumen.

 KPK juga akan meminta keterangan sejumlah anggota DPR yang dianggap terkait dengan kasus tersebut. Hal itu merujuk pada fakta persidangan yang menyebut bahwa Yahya tidak hanya meminta bantuan Taufik terkait alokasi DAK tersebut. Nama-nama anggota DPR muncul dalam tuntutan Yahya.

 Mereka, antara lain, Bambang Soesatyo yang kini menjabat sebagai Ketua DPR. Ada pula nama Utut Adianto yang kini menjabat Wakil Ketua DPR. Yahya Fuad juga pernah mengaku meminta bantuan kepada Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy. Namun, di antara nama-nama politisi top itu, tidak satu pun yang bisa memberikan bantuan.

 Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesua (Formappi) Lucius Karus mengakui, pengaruh DPR memang terkadang “tidak gratis”. Ruang parlemen yang bisa mengiming-imingi daerah untuk mendapat kucuran DAK menjadi salah satu celah terjadinya transaksi yang mengarah pada praktik suap. ”Ruang untuk bermain sudah mulai dari proses awal,” ujarnya.

 Di sisi lain, KPK belum bisa menyebutkan siapa saja saksi-saksi yang akan diperiksa terkait dengan kasus Taufik. Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi menyatakan, pemeriksaan saksi dilakukan seiring dengan kebutuhan penyidikan. ”Nanti akan kami sampaikan agenda pemeriksaan saksi,” kata Febri kemarin. (bay/tyo/oni/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 April 2019 11:56

Uang Raib Capai Rp 64 Juta

TARAKAN-Kasus dugaan skimming, dengan korban sejumlah nasabah Bank Central Asia…

Jumat, 12 April 2019 11:21

Ipong Tunggu Tuntutan Jaksa

BALIKPAPAN-Terdakwa Hasto Purnomo alias Ipong (50), pelaku pembakaran rumah di…

Jumat, 12 April 2019 11:20

Perampok Sadis Segera Diadili

BALIKPAPAN-Berkas tersangka Fahri Ibnu Irawan (35) warga Jalan Gunung 4,…

Rabu, 10 April 2019 11:17

Riki Jadi Pengedar Narkoba Tanpa Modal

PENAJAM- Riki Riyanto (23), pengedar narkoba di wilayah Kecamatan Waru…

Selasa, 09 April 2019 11:38

Polisi Limpahkan Berkas Tersangka ke Kejaksaan

BALIKPAPAN- Setelah sekian lama ditangani oleh penyidik kepolisian dari Satreskrim…

Selasa, 09 April 2019 11:37

Dua Pengedar Narkoba Dibekuk di Waru

PENAJAM- Satreskoba Polres Penajam Paser Utara (PPU) meringkus dua pengedar…

Selasa, 09 April 2019 11:36

Curi HP di Tempat Kerja, Yu Diringkus

TANA PASER– Seorang warga Jalan Padat Karya Desa Batu Kajang…

Selasa, 09 April 2019 11:35

Kasus Hoax Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos Disidangkan

BALIKPAPAN-Setelah sekian lama bergulir di Polda Kalimantan Timur dan kemudian…

Senin, 08 April 2019 11:06

Pastikan Tak Ada Tebang Pilih, THM dan Distributor Miras Dirazia

BALIKPAPAN-Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Mahakam 2019 terus digencarkan, dengan sasaran…

Senin, 08 April 2019 11:04

Patroli URC Dinilai Efektik

BALIKPAPAN - Patroli yang dilakukan dari Tim Unit Reaksi Cepat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*