MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 05 November 2018 07:55
KPK Telusuri Perantara Suap

Taufik Mundur dari Timses Prabowo-Sandi

Taufik Kurniawan

PROKAL.CO, JAKARTA   –  Kasus hukum yang membelit Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan bukan hanya berimbas pada jabatannya di parlemen dan partai. Kader PAN itu kini juga harus mundur dari posisi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

 Inisiatif mundur dari struktur tim sukses (timses) itu disampaikan Taufik secara lisan kepada kolega-koleganya sesama pengurus PAN. ”Taufik sudah menyampaikan (mundur dari BPN, Red) secara lisan dan kami menerima,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno di Jakarta kemarin (4/11).

 Menurut Eddy, pernyataan mundur itu disampaikan setelah Taufik ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kebumen 2016. Taufik ditetapkan sebagai tersangka melalui surat perintah penyidikan (sprindik) yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 25 Oktober lalu.

 Jumat lalu (2/11), KPK menahan Taufik selama 20 hari pertama. Taufik diduga kuat menerima suap Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen (nonaktif) M. Yahya Fuad terkait pengurusan DAK fisik 2016.

 PAN meminta Taufik fokus dalam kasus hukum yang dialami. ”Kami memaklumi, sehingga beliau sudah mundur dari BPN Prabowo-Sandi,” kata Eddy. Terkait pengganti Taufik sebagai pimpinan DPR, spekulasi yang berkembang bahwa PAN mempertimbangkan dua nama, yakni Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais. Eddy menepis hal itu dengan menyebut sampai saat ini masih dilakukan pembahasan. Namun, dia menyebut kriteria yang harus dipenuhi calon pengganti Taufik.

 ”Tentu yang punya senioritas, punya rekam jejak, yang sudah diketahui baik di lembaga legislatif, jam terbang tinggi, dan komitmen pada partai dan koalisi," ujarnya.

 Sementara itu, KPK menyatakan tidak berhenti pada penetapan Taufik sebagai tersangka. Sebab, berdasar fakta-fakta yang diperoleh dalam persidangan,  Yahya Fuad menyebut keterlibatan pihak lain. Antara lain, orang-orang dekat Taufik yang berperan sebagai perantara. Ada pula peran kementerian teknis yang berwenang memproritaskan DAK Kebumen.

 KPK juga akan meminta keterangan sejumlah anggota DPR yang dianggap terkait dengan kasus tersebut. Hal itu merujuk pada fakta persidangan yang menyebut bahwa Yahya tidak hanya meminta bantuan Taufik terkait alokasi DAK tersebut. Nama-nama anggota DPR muncul dalam tuntutan Yahya.

 Mereka, antara lain, Bambang Soesatyo yang kini menjabat sebagai Ketua DPR. Ada pula nama Utut Adianto yang kini menjabat Wakil Ketua DPR. Yahya Fuad juga pernah mengaku meminta bantuan kepada Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy. Namun, di antara nama-nama politisi top itu, tidak satu pun yang bisa memberikan bantuan.

 Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesua (Formappi) Lucius Karus mengakui, pengaruh DPR memang terkadang “tidak gratis”. Ruang parlemen yang bisa mengiming-imingi daerah untuk mendapat kucuran DAK menjadi salah satu celah terjadinya transaksi yang mengarah pada praktik suap. ”Ruang untuk bermain sudah mulai dari proses awal,” ujarnya.

 Di sisi lain, KPK belum bisa menyebutkan siapa saja saksi-saksi yang akan diperiksa terkait dengan kasus Taufik. Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi menyatakan, pemeriksaan saksi dilakukan seiring dengan kebutuhan penyidikan. ”Nanti akan kami sampaikan agenda pemeriksaan saksi,” kata Febri kemarin. (bay/tyo/oni/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 07:36

Tikam Kekasih karena Cemburu

BANJARMASIN   -   Muhammad Fikriansyah alias Fikri bakal menjalani harinya di balik jeruji…

Kamis, 15 November 2018 07:34

Polisi Periksa Semua Tetangga Korban

JAKARTA   –   Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi menjadi PR besar yang…

Kamis, 15 November 2018 07:32

Tidak Direstui, Yudi Gantung Diri

PALU   -  Masyarakat kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi Jalan Lorong Pretiwi Kota Palu digegerkan…

Kamis, 15 November 2018 07:30

Bayi Dalam Karung Ditemukan di Pinggir Jalan

BANYUWANGI   -  Lagi-lagi bayi yang diduga baru lahir, ditemukan warga setelah dibuang…

Rabu, 14 November 2018 07:55

Polda Metro Bentuk Tim Gabungan

JAKARTA   -   Polisi mengejar pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan Bojong Nangka…

Rabu, 14 November 2018 07:53

Aparat Dituntut Tegas dan Disiplin

BALIKPAPAN  -   Pengamat transportasi, Amri Muharam memberikan masukan terkait kecelakaan…

Rabu, 14 November 2018 07:52

Tawon Makan Korban, Petugas BPBD Bertindak

BALIKPAPAN  -  Akibat meresahkan waga, sarang tawon yang berada di atap rumah warga di Jalan…

Rabu, 14 November 2018 07:49

Janin Lima Bulan Dibuang

MUARA BUNGO  -   Warga Dusun Pulau Jelmu, Kecamata Jujujuhan digemparkan oleh penemuan jasad…

Selasa, 13 November 2018 08:01

PenutupanOperasi Zebra DigelarsecaraGabungan

BALIKPAPAN   -  Har iterakhir Operasi  Zebra Mahakam 2018 dilaksanakan di kawasan…

Selasa, 13 November 2018 07:56

Polri Teliti Kemungkinan Hoax by Design

JAKARTA  —  Hoax penculikan anak yang disebagian besar merupakan ibu-ibu terus didalami.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .