MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Selasa, 06 November 2018 08:05
Caleg Keluhkan Isu SARA
-

PROKAL.CO,  JAKARTA   -   Isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) yang merebak di tahun politik 2019, dikeluhkan sejumlah calon anggota legislatif (caleg). Sebab, isu itu membuat sebagian masyarakat terpengaruh dan berimbas pada pilihan politiknya.

Salah satunya diungkapkan oleh Teddy Yulianto, calon legislatif (caleg) DPRD DKI dari PPP dapil DKI Jakarta Selatan. Menurut dia, ada upaya dari seseorang atau sekelompok orang menggunakan isu SARA untuk mendapat simpati dari masyarakat.

 "Cara-cara seperti ini sangat mencederai proses demokrasi dan tidak mendidik masyarakat," kata Teddy melalui pesan tertulisnya pada wartawan, beberapa hari lalu.

 Teddy mengaku, dirinya menjadi korban dari strategi tersebut. Bahkan, sambung dia, praktik-praktik itu diduga melibatkan petugas RT dan RW.

 Namun, dia enggan menyebutkan di wilayah mana dia mendapatkan perlakuan tersebut. "Cara-cara seperti ini sangat bertentangan dengan keberagaman bangsa kita," katanya.  Akibat perlakuan tersebut, dia tidak dapat menyampaikan visi misinya, khususnya di bidang pendidikan kepada masyarakat.

 "Saya ini ketua yayasan, prihatin dengan kondisi pendidikan di masyarakat. Yayasan yang saya pimpin ada program Kejar Paket A, B dan C untuk masyarakat gratis," bebernya.

 "Saya tidak bisa menyosialisasikan kepada masyarakat karena dihalang-halangi oleh sejumlah oknum,” tambahnya. Padahal, jelas dia, program tersebut sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya dan masyarakat mendapatkan manfaat dari program itu.

 "Sekarang di masa kampanye banyak RT/RW menolak. Kalau begini yang dirugikan masyarakat," katanya lagi.

 "Saya tegaskan, program ini tidak ada hubungannya dengan pencalegan saya, sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya," sambung dia.

 Teddy yakin, masyarakat telah menyadari betapa pentingnya pendidikan. Namun kenyataannya, ketika ada pihak yang peduli justru dihalangi karena kepentingan politik sesaat.

 "Saya berharap masyarakat Jakarta lebih cerdas dalam menyikapi pesta demokrasi ini," tandasnya. (ibl/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 11:16

KPU Ingin Regulasi APK Lebih Sederhana

BALIKPAPAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan bersama Badan Pengawas Pemilu…

Sabtu, 13 Juli 2019 10:45

Jadikan Kota Madinatul Iman Seutuhnya

Genderang perebutan kursi pimpinan di Balikpapan sudah dimulai. Beberapa tokoh…

Jumat, 12 Juli 2019 10:27

Siap Maju jika NU dan PKB Mendukung

TANA PASER – Dari sekian banyak tokoh dan figur yang…

Kamis, 11 Juli 2019 10:40

Calon Pemimpin Idealnya Politikus-Profesional

BALIKPAPAN– Kota Balikpapan tidak memiliki banyak figur yang berpotensi menjadi…

Rabu, 10 Juli 2019 10:53

Ajang Pertarungan Visi dan Misi

BALIKPAPAN- Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Balikpapan tinggal menunggu waktu.…

Selasa, 09 Juli 2019 10:31

Balikpapan Butuh Pemimpin yang Peduli Rakyat

BALIKPAPAN-   Tahun 2020 pesta demokrasi akan terlaksana di Balikpapan.  Masyarakat…

Senin, 08 Juli 2019 10:14

Tunggu SK DPP, Golkar Balikpapan Solid Dukung Rahmad Mas’ud

BALIKPAPAN – Meski suara pengurus dan kader Golkar Balikpapan solid…

Jumat, 05 Juli 2019 10:48

PKB Fokus Siapkan Pimpinan DPRD Paser

TANA PASER – Jika sejumlah partai politik (parpol) lain di…

Rabu, 03 Juli 2019 11:36

Besok, KPU PPU Gelar Pleno Penetapan Caleg Terpilih

PENAJAM- KPU Penajam Paser Utara (PPU) akan menggelar pleno penetapan…

Selasa, 02 Juli 2019 10:02

Penetapan Caleg, KPU Paser Tunggu List MK

TANA PASER–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser menunggu keputusan Mahkamah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*