MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 08 November 2018 08:20
80 Anak Korban Gempa Sulteng Bersekolah
Anak-anak pengungsi Sulteng yang beberapa waktu lalu mengungsi di Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sebanyak 80 anak korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, kini mulai bersekolah. Mereka terdiri dari pelajar SD dan SMP. Kendati demikian, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Balikpapan, Muhaimin belum bisa merinci data puluhan anak tersebut.

 “Yang jelas sudah mulai bersekolah. Ada puluhan terdata, semua sekolah kami instruksikan mereka harus diterima. Saat ini jumlah keseluruhan ada 80 orang,” kata Muhaimin, kemarin (7/11).

 Menurutnya, beberapa pelajar sudah aktif bersekolah. Salah satunya di SMP Kristen IPEKA, Jalan MT Haryono. “Ada enam orang anak yang sudah aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sana. Data tersebut hanya untuk satu sekolah saja, jadi dipastikan ada beberapa sekolah lain yang akan kami cek,” ujarnya. 

 Sebelumnya, Disdikbud melakukan pendataan terhadap anak korban gempa yang ingin bersekolah di Balikpapan. Ada yang mendaftarkan diri lewat kerabat, ada juga yang mendaftar melalui pengungsian Asrama Haji Batakan yang didata lurah Manggar. 

Anak-anak korban gempa bisa sekolah di Balikpapan sesuai arahan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud), bahwa data pokok pendidikan (dapodik) anak pengungsi ini tidak perlu dicabut dari sekolah asal. Anak-anak usia sekolah yang menjadi korban gempa itu bisa ditampung, sepanjang masih ada sisa rombel dan kuota yang terpenuhi. 

 

“Intinya, anak-anak itu harus diterima sekolah. Nanti pihak sekolah melaporkan ke Disdikbud mengenai identitas anak, kelas dan asal sekolah, serta daerahnya yang memang terdampak gempa,” katanya.

 Berdasarkan data tersebut, Disdikbud Balikpapan akan berkoordinasi dengan Disdikbud Kota Palu, Sigi dan Donggala untuk memperbarui dapodik agar bisa dipindahkan. “Jadi yang berkoordinasi dengan Disdikbud karena sekolahnya ‘kan sudah tidak ada,” terangnya.

 Dari dapodik itu, lanjut Muhaimin, nantinya anak-anak tersebut bisa mengikuti ujian atau ulangan umum bersama. “Yang jelas seluruh kepala sekolah sudah diinstruksikan untuk menerima anak-anak agar bisa kembali menempuh pendidikan formal,” pungkasnya. (cha/vie/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 08:24

ENAK COYYY..!! 2019, Gaji PNS Naik 5 Persen

Pada tahun 2019 ada kenaikan gaji pokok pegawai negeri sipil…

Rabu, 12 Desember 2018 08:34

PLN UIW Kaltim Sumbang Bibit Pohon dan Tong Sampah

BALIKPAPAN  -  Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Balikpapan, PT PLN…

Rabu, 12 Desember 2018 08:32

2019, PDAM Targetkan 3.500 Sambungan Rumah

BALIKPAPAN   -   Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manggar menargetkan…

Rabu, 12 Desember 2018 08:31

10 Ribu E-KTP Rusak Disimpan di Gudang

 BALIKPAPAN   -  Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)…

Rabu, 12 Desember 2018 08:30

Cegah Orang Hanyut, Drainase Ahmad Yani Segera Dipagar

BALIKPAPAN  -  Pemagaran drainase di kawasan Jalan Ahmad Yani, depan…

Rabu, 12 Desember 2018 08:30

Dewan dan Pemkot Usulkan 47 Raperda Dibahas 2019

BALIKPAPAN  -  Rapat paripurna digelar di gedung parlemen kemarin (11/12)…

Rabu, 12 Desember 2018 08:28

SKK Migas Apresiasi Pembangunan Kilang Balikpapan

PEMBANGUNAN  Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan akhirnya memasuki…

Rabu, 12 Desember 2018 08:27

Mahasiswa Didorong Lakukan Riset

SAMARINDA  -   Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin mendorong kampus untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 08:27

Januari, STNK Mati Dua Tahun Kendaraan Jadi Bodong

INFORMASI soal kendaraan jadi bodong jika STNK mati dua tahun…

Selasa, 11 Desember 2018 08:35

ORKESTRA NATAL

Semarak kemeriahan Natal kian terasa. Salah satunya di Atrium Plaza…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .