MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Selasa, 06 November 2018 08:08
Lawan Bidik Kesalahan Jokowi

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Pengamat politik Afriadi Rosdi menilai filosofi berkampanye calon presiden Joko Widodo berbeda jauh dengan rivalnya di Pilpres 2018 Prabowo Subianto. Ia mengistilahkan, jika Prabowo melihat arena kampanye sebagai ring tinju, maka Jokowi melihat arena kampanye sebagai lantai senam artistik. "Dalam kompetisi senam artistik, anda cukup fokus pada keunggulan yang anda miliki, menampilkan secara maksimal keindahan gerak yang anda kuasai di lantai senam. Anda tak perlu menyerang lawan untuk menang," ujar Afriadi kepada JPNN, Jumat (2/11).

Menurut Ketua Pusat Kajian Literasi Media ini, Jokowi sejak dulu sudah menerapkan filosofi kompetisi senam artistik. Yaitu, fokus menampilkan keindahan karakter, prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan ketika menjadi wali kota Surakarta dan gubernur DKI Jakarta, serta visi pembangunan.

"Sekarang ditambah lagi dengan capaian-capaian pembangunan selama menjadi presiden. Saya melihat pada kampanye sekarang, Jokowi tak pernah keluar dari filosofinya itu. Konsisten menampilkan keindahan gerak dalam kampanyenya," ucapnya.

Afriadi lebih lanjut mengatakan, filosofi senam artistik hanya bisa diterapkan calon yang memiliki keunggulan distingtif. Jokowi memiliki serta mengetahui keunggulan distingtifnya.

 Karena itu, cukup memaksimalkan keunggulan tersebut untuk memelihara dukungan masyarakat pemilih. Rak heran jika kemudian sampai sekarang Jokowi tak pernah terlihat menyerang lawan politiknya.

 "Selain itu, masyarakat juga sudah mengetahui keunggulan Jokowi tersebut. Jokowi berhasil memeliharanya sampai sekarang. Posisi sebagai presiden tak pernah membuatnya berubah," katanya.

 Afriadi menilai Jokowi tak perlu berkampanye lagi untuk menang di Pilpres 2019, melihat sejumlah kelebihannya selama ini. Cukup menyampaikan dengan baik capaian pembangunan selama ini dengan baik, sembari tetap memelihara keunggulan distingtif yang ada.

 "Satu hal yang harus diingat Jokowi, jangan sampai melakukan kesalahan fatal, baik dalam bentuk ucapan maupun kebijakan. Lawan sedang menunggu kesalahan fatal itu. Karena hanya dengan hal itu mereka bisa mengalahkan Jokowi," pungkas Afriadi.(gir/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 11:16

KPU Ingin Regulasi APK Lebih Sederhana

BALIKPAPAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan bersama Badan Pengawas Pemilu…

Sabtu, 13 Juli 2019 10:45

Jadikan Kota Madinatul Iman Seutuhnya

Genderang perebutan kursi pimpinan di Balikpapan sudah dimulai. Beberapa tokoh…

Jumat, 12 Juli 2019 10:27

Siap Maju jika NU dan PKB Mendukung

TANA PASER – Dari sekian banyak tokoh dan figur yang…

Kamis, 11 Juli 2019 10:40

Calon Pemimpin Idealnya Politikus-Profesional

BALIKPAPAN– Kota Balikpapan tidak memiliki banyak figur yang berpotensi menjadi…

Rabu, 10 Juli 2019 10:53

Ajang Pertarungan Visi dan Misi

BALIKPAPAN- Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Balikpapan tinggal menunggu waktu.…

Selasa, 09 Juli 2019 10:31

Balikpapan Butuh Pemimpin yang Peduli Rakyat

BALIKPAPAN-   Tahun 2020 pesta demokrasi akan terlaksana di Balikpapan.  Masyarakat…

Senin, 08 Juli 2019 10:14

Tunggu SK DPP, Golkar Balikpapan Solid Dukung Rahmad Mas’ud

BALIKPAPAN – Meski suara pengurus dan kader Golkar Balikpapan solid…

Jumat, 05 Juli 2019 10:48

PKB Fokus Siapkan Pimpinan DPRD Paser

TANA PASER – Jika sejumlah partai politik (parpol) lain di…

Rabu, 03 Juli 2019 11:36

Besok, KPU PPU Gelar Pleno Penetapan Caleg Terpilih

PENAJAM- KPU Penajam Paser Utara (PPU) akan menggelar pleno penetapan…

Selasa, 02 Juli 2019 10:02

Penetapan Caleg, KPU Paser Tunggu List MK

TANA PASER–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser menunggu keputusan Mahkamah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*