MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 05 November 2018 07:55
KPK Telusuri Perantara Suap

Taufik Mundur dari Timses Prabowo-Sandi

Taufik Kurniawan

PROKAL.CO, JAKARTA   –  Kasus hukum yang membelit Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan bukan hanya berimbas pada jabatannya di parlemen dan partai. Kader PAN itu kini juga harus mundur dari posisi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

 Inisiatif mundur dari struktur tim sukses (timses) itu disampaikan Taufik secara lisan kepada kolega-koleganya sesama pengurus PAN. ”Taufik sudah menyampaikan (mundur dari BPN, Red) secara lisan dan kami menerima,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno di Jakarta kemarin (4/11).

 Menurut Eddy, pernyataan mundur itu disampaikan setelah Taufik ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kebumen 2016. Taufik ditetapkan sebagai tersangka melalui surat perintah penyidikan (sprindik) yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 25 Oktober lalu.

 Jumat lalu (2/11), KPK menahan Taufik selama 20 hari pertama. Taufik diduga kuat menerima suap Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen (nonaktif) M. Yahya Fuad terkait pengurusan DAK fisik 2016.

 PAN meminta Taufik fokus dalam kasus hukum yang dialami. ”Kami memaklumi, sehingga beliau sudah mundur dari BPN Prabowo-Sandi,” kata Eddy. Terkait pengganti Taufik sebagai pimpinan DPR, spekulasi yang berkembang bahwa PAN mempertimbangkan dua nama, yakni Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais. Eddy menepis hal itu dengan menyebut sampai saat ini masih dilakukan pembahasan. Namun, dia menyebut kriteria yang harus dipenuhi calon pengganti Taufik.

 ”Tentu yang punya senioritas, punya rekam jejak, yang sudah diketahui baik di lembaga legislatif, jam terbang tinggi, dan komitmen pada partai dan koalisi," ujarnya.

 Sementara itu, KPK menyatakan tidak berhenti pada penetapan Taufik sebagai tersangka. Sebab, berdasar fakta-fakta yang diperoleh dalam persidangan,  Yahya Fuad menyebut keterlibatan pihak lain. Antara lain, orang-orang dekat Taufik yang berperan sebagai perantara. Ada pula peran kementerian teknis yang berwenang memproritaskan DAK Kebumen.

 KPK juga akan meminta keterangan sejumlah anggota DPR yang dianggap terkait dengan kasus tersebut. Hal itu merujuk pada fakta persidangan yang menyebut bahwa Yahya tidak hanya meminta bantuan Taufik terkait alokasi DAK tersebut. Nama-nama anggota DPR muncul dalam tuntutan Yahya.

 Mereka, antara lain, Bambang Soesatyo yang kini menjabat sebagai Ketua DPR. Ada pula nama Utut Adianto yang kini menjabat Wakil Ketua DPR. Yahya Fuad juga pernah mengaku meminta bantuan kepada Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy. Namun, di antara nama-nama politisi top itu, tidak satu pun yang bisa memberikan bantuan.

 Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesua (Formappi) Lucius Karus mengakui, pengaruh DPR memang terkadang “tidak gratis”. Ruang parlemen yang bisa mengiming-imingi daerah untuk mendapat kucuran DAK menjadi salah satu celah terjadinya transaksi yang mengarah pada praktik suap. ”Ruang untuk bermain sudah mulai dari proses awal,” ujarnya.

 Di sisi lain, KPK belum bisa menyebutkan siapa saja saksi-saksi yang akan diperiksa terkait dengan kasus Taufik. Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi menyatakan, pemeriksaan saksi dilakukan seiring dengan kebutuhan penyidikan. ”Nanti akan kami sampaikan agenda pemeriksaan saksi,” kata Febri kemarin. (bay/tyo/oni/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 07:38

Satu Jam, 30 Pengendara Kena Razia

BALIKPAPAN  –  Masih banyak pengendara roda dua yang lalai aturan.…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:37

Gasak Motor di Masjid, Pencuri dan Penadah Dibekuk

SAMARINDA  - Setelah berhasil mencuri 3 unit motor di waktu…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:36

Polisi Limpahkan Berkas Udin ke Kejaksaan

BALIKPAPAN -  Penyidik kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:36

Pengusaha Alat Berat Merasa Jadi Korban Permainan

BALIKPAPAN  -   Majelis Hakim PN Balikpapan yang diketuai Rayes…

Jumat, 18 Januari 2019 08:17

Lagi Patroli, Tangkap Sejoli Nyabu

BALIKPAPAN   -  Peningkatan patroli malam yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas…

Jumat, 18 Januari 2019 08:15

Warga Kukar Diringkus di Samarinda

SAMARINDA   -  Nasib apes mendera RS (23) dan MJ…

Jumat, 18 Januari 2019 08:13

Sidang La Yappe Kembali Ditunda

BALIKPAPAN  -  Sidang lanjutan dengan terdakwa La Yappe (65), pelaku…

Kamis, 17 Januari 2019 08:07

Servis HP Buruk, Giliran Parang Bicara

SAMARINDA   -  Pelaku pengrusakan dan pengancaman di salah satu…

Kamis, 17 Januari 2019 08:05

Sidang Pembunuhan Pasutri Ditunda Lagi

BALIKPAPAN  -  Sidang lanjutan dengan dua terdakwa, yakni Unang Sudrajat…

Kamis, 17 Januari 2019 08:04

Polda Kaltim Ajak Kaum Milenial

BALIKPAPAN   -   Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*