MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 19 November 2018 09:41
Rupiah Menguat, Pemerintah dan BI Harus Tetap Antisipatif

PROKAL.CO, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menguat sejak awal pekan ketiga November 2018. Meski begitu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diminta harus tetap antisipatif. Akhir pekan kedua November 2018, rupiah digambarkan sebagai valuta paling perkasa di Asia karena mengalami penguatan sampai 70 poin, atau 0,48% terhadap dolar AS. Pada Jumat (16/11), nilai tukar rupiah sudah memasuki level Rp 14.595 dan Rp 14.665.

"Nilai tukar valuta masih akan fluktuatif karena pasar uang terus dibayang-bayangi oleh rencana bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), menaikkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR), hingga 2019 mendatang," ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Proses penguatan nilai tukar rupiah saat ini tentu tak bisa dilepaskan dari langkah BI menaikkan bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen, belum lama ini. Namun, proses penguatan rupiah saat ini diasumsikan temporer. Rupiah – dolar AS pada dasarnya belum menemukan keseimbangan baru, terutama karena Fed masih akan menaikkan bunga acuan ke level 3,25 persen hingga 2019, dari posisi dua persen saat ini.

"Memang, proses penguatan rupiah saat ini berhasil menumbuhkan optimisme berbagai kalangan. Namun, nilai tukar valuta diperkirakan masih akan fluktuatif karena pasar masih terus mengantisipasi langkah-langkah the Fed berikutnya," tutur pria yang karib disapa Bamsoet ini.

Karena itu, pemerintah dan BI diharapkan selalu antisipatif menghadapi potensi gejolak nilai tukar di pasar uang. Diyakini bahwa baik BI maupun pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipatif guna meminimalisir potensi arus keluar dana asing (Capital outflow).

Namun, jauh lebih penting adalah menyiapkan efektivitas strategi berkomunikasi dengan publik agar depresiasi rupiah berikutnya dan capital outflow tidak menimbulkan kegelisahan publik.

"Ketika perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian seperti sekarang ini, menjaga optimisme publik menjadi sangat penting. Selain adanya potensi gejolak nilai tukar valuta, perekonomian global terus diganggu oleh perang dagang AS versus Tiongkok. Apalagi, perang dagang bisa melebar jika AS juga membidik Jepang," tandasnya.(jpnn/cal)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 27 Februari 2019 09:53

Mahasiswa Uniba Sosialisasi Penanggulangan Bencana Longsor

BALIKPAPAN-Mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba)  yang sedang menjalankan kuliah kerja nyata…

Rabu, 27 Februari 2019 09:52

Astra Motor Gelar Workshop Digital dan Jurnalistik

BALIKPAPAN– Memasuki era digital di tahun 2019, Astra Motor Balikpapan…

Rabu, 27 Februari 2019 09:51

SD Patra Dharma 1 Khataman dan Wisuda Al Quran

BALIKPAPAN--Pada Minggu (24/2) SD Patra Dharma 1 Balikpapan melaksanakan acara…

Rabu, 27 Februari 2019 09:49

Promo Honda PATEN

BAGI pengunjung Rapak Plaza Balikpapan,  jangan lewatkan kesempatan promo pembelian…

Rabu, 06 Februari 2019 12:06

Dewa Rezeki Diserbu Anak-anak

BALIKPAPAN -Malam perayaan Chinese New Year 2570 di ball room…

Rabu, 06 Februari 2019 12:05

Harga Sayur Mayur Masih Stabil

BALIKPAPAN-Saat libur Imlek (5/2) kemarin, harga sayur mayur di pasar…

Selasa, 05 Februari 2019 17:09

Kunjungi Imlek Sale Ramayana

MOMENT libur Tahun Baru China atau dikenal  Imlek yang jatuh…

Selasa, 05 Februari 2019 17:07

SOGO Dept Store Bagi-Bagi Angpao Imlek

BALIKPAPAN - SOGO Department Store di Pentacity Shopping Venue, Balikpapan…

Jumat, 01 Februari 2019 12:07

Petik Angpao Berhadiah di Caribbean

BALIKPAPAN - Taman air terbesar di Indonesia Timur, Caribbean Island…

Jumat, 01 Februari 2019 12:03

Wawali Berangkatkan 15 Jamaah

BALIKPAPAN-Melalui program Umrah Gratis Rahmad Mas'ud Center (RMC) periode tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*