MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Kamis, 08 November 2018 08:26
Pengerukan Pasir Pantai Dihentikan

Akses Perahu Terbuka, Nelayan Kembali Melaut

BANTU NELAYAN: Pengerukan yang dilakukan alat berat milik UPT DPU sejak sebulan lalu di Kampung Nelayan Damai membuahkan hasil, karena perahu nelayan kini bisa melaut.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –   Rutinitas pengerukan pasir pantai yang menghalangi akses perahu nelayan Damai, Balikpapan Kota oleh UPT DPU Balikpapan akhirnya disetop sementara. Ini dilakukan lantaran hamparan pasir sudah tidak menghambat aktivitas nelayan melaut. Sejak 1 Oktober lalu atau hampir sebulan lebih, pasir pantai menutup akses perahu nelayan.

Kepala UPT DPU Misransyah mengatakan, pengerukan terus dilakukan petugas dalam membantu kapal nelayan yang kandas di muara sungai. Namun saat ini, pengerukan disetop sementara. “Kami saat ini setop dulu,” kata Misransyah, Selasa (6/11) lalu.

Misransyah melanjutkan saat ini, nelayan telah beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengerukan, karena setiap kali air laut pasang kembali didapati hamparan pasir yang menutup akses. Namun, diakuinya diperlukan siring penahan tanah.

“Kami keruk dan saat air pasang kembali terdapat hamparan pasir kembali. Lebih bagus kalau dibuatkan siring penahan tanah. Tapi, bukan yang dari kayu,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya tetap melakukan pengerjaan hingga nelayan dapat turun melaut tanpa masalah pendangkalan sungai kembali. Karena, meskipun saat ini telah dapat melaut, alangkah lebih baiknya kalau tidak terjadi masalah seperti semulanya.

 “Bagus kalau ada penahan tanah. Jadi kami keruk lalu ada penahannya pasti tanah tersebut tak turun lagi. Namun, pembuataan penahan tanah bukan di bidang UPT DPU. Kami hanya dapat membantu pengerukan saja,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Trantib dan LH Damai, Sutarto mengatakan, nelayan telah dapat turun ke laut. Namun, untuk sementara waktu pengerjakan pengerukan disetop sementara, karena dengan besarnya gelombang. “Saat ini, nelayan sudah melaut sekitar dua minggu, termasuk kapal berukuran kecil dan besar,” pungkas Sutarto. (m-1/rus)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:46

Kariangau Kembangkan Wisata Baru

BALIKPAPAN - Sampai saat ini dampak dari tumpahan minyak beberapa…

Senin, 22 Juli 2019 10:45

Tanah Milik Warga GSB Belum Dapat Ganti Rugi

BALIKPAPAN - Permasalahan tanah masih sering terjadi di lingkungan masyarakat.…

Senin, 22 Juli 2019 10:44

Warga RT 32 Klandasan Ilir Giat KBM

BALIKPAPAN- Warga RT 32 Keluruhan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, melaksanakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:43

Berharap Sedimen Drainase Dikeruk

BALIKPAPAN- Drainase yang berada di sepanjang Jalan Mulawarman, Kelurahan Sepinggan,…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:44

Bantuan Pakaian Layak Pakai Disetop, Korban Kebakaran Butuh Ini....

BALIKPAPAN- Pasca kebakaran yang terjadi di Jalan Sumber Sari RT…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:43

Sarang Tawon Bikin Cemas Warga

BALIKPAPAN– Warga atau pun pedagang kaki lima (PKL) yang berada…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:41

Segera Di-Launching Kampung Wisata Edukasi Kang Bejo

BALIKPAPAN - Dalam waktu dekat ini Kampung Wisata Edukasi yang…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:40

Bikin Kampung KB Lebih Berwarna

BALIKPAPAN - Kelurahan Marga Sari, Balikpapan Barat menggelar Kerja Bakti…

Jumat, 19 Juli 2019 10:10

Tumpukan Sampah Rusak Eksotis Pantai Manggar

BALIKPAPAN– Kondisi destinasi wisata favorit masyarakat Kota Beriman, Pantai Segara…

Jumat, 19 Juli 2019 10:09

Ketua RT Patut Beri Informasi

BALIKPAPAN– Hujan deras masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*