MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Kamis, 08 November 2018 08:26
Pengerukan Pasir Pantai Dihentikan

Akses Perahu Terbuka, Nelayan Kembali Melaut

BANTU NELAYAN: Pengerukan yang dilakukan alat berat milik UPT DPU sejak sebulan lalu di Kampung Nelayan Damai membuahkan hasil, karena perahu nelayan kini bisa melaut.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –   Rutinitas pengerukan pasir pantai yang menghalangi akses perahu nelayan Damai, Balikpapan Kota oleh UPT DPU Balikpapan akhirnya disetop sementara. Ini dilakukan lantaran hamparan pasir sudah tidak menghambat aktivitas nelayan melaut. Sejak 1 Oktober lalu atau hampir sebulan lebih, pasir pantai menutup akses perahu nelayan.

Kepala UPT DPU Misransyah mengatakan, pengerukan terus dilakukan petugas dalam membantu kapal nelayan yang kandas di muara sungai. Namun saat ini, pengerukan disetop sementara. “Kami saat ini setop dulu,” kata Misransyah, Selasa (6/11) lalu.

Misransyah melanjutkan saat ini, nelayan telah beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengerukan, karena setiap kali air laut pasang kembali didapati hamparan pasir yang menutup akses. Namun, diakuinya diperlukan siring penahan tanah.

“Kami keruk dan saat air pasang kembali terdapat hamparan pasir kembali. Lebih bagus kalau dibuatkan siring penahan tanah. Tapi, bukan yang dari kayu,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya tetap melakukan pengerjaan hingga nelayan dapat turun melaut tanpa masalah pendangkalan sungai kembali. Karena, meskipun saat ini telah dapat melaut, alangkah lebih baiknya kalau tidak terjadi masalah seperti semulanya.

 “Bagus kalau ada penahan tanah. Jadi kami keruk lalu ada penahannya pasti tanah tersebut tak turun lagi. Namun, pembuataan penahan tanah bukan di bidang UPT DPU. Kami hanya dapat membantu pengerukan saja,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Trantib dan LH Damai, Sutarto mengatakan, nelayan telah dapat turun ke laut. Namun, untuk sementara waktu pengerjakan pengerukan disetop sementara, karena dengan besarnya gelombang. “Saat ini, nelayan sudah melaut sekitar dua minggu, termasuk kapal berukuran kecil dan besar,” pungkas Sutarto. (m-1/rus)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 10:12

Atasi Kendala Air Bersih di Margo Mulyo

BALIKPAPAN - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi bantuan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:10

110 Paket Sembako untuk 16 KSM

BALIKPAPAN - Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) binaan dari program Kotaku Karang Rejo…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:08

Hapus TPS Liar di Lingkungan

BALIKPAPAN - Kecamatan Balikpapan Barat (Balbar) dan kelurahan akan terus menata…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:01

Sempat Bongkar Pasang Personel

BALIKPAPAN- Pasca juara lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) di tingkat…

Jumat, 22 Maret 2019 10:20

Tertibkan PKL di Sepanjang Jalan Soekarno-Hatta

BALIKPAPAN-Tim gabungan dari unsur Kecamatan Balikpapan Utara (Balut), kelurahan se-Kecamatan…

Jumat, 22 Maret 2019 10:19

Disdag Tertibkan PKL di Kawasan Pasar

BALIKPAPAN– Penertiban gabungan dilakukan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, melalui Bidang…

Jumat, 22 Maret 2019 10:17

Banyak APK Tumbang Dibiarkan Timses

BALIKPAPAN- Banyaknya alat peraga kampanye (APK) yang tumbang di beberapa…

Jumat, 22 Maret 2019 10:15

Tabebuya Kuning Mulai Bersemi

BALIKPAPAN – Masa pancaroba kini terjadi di Kota Minyak. Setelah…

Kamis, 21 Maret 2019 10:43

Lepas dari Kemiskinan, Mulyati Keluar PKH

BALIKPAPAN - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan melalui Keluarga Penerima Manfaat…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Pemukiman Atas Air Kembangkan UMKM

BALIKPAPAN - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha produktif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*