MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Selasa, 06 November 2018 08:04
Hentikan Kasus Guru Nelty, Bawaslu Diapresiasi
-

PROKAL.CO, JAKARTA   -  Sejumlah pihak mengapresiasi langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, yang menghentikan penyelidikan terhadap guru Nelty Khairiyah. Guru Nelty yang dituduh mendoktrin siswa SMA 87 untuk anti kepada salah satu pasangan pemilu presiden 2019, ternyata tidak terbukti melakukan tindakan yang dituduhkan kepadanya itu.

 “Langkah Bawaslu DKI Jakarta sudah tepat untuk menghentikan kasus guru Nelty, karena memang yang bersangkutan tidak bersalah,” ujar Direktur Aliansi Pemerhati Eksekutif dan Legislatif Edi Gusyani, Minggu (4/11).

 Edi menilai, sejak awal telah menduga bahwa kasus yang menjerat guru Nelty tidak akan berlanjut. Selain tidak adanya bukti yang lengkap, tidak ada pihak yang dirugikan. “Dalam hal ini kami menganggap Bawaslu sudah bekerja sangat baik dengan memberhentikan kasus itu,” katanya.

 Komisioner Bawaslu DKI Puadi mengatakan, pihaknya telah menghentikan penyelidikan terkait guru Nelty Khairiyah, yang dituduh mendoktrin siswa SMA 87. Bawaslu DKI tidak menemukan pelanggaran pidana pada Nelty.

 "Ya (dihentikan), artinya sudah pasti karena tidak ada dugaan pelanggaran pidana. Karena disampaikan berdasarkan fakta-fakta di lapangan," terang Puadi pada wartawan.

 Puadi mengatakan, Bawaslu DKI sudah menggunakan waktu 14 hari untuk memeriksa Nelty. Penyidikan kepada Nelty dihentikan sejak Rabu (31/10) pekan lalu.

 "Kan kita sudah semuanya, klarifikasi siswanya dan lain-lain," katanya.

 Puadi mengimbau pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan DKI, segera melihat keputusan Bawaslu tersebut. Dia menyerahkan keputusan Nelty bisa mengajar kembali atau tidak kepada pihak-pihak yang terkait.

 "Paling tidak instansi terkait membaca status pemberitahuan, mereka harus baca," sambung Puadi.

 Sebelumnya, rapat pleno yang telah dilakukan Bawaslu DKI bersama tim penegakan hukum terpadu (gakkumdu) pada Rabu (17/10) lalu, juga tidak menemukan titik terang. Dari hasil klarifikasi pihak terkait, guru Nelty, Kepala SMA 87 Patra Patiah, dan lima siswa SMA 87, sambung Puadi, tidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran pidana. (ibl/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 07:29

Terkesan seperti Cerdas Cermat

DEBAT perdana capres-cawapres sudah berlangsung Kamis (17/1) malam lalu. Sayangnya…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:27

Bawaslu Kaji Keterlibatan Kades

SURABAYA  -  Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Badan Pengawas Pemilihan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:27

Pengamat: Lebih Baik Biayai Infrastruktur

JAKARTA  - Wacana Calon Presiden Nomor urut 2 Prabowo Subianto…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Ketua DPRD Kota Blitar Meninggal, saat Berangkat Nobar Debat Capres

BLITAR   -   Sekretaris DPC PDIP Kota Blitar Glebot Catur…

Jumat, 18 Januari 2019 07:59

Pak SBY Absen di Debat Perdana

JAKARTA   -  Mantan anggota DPR RI Ruhut Sitompul turut…

Jumat, 18 Januari 2019 07:58

Kredibilitas Hary Tanoe Sukses Angkat Elektabilitas Perindo

JAKARTA    -  Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai tren…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Giring Ganesha: Debat Capres Tak akan Mengubah Pilihan

JAKARTA   -   Giring Ganesha memberikan pandangan soal debat…

Jumat, 18 Januari 2019 07:56

Delapan Faktor Menentukan Skor Debat Capres

JAKARTA   -   Publik akan memberikan penilaian kepada peserta debat…

Kamis, 17 Januari 2019 07:54

KPU Larang Capres-Cawapres Persoalkan Pancasila hingga UUD 1945 saat Debat

JAKARTA   -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang pasangan capres-cawapres…

Kamis, 17 Januari 2019 07:52

Charta Politika: #2019GantiPresiden Lebih Populer dari #01JokowiLagi

JAKARTA   - Lembaga survei Charta Politika melakukan survei soal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*