MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Selasa, 06 November 2018 08:08
Lawan Bidik Kesalahan Jokowi

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Pengamat politik Afriadi Rosdi menilai filosofi berkampanye calon presiden Joko Widodo berbeda jauh dengan rivalnya di Pilpres 2018 Prabowo Subianto. Ia mengistilahkan, jika Prabowo melihat arena kampanye sebagai ring tinju, maka Jokowi melihat arena kampanye sebagai lantai senam artistik. "Dalam kompetisi senam artistik, anda cukup fokus pada keunggulan yang anda miliki, menampilkan secara maksimal keindahan gerak yang anda kuasai di lantai senam. Anda tak perlu menyerang lawan untuk menang," ujar Afriadi kepada JPNN, Jumat (2/11).

Menurut Ketua Pusat Kajian Literasi Media ini, Jokowi sejak dulu sudah menerapkan filosofi kompetisi senam artistik. Yaitu, fokus menampilkan keindahan karakter, prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan ketika menjadi wali kota Surakarta dan gubernur DKI Jakarta, serta visi pembangunan.

"Sekarang ditambah lagi dengan capaian-capaian pembangunan selama menjadi presiden. Saya melihat pada kampanye sekarang, Jokowi tak pernah keluar dari filosofinya itu. Konsisten menampilkan keindahan gerak dalam kampanyenya," ucapnya.

Afriadi lebih lanjut mengatakan, filosofi senam artistik hanya bisa diterapkan calon yang memiliki keunggulan distingtif. Jokowi memiliki serta mengetahui keunggulan distingtifnya.

 Karena itu, cukup memaksimalkan keunggulan tersebut untuk memelihara dukungan masyarakat pemilih. Rak heran jika kemudian sampai sekarang Jokowi tak pernah terlihat menyerang lawan politiknya.

 "Selain itu, masyarakat juga sudah mengetahui keunggulan Jokowi tersebut. Jokowi berhasil memeliharanya sampai sekarang. Posisi sebagai presiden tak pernah membuatnya berubah," katanya.

 Afriadi menilai Jokowi tak perlu berkampanye lagi untuk menang di Pilpres 2019, melihat sejumlah kelebihannya selama ini. Cukup menyampaikan dengan baik capaian pembangunan selama ini dengan baik, sembari tetap memelihara keunggulan distingtif yang ada.

 "Satu hal yang harus diingat Jokowi, jangan sampai melakukan kesalahan fatal, baik dalam bentuk ucapan maupun kebijakan. Lawan sedang menunggu kesalahan fatal itu. Karena hanya dengan hal itu mereka bisa mengalahkan Jokowi," pungkas Afriadi.(gir/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 07:40

Bawaslu Investigasi Dugaan Perusakan Baliho Caleg

PENAJAM   -   Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Penajam…

Rabu, 12 Desember 2018 07:39

Pemilu 2019, Jumlah TPS di Paser Bertambah 219

TANA PASER  –   Jumlah TPS pada Pemilu 2019, di Kabupaten…

Rabu, 12 Desember 2018 07:38

Pendidikan Antikorupsi Harus Segera Diterapkan

JAKARTA   –   Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (11/12) melakukan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:38

Pendidikan Antikorupsi Harus Segera Diterapkan

JAKARTA   –   Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (11/12) melakukan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:37

Sambutan Kawan dan Lawan Jelang Ahok Bebas

JAKARTA   -  Kabar bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:39

Rekomendasi KPK: 50 Persen Dana Parpol Dipasok APBN

JAKARTA   -  Wacana mengenai pentingnya partai politik mendapatkan bantuan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:37

Banpol Sudah Lebih Dulu Naik

BANJARMASIN  -   Pemprov Kalsel  sejak awal tahun tadi ternyata…

Senin, 10 Desember 2018 07:42

PPP Minta Kemendagri

Jakarta   -   Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyebutkan sejumlah masalah…

Senin, 10 Desember 2018 07:41

Menangkan Prabowo-Sandi

PALEMBANG  -  Relawan Sahabat Prabowo Subianto- Sandiaga Salahudin Uno (S…

Senin, 10 Desember 2018 07:39

Santri Diajak Lawan Isu PKI

JAKARTA  - Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak para santri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .