MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Selasa, 06 November 2018 08:08
Lawan Bidik Kesalahan Jokowi

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Pengamat politik Afriadi Rosdi menilai filosofi berkampanye calon presiden Joko Widodo berbeda jauh dengan rivalnya di Pilpres 2018 Prabowo Subianto. Ia mengistilahkan, jika Prabowo melihat arena kampanye sebagai ring tinju, maka Jokowi melihat arena kampanye sebagai lantai senam artistik. "Dalam kompetisi senam artistik, anda cukup fokus pada keunggulan yang anda miliki, menampilkan secara maksimal keindahan gerak yang anda kuasai di lantai senam. Anda tak perlu menyerang lawan untuk menang," ujar Afriadi kepada JPNN, Jumat (2/11).

Menurut Ketua Pusat Kajian Literasi Media ini, Jokowi sejak dulu sudah menerapkan filosofi kompetisi senam artistik. Yaitu, fokus menampilkan keindahan karakter, prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan ketika menjadi wali kota Surakarta dan gubernur DKI Jakarta, serta visi pembangunan.

"Sekarang ditambah lagi dengan capaian-capaian pembangunan selama menjadi presiden. Saya melihat pada kampanye sekarang, Jokowi tak pernah keluar dari filosofinya itu. Konsisten menampilkan keindahan gerak dalam kampanyenya," ucapnya.

Afriadi lebih lanjut mengatakan, filosofi senam artistik hanya bisa diterapkan calon yang memiliki keunggulan distingtif. Jokowi memiliki serta mengetahui keunggulan distingtifnya.

 Karena itu, cukup memaksimalkan keunggulan tersebut untuk memelihara dukungan masyarakat pemilih. Rak heran jika kemudian sampai sekarang Jokowi tak pernah terlihat menyerang lawan politiknya.

 "Selain itu, masyarakat juga sudah mengetahui keunggulan Jokowi tersebut. Jokowi berhasil memeliharanya sampai sekarang. Posisi sebagai presiden tak pernah membuatnya berubah," katanya.

 Afriadi menilai Jokowi tak perlu berkampanye lagi untuk menang di Pilpres 2019, melihat sejumlah kelebihannya selama ini. Cukup menyampaikan dengan baik capaian pembangunan selama ini dengan baik, sembari tetap memelihara keunggulan distingtif yang ada.

 "Satu hal yang harus diingat Jokowi, jangan sampai melakukan kesalahan fatal, baik dalam bentuk ucapan maupun kebijakan. Lawan sedang menunggu kesalahan fatal itu. Karena hanya dengan hal itu mereka bisa mengalahkan Jokowi," pungkas Afriadi.(gir/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 Mei 2019 11:24

Garuda dan PKPI Tak Lapor Dana Kampanye

TANA PASER – Dua parpol yakni Garuda dan PKPI hingga…

Selasa, 30 April 2019 11:11

Inventarisasi Petugas KPPS yang Sakit

PENAJAM - KPU Penajam Paser Utara (PPU) penginventarisasi petugas kelompok…

Senin, 29 April 2019 11:32

2.575 Kotak Suara Bergeser ke KPU

PENAJAM - Kotak suara yang berisi surat suara telah digeser…

Jumat, 26 April 2019 11:27

PDIP dan PPP Berebut Kursi Terakhir

PENAJAM- KPU Penajam Paser Utara (PPU) telah mengimput hasil perhitungan…

Kamis, 25 April 2019 12:14

31 Warga Binaan Rutan Ikuti Pemungutan Ulang

BALIKPAPAN - Sebanyak 31 warga binaan di Rumah Tahanan Negara…

Kamis, 25 April 2019 12:13

PMII Nilai KPU Lalai

BALIKPAPAN – Pemilu tahun ini rawan terjadinya konflik. Mulai dari…

Kamis, 25 April 2019 12:12

Maksimal Satu Parpol Raih Empat Kursi

PENAJAM - Pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara di tingkat Panitia…

Rabu, 24 April 2019 11:27

Hari ini, Berlangsung di Lima TPS

BALIKPAPAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Noor Thoha memastikan…

Rabu, 24 April 2019 11:26

Diterpa Isu Penggelembungan Suara, PKB Santai

TANA PASER – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Paser diterpa isu…

Selasa, 23 April 2019 11:50

Bawaslu Tak Ditemukan TPS Berpotensi Pemilihan Ulang

PENAJAM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*