MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Selasa, 06 November 2018 08:06
Rusak APK, Denda Puluhan Juta
-

PROKAL.CO, SANGATTA  – Naiknya tensi politik menjelang Pemilu bakal dirasakan seluruh warga Indonesia. Namun terkadang dalam perjalanannya, tak sedikit pelanggaran-pelanggaran terjadi. Seperti perusakan Alat Peraga Kampanye (APK). Hal ini dikatakan Komisioner Bawaslu Kutim, Siti Akhlis Muafin. 

Perusakan APK kata dia, merupakan kasus pelanggaran pidana dan akan dikenakan sanksi, maksimal dua tahun penjara dan denda paling banyak Rp 24 juta.

 Siti menegaskan, perusakan APK tercantum dalam pasal 280 Undang-Undang 7 tahun 2017, tentang larangan kampanye. Termasuk di PKPU 23, yang ada perubahan menjadi PKPU 28, kemudian PKPU 33. "Mereka yang terbukti merusak APK, akan dikenai pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta. Yang jelas sanksinya pidana dan denda," katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (5/11) kemarin. 

Adapun persyaratan yang harus diajukan jika peserta pemilu merasa keberatan saat APK-nya rusak, salah satunya dengan membawa barang bukti dan saksi kuat. 

"Barang buktinya APK yang disobek, yang jelas harus memenuhi syarat formil dan materil," ucapnya. 

Lebih lanjut, wanita berhijab ini menerangkan perlu penelitian lebih seksama, untuk menunjuk pelaku. Jika tanpa bukti konkret, maka masalah dianggap selesai. 

"Perlu kami telilti dan cermati, harus ditemui dahulu pelakunya. Selain itu juga tetap dikoordinasikan dengan panwascam setempat," katanya. 

Di ruang kerjanya, Komisioner Bawaslu lainnya, Budi Wibowo menyampaikan, jika peserta merasa keberatan atas kerusakan alat kampanye, maka pelapor harus memenuhi persyaratan. "Terlapornya harus jelas, pelapornya juga demikian. Kalau tidak ada, maka tidak dapat diproses," pungkasnya. 

Saat ditanya perihal APK yang terpantau sobek, ia meminta pada pemilik baliho agar tidak berprasangka negatif. Ia mengingatkan agar peserta pemilu dapat menilai benar dirusak atau faktor ketidaksengajaan. “Jangan langsung berpikiran jika APK dirusak, bisa jadi faktor alam,” tukasnya. (*/la)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 11:16

KPU Ingin Regulasi APK Lebih Sederhana

BALIKPAPAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan bersama Badan Pengawas Pemilu…

Sabtu, 13 Juli 2019 10:45

Jadikan Kota Madinatul Iman Seutuhnya

Genderang perebutan kursi pimpinan di Balikpapan sudah dimulai. Beberapa tokoh…

Jumat, 12 Juli 2019 10:27

Siap Maju jika NU dan PKB Mendukung

TANA PASER – Dari sekian banyak tokoh dan figur yang…

Kamis, 11 Juli 2019 10:40

Calon Pemimpin Idealnya Politikus-Profesional

BALIKPAPAN– Kota Balikpapan tidak memiliki banyak figur yang berpotensi menjadi…

Rabu, 10 Juli 2019 10:53

Ajang Pertarungan Visi dan Misi

BALIKPAPAN- Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Balikpapan tinggal menunggu waktu.…

Selasa, 09 Juli 2019 10:31

Balikpapan Butuh Pemimpin yang Peduli Rakyat

BALIKPAPAN-   Tahun 2020 pesta demokrasi akan terlaksana di Balikpapan.  Masyarakat…

Senin, 08 Juli 2019 10:14

Tunggu SK DPP, Golkar Balikpapan Solid Dukung Rahmad Mas’ud

BALIKPAPAN – Meski suara pengurus dan kader Golkar Balikpapan solid…

Jumat, 05 Juli 2019 10:48

PKB Fokus Siapkan Pimpinan DPRD Paser

TANA PASER – Jika sejumlah partai politik (parpol) lain di…

Rabu, 03 Juli 2019 11:36

Besok, KPU PPU Gelar Pleno Penetapan Caleg Terpilih

PENAJAM- KPU Penajam Paser Utara (PPU) akan menggelar pleno penetapan…

Selasa, 02 Juli 2019 10:02

Penetapan Caleg, KPU Paser Tunggu List MK

TANA PASER–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser menunggu keputusan Mahkamah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*