MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Kamis, 08 November 2018 08:26
Pengerukan Pasir Pantai Dihentikan

Akses Perahu Terbuka, Nelayan Kembali Melaut

BANTU NELAYAN: Pengerukan yang dilakukan alat berat milik UPT DPU sejak sebulan lalu di Kampung Nelayan Damai membuahkan hasil, karena perahu nelayan kini bisa melaut.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –   Rutinitas pengerukan pasir pantai yang menghalangi akses perahu nelayan Damai, Balikpapan Kota oleh UPT DPU Balikpapan akhirnya disetop sementara. Ini dilakukan lantaran hamparan pasir sudah tidak menghambat aktivitas nelayan melaut. Sejak 1 Oktober lalu atau hampir sebulan lebih, pasir pantai menutup akses perahu nelayan.

Kepala UPT DPU Misransyah mengatakan, pengerukan terus dilakukan petugas dalam membantu kapal nelayan yang kandas di muara sungai. Namun saat ini, pengerukan disetop sementara. “Kami saat ini setop dulu,” kata Misransyah, Selasa (6/11) lalu.

Misransyah melanjutkan saat ini, nelayan telah beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengerukan, karena setiap kali air laut pasang kembali didapati hamparan pasir yang menutup akses. Namun, diakuinya diperlukan siring penahan tanah.

“Kami keruk dan saat air pasang kembali terdapat hamparan pasir kembali. Lebih bagus kalau dibuatkan siring penahan tanah. Tapi, bukan yang dari kayu,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya tetap melakukan pengerjaan hingga nelayan dapat turun melaut tanpa masalah pendangkalan sungai kembali. Karena, meskipun saat ini telah dapat melaut, alangkah lebih baiknya kalau tidak terjadi masalah seperti semulanya.

 “Bagus kalau ada penahan tanah. Jadi kami keruk lalu ada penahannya pasti tanah tersebut tak turun lagi. Namun, pembuataan penahan tanah bukan di bidang UPT DPU. Kami hanya dapat membantu pengerukan saja,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Trantib dan LH Damai, Sutarto mengatakan, nelayan telah dapat turun ke laut. Namun, untuk sementara waktu pengerjakan pengerukan disetop sementara, karena dengan besarnya gelombang. “Saat ini, nelayan sudah melaut sekitar dua minggu, termasuk kapal berukuran kecil dan besar,” pungkas Sutarto. (m-1/rus)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 08:19

MASIH BERANI...? Pembuang Sampah Didoakan Mati dengan Tragis..!!

BALIKPAPAN  –   Permasalahan sampah memang masalah klasik. Padahal jika warga…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:16

Jalin Kedekatan dan Peduli Warga Kurang Mampu

BALIKPAPAN  –  Program Jumat Berbagi garapan Polda Kaltim yang didelegasikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:16

Disperkim Tata Kawasan Kumuh Manggar Baru

BALIKPAPAN  – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan terus…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:14

Ranting Pohon Jangan Buang di TPS

BALIKPAPAN –  Masih kurangnya kesadaran warga akan keberadaan dan peruntukan…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:03

Razia Indekos, Temukan Pemuda Nyabu

BALIKPAPAN  -  Patroli kamtibmas terus digeber bhabinkamtibmas Graha Indah. Kali…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:01

Sambut HUT Kota, Baru Ilir Bersih-Bersih Kantor

BALIKPAPAN –  Bukan hanya rutin mengingatkan kebersihan lingkungan kepada ketua…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:01

Dinsos Sosialisasi SLT dan BPNT

BALIKPAPAN – Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kota Balikpapan bersama…

Jumat, 18 Januari 2019 08:57

Empat Bulan, 61 TPS Dibersihkan

BALIKPAPAN  – Mewujudkan tempat pembuangan sementara (TPS) terlihat bersih. Satuan…

Jumat, 18 Januari 2019 08:55

Tingkatkan Pendataan dan Peruntukan Dana Kelurahan

BALIKPAPAN – Dana kelurahan yang diperuntukan untuk masyarakat akan segera…

Jumat, 18 Januari 2019 08:55

Mancing Jadi Salah Satu Hobi Warga

BALIKPAPAN -  Wisata pemancingan semakin populer, karena jadi alternatif untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*