MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Selasa, 06 November 2018 08:05
Caleg Keluhkan Isu SARA
-

PROKAL.CO,  JAKARTA   -   Isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) yang merebak di tahun politik 2019, dikeluhkan sejumlah calon anggota legislatif (caleg). Sebab, isu itu membuat sebagian masyarakat terpengaruh dan berimbas pada pilihan politiknya.

Salah satunya diungkapkan oleh Teddy Yulianto, calon legislatif (caleg) DPRD DKI dari PPP dapil DKI Jakarta Selatan. Menurut dia, ada upaya dari seseorang atau sekelompok orang menggunakan isu SARA untuk mendapat simpati dari masyarakat.

 "Cara-cara seperti ini sangat mencederai proses demokrasi dan tidak mendidik masyarakat," kata Teddy melalui pesan tertulisnya pada wartawan, beberapa hari lalu.

 Teddy mengaku, dirinya menjadi korban dari strategi tersebut. Bahkan, sambung dia, praktik-praktik itu diduga melibatkan petugas RT dan RW.

 Namun, dia enggan menyebutkan di wilayah mana dia mendapatkan perlakuan tersebut. "Cara-cara seperti ini sangat bertentangan dengan keberagaman bangsa kita," katanya.  Akibat perlakuan tersebut, dia tidak dapat menyampaikan visi misinya, khususnya di bidang pendidikan kepada masyarakat.

 "Saya ini ketua yayasan, prihatin dengan kondisi pendidikan di masyarakat. Yayasan yang saya pimpin ada program Kejar Paket A, B dan C untuk masyarakat gratis," bebernya.

 "Saya tidak bisa menyosialisasikan kepada masyarakat karena dihalang-halangi oleh sejumlah oknum,” tambahnya. Padahal, jelas dia, program tersebut sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya dan masyarakat mendapatkan manfaat dari program itu.

 "Sekarang di masa kampanye banyak RT/RW menolak. Kalau begini yang dirugikan masyarakat," katanya lagi.

 "Saya tegaskan, program ini tidak ada hubungannya dengan pencalegan saya, sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya," sambung dia.

 Teddy yakin, masyarakat telah menyadari betapa pentingnya pendidikan. Namun kenyataannya, ketika ada pihak yang peduli justru dihalangi karena kepentingan politik sesaat.

 "Saya berharap masyarakat Jakarta lebih cerdas dalam menyikapi pesta demokrasi ini," tandasnya. (ibl/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 12:00

Antisipasi Kerusuhan Pemilu, Polres PPU Gelar Simulasi

PENAJAM-Jelang Pemilu Rabu, 17 April 2019, Polres Penajam Paser Utara…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:59

2.504 Linmas Bantu Polres Amankan TPS Pemilu

TANA PASER–Sebanyak 2.504 anggota perlindungan masyarakat (linmas) akan membantu pengamanan…

Jumat, 22 Maret 2019 10:59

PPP Paser Tidak Terpengaruh Kejadian di Pusat

TANA PASER– Ditangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy…

Rabu, 20 Maret 2019 11:01

Pangdam Ikuti Kegiatan Taktik Pengamanan Pemilu

BALIKPAPAN-Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto melaksanakan pengecekan  langsung dan mengikuti…

Kamis, 14 Maret 2019 11:04

Jelang Pemilu, Bawaslu Tingkatkan Pengawasan

BALIKPAPAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Balikpapan meningkatkan pengawasan…

Rabu, 13 Maret 2019 11:42

Tambah Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara

PENAJAM- KPU Penajam Paser Utara (PPU) menambah jumlah petugas sortir…

Senin, 11 Maret 2019 11:20

Kaltim Jadi Rebutan Suara Pilpres

BALIKPAPAN - Memanasnya situasi politik nasional dimungkan berimbas ke wilayah…

Senin, 11 Maret 2019 11:19

KPU PPU Segera Ajukan Pergantian Surat Suara Rusak

PENAJAM- KPU Penajam Paser Utara (PPU) akan melaporkan surat suara…

Selasa, 05 Maret 2019 12:17

KPU Siapkan 50 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara

PENAJAM-KPU Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan 50 petugas untuk penyortiran…

Senin, 04 Maret 2019 13:21

Surat Suara DPRD Kota Rawan Tertukar

BALIKPAPAN - Dari lima surat suara Pemilu 2019 yang telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*