MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 19 November 2018 09:41
Rupiah Menguat, Pemerintah dan BI Harus Tetap Antisipatif

PROKAL.CO, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menguat sejak awal pekan ketiga November 2018. Meski begitu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diminta harus tetap antisipatif. Akhir pekan kedua November 2018, rupiah digambarkan sebagai valuta paling perkasa di Asia karena mengalami penguatan sampai 70 poin, atau 0,48% terhadap dolar AS. Pada Jumat (16/11), nilai tukar rupiah sudah memasuki level Rp 14.595 dan Rp 14.665.

"Nilai tukar valuta masih akan fluktuatif karena pasar uang terus dibayang-bayangi oleh rencana bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), menaikkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR), hingga 2019 mendatang," ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Proses penguatan nilai tukar rupiah saat ini tentu tak bisa dilepaskan dari langkah BI menaikkan bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen, belum lama ini. Namun, proses penguatan rupiah saat ini diasumsikan temporer. Rupiah – dolar AS pada dasarnya belum menemukan keseimbangan baru, terutama karena Fed masih akan menaikkan bunga acuan ke level 3,25 persen hingga 2019, dari posisi dua persen saat ini.

"Memang, proses penguatan rupiah saat ini berhasil menumbuhkan optimisme berbagai kalangan. Namun, nilai tukar valuta diperkirakan masih akan fluktuatif karena pasar masih terus mengantisipasi langkah-langkah the Fed berikutnya," tutur pria yang karib disapa Bamsoet ini.

Karena itu, pemerintah dan BI diharapkan selalu antisipatif menghadapi potensi gejolak nilai tukar di pasar uang. Diyakini bahwa baik BI maupun pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipatif guna meminimalisir potensi arus keluar dana asing (Capital outflow).

Namun, jauh lebih penting adalah menyiapkan efektivitas strategi berkomunikasi dengan publik agar depresiasi rupiah berikutnya dan capital outflow tidak menimbulkan kegelisahan publik.

"Ketika perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian seperti sekarang ini, menjaga optimisme publik menjadi sangat penting. Selain adanya potensi gejolak nilai tukar valuta, perekonomian global terus diganggu oleh perang dagang AS versus Tiongkok. Apalagi, perang dagang bisa melebar jika AS juga membidik Jepang," tandasnya.(jpnn/cal)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:59

BPS Balikpapan Nilai Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat

BALIKPAPAN- Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan,…

Senin, 22 Juli 2019 10:57

Unjuk Kekuatan Jumlah Pengguna

BALIKPAPAN - Mengulang kesuksesan Begasing Honda Vario yang digelar tahun…

Senin, 22 Juli 2019 10:56

Sambut Bulan Dzulhijah di Kampung Halaman Bersama Dharma Lautan Utama

BALIKPAPAN - Berbagai kegiatan religi yang dilakukan guna menyambut bulan Dzulhijah.…

Sabtu, 20 Juli 2019 22:42

Tank Damkar Berinovasi Baru, Bisa Mengapung dan Masuk Hutan

JAKARTA -- Perusahaan terkemuka dalam negeri, PT Sena Sanjaya Makmur…

Jumat, 19 Juli 2019 14:19

Menginap di Hotel HER Serasa di Eropa

BALIKPAPAN– Sejumlah negera di Eropa terkenal memiliki ciri khas desain…

Kamis, 18 Juli 2019 11:31

Harga Cabai Mulai Menanjak

BALIKPAPAN- Harga cabai kembali bergerak naik. Menyentuh Rp 40 ribu…

Rabu, 17 Juli 2019 14:09

PCX Amazing Race ala Astra Motor Balikpapan

BALIKPAPAN-Astra Motor Balikpapan selaku main dealer Honda area Balikpapan, Penajam…

Selasa, 16 Juli 2019 13:34

Telkom Digitalkan Fun Bike Indihome Gathering Community

BALIKPAPAN-Dalam rangka memeriahkan HUT ke-54 sekaligus memperkuat layanan kepada pelanggan…

Selasa, 16 Juli 2019 13:32

Harga Cabai Rawit Merangkak Naik

BALIKPAPAN - Masuk bulan Juli, stok kebutuhan pokok di Balikpapan…

Jumat, 12 Juli 2019 11:05

Beber Manfaat Hulu Migas Terhadap Perekonomian

BALIKPAPAN-Sektor hulu minyak dan gas bumi (Migas) dianggap masih memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*