MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Selasa, 06 November 2018 08:08
Lawan Bidik Kesalahan Jokowi

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Pengamat politik Afriadi Rosdi menilai filosofi berkampanye calon presiden Joko Widodo berbeda jauh dengan rivalnya di Pilpres 2018 Prabowo Subianto. Ia mengistilahkan, jika Prabowo melihat arena kampanye sebagai ring tinju, maka Jokowi melihat arena kampanye sebagai lantai senam artistik. "Dalam kompetisi senam artistik, anda cukup fokus pada keunggulan yang anda miliki, menampilkan secara maksimal keindahan gerak yang anda kuasai di lantai senam. Anda tak perlu menyerang lawan untuk menang," ujar Afriadi kepada JPNN, Jumat (2/11).

Menurut Ketua Pusat Kajian Literasi Media ini, Jokowi sejak dulu sudah menerapkan filosofi kompetisi senam artistik. Yaitu, fokus menampilkan keindahan karakter, prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan ketika menjadi wali kota Surakarta dan gubernur DKI Jakarta, serta visi pembangunan.

"Sekarang ditambah lagi dengan capaian-capaian pembangunan selama menjadi presiden. Saya melihat pada kampanye sekarang, Jokowi tak pernah keluar dari filosofinya itu. Konsisten menampilkan keindahan gerak dalam kampanyenya," ucapnya.

Afriadi lebih lanjut mengatakan, filosofi senam artistik hanya bisa diterapkan calon yang memiliki keunggulan distingtif. Jokowi memiliki serta mengetahui keunggulan distingtifnya.

 Karena itu, cukup memaksimalkan keunggulan tersebut untuk memelihara dukungan masyarakat pemilih. Rak heran jika kemudian sampai sekarang Jokowi tak pernah terlihat menyerang lawan politiknya.

 "Selain itu, masyarakat juga sudah mengetahui keunggulan Jokowi tersebut. Jokowi berhasil memeliharanya sampai sekarang. Posisi sebagai presiden tak pernah membuatnya berubah," katanya.

 Afriadi menilai Jokowi tak perlu berkampanye lagi untuk menang di Pilpres 2019, melihat sejumlah kelebihannya selama ini. Cukup menyampaikan dengan baik capaian pembangunan selama ini dengan baik, sembari tetap memelihara keunggulan distingtif yang ada.

 "Satu hal yang harus diingat Jokowi, jangan sampai melakukan kesalahan fatal, baik dalam bentuk ucapan maupun kebijakan. Lawan sedang menunggu kesalahan fatal itu. Karena hanya dengan hal itu mereka bisa mengalahkan Jokowi," pungkas Afriadi.(gir/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 29 Januari 2019 07:56

KPU Coret Satu Caleg Dapil Sepaku

PENAJAM  -  KPU Penajam Pasar Utara  (PPU) resmi mencoret satu…

Selasa, 29 Januari 2019 07:55

Lima Partai Pilihan Generasi Milenial

JAKARTA   -  Survei yang dilakukan Center for Political Communication…

Selasa, 29 Januari 2019 07:54

Bawaslu Tentukan Status Laporan Jokowi Langgar Kampanye 7 Februari

JAKARTA   -  Bawaslu DKI Jakarta segera memutuskan status laporan…

Selasa, 29 Januari 2019 07:53

DPR Cecar KPK, soal Wacana Caleg Laporkan LHKPN Sebelum Dilantik

JAKARTA  -  KPK membuka wacana pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…

Senin, 28 Januari 2019 07:56

Garbi Tegaskan Netral pada Pemilu 2019

BALIKPAPAN   -  Gerakkan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kaltim menyatakan…

Senin, 28 Januari 2019 07:54

Butuh Kedewasaan dalam Berpolitik

BALIKPAPAN  -  Partai Gerindra terus melakukan konsolidasi secara internal guna…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:33

Bawaslu Gugurkan Satu Caleg Partai Hanura

PENAJAM  -  Harapan Abd Rahman, calon anggota DPRD Penajam Paser…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:32

Abd Rahman Tak Permasalahkan Dicoret dari Caleg

PENAJAM  -  Calon anggota DPRD Penajam Pasar Utara (PPU) daerah…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:31

Fahri Ajukan Eksekusi Rp 30 Miliar

JAKARTA  – Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan pemecatan Fahri…

Jumat, 25 Januari 2019 07:58

Nasib Caleg Dapil Sepaku Ditentukan Hari Ini

PENAJAM  -  Nasib satu calon anggota legislative (caleg) Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*