MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 19 November 2018 09:42
Dinas Perkebunan Dorong Diversifikasi Energi lewat POME

Rea Kaltim Klaim Hemat Konsumsi Solar Rp 25 Miliar per Tahun

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sebagai provinsi penghasil minyak sawit terbesar, Kaltim tengah bertransformasi menuju optimalisasi pemanfaatan bioenergi untuk meningkatkan ketahanan energi melalui diversifikasi. Palm Oil Mill Effluent (POME) yang merupakan air buangan yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit (PKS) teridentifikasi sebagai sumber yang menjanjikan untuk diolah menjadi bioenergi.

PKS PT Rea Kaltim Plantaions berhasil membuktikan. Mengubah POME menjadi sumber energi listrik. Hasilnya, tidak saja untuk internal perusahaan, tapi juga mengalir ke rumah-rumah warga di lingkungan perusahaan. "Semula POME menjadi sumber masalah perusahaan kepada masyarakat. Sekarang jadi sumber energi listrik otomatis dengan adanya proyek ini, masalah lingkungan terselesaikan," ujar Manager Biogas, Takbir saat temu media di ajang Lokakarya Potensi dan Prospek Pengembangan Bioenergi Berbasis Limbah Sawit di Kaltim yang dihelat di Hotel Le Grandeur, akhir pekan lalu.

POME merupakan limbah cair yang menjadi perhatian PKS, berasal dari kondensat rebusan, air hidrosiklon, dan sludge separator. Setiap ton tandan buah segar (TBS) yang diolah akan terbentuk sekitar 0,6 hingga 1 meter kubik (m3) POME. Konon, POME kaya akan karbon organik dengan nilai COD lebih 40 g/L dan kandungan nitrogen sekitar 0,2 dan 0,5 g/L sebagai nitrogen ammonia dan total nitrogen. Sumber POME pun berasal dari unit pengolahan yang berbeda. Dan POME merupakan limbah terbesar dibanding limbah lainnya seperti limbah padat yang cenderung mudah diolah dan memiliki nilai ekonomis tersendiri.

Adapun Rea Kaltim berlokasi di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim dengan luas kebun yang tertanam sekitar 32 ribu hektare dan memiliki 3 PKS. Dua diantaranya berkapasitas 80 ton TBS per jam dan 1 PKS dengan kapasitas 40 ton TBS per jam.

Disebutkan, saat ini ada dua plant pembangkit yang dibangun tahun 2009 dengan nilai investasi masing-masing plant sebesar Rp 50 miliar. Dengan total daya saat ini sebesar 7 megawatt (Mw). Kedua plant yang dimaksud yakni plant Cakra beroperasi April 2012 dengan daya 2 Mw dan tahun 2014 menebal menjadi 4 Mw. Total limbah yang terpakai di plant tersebut sebanyak 97 persen.

Plant kedua yakni Perdana dengan daya 3 megawatt dari sebelumnya hanya 2 megawatt. Dengan total limbah yang terserap sebanyak 85 persen. "Saat kami mulai mengandalkan pasokan listrik dari kedua plant, kami dapat menghemat konsumsi solar Rp 2 miliar per bulan di tahun pertama dan saat ini hemat Rp 25 miliar per tahun," jelas Takbir.

Maklum saja karena jauh dari jangkauan jaringan listrik, pihaknya mengandalkan solar untuk operasional. Mulai mesin generator maupun kendaraan.

Setelah sukses memastikan ketahanan energi di lingkungan kerjanya, tahun 2015 perusahaan bekerja sama dengan PLN sebagai pemasok untuk selanjutnya menerangi ke rumah-rumah. Dengan komposisi 65 persen untuk konsumsi perusahaan dan 35 persen untuk masyarakat.

Disebutkan, total ada 6.671 rumah tangga tersebar di tiga kecamatan yang menikmati listrik hasil produksi perusahaan. "MoU dengan PLN sebesar 3 megawatt dengan harga Rp1.050 per kWh (kilowatt-hour, Red) namun hingga kini baru 2 megawatt yang terpakai. Artinya kalau PLN mau ekspansi pelanggan, daya yang kami komersilkan ke PLN masih cukup," ungkapnya.

Pasokan listrik yang mengalir hingga ke masyarakat pun tak sekadar menerangi tapi juga menjadi pengobat karena kabarnya warga sekitar sejak lama tidak terjangkau listrik. "Ini bagian dari CSR perusahaan sekaligus bonus (karena ada rupiah yang didapat dari kerja sama dengan PLN)," paparnya kemudian. Sekalipun nilai tawar yang didapat diklaim tidak sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 12 tahun 2017 tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan (EBT) untuk penyediaan listrik. "Kalau dari ketentuan itu tarif yang dapat minimal Rp2.100 per kWh," imbuhnya.

Melihat keberhasil teknologi yang dikembangkan, pihak berencana mengolah POME yang belum terpakai untuk menjadi energi gas. Sebagai bahan bakar pengganti untuk kendaraan operasional. "Saat ini ada 700 kendaraan operasional, semuanya menggunakan solar. Kalau proyek ini berhasil, penghematan yang didapat semakin besar," urainya.

Penggunaan biogasnya ditarget sebesar 70 persen. Namun ia tak menampik, investasi yang ditanam cukup besar. "Rp 60 miliar terdiri teknologi dan alat converter kit untuk kendaraan," terangnya.

Terkait diversifikasi energi yang dikembangkannya yang disertai prospek menjanjikan, Kabid Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Kaltim Helmy Herdianto mengatakan pemanfaatan POME oleh PKS sebagai sumber energi baru, belum menggembirakan. "Dari total 78 pabrik minyak kelapa sawit, baru 5 perusahaan yang memanfaatkan," ucap Takbir.

Besarnya jumlah investasi yang harus ditanam menjadi pertimbangan. Apalagi kabarnya, ada juga sejumlah PKS yang gagal mengembangkan karena berbagai kendala. "Lewat ajang ini kami berharap semakin banyak PKS yang memanfaatkan produk turunan olahan sawit seperti POME," harapnya.

Terkait bayangan kegagalan, Takbir tidak menampiknya. "Kami pun waktu mengembangkan teknologi ini bisa dibilang berjudi, uang Rp 50 miliar kami anggap dibuang percuma karena waktu itu belum banyak ahli biogas sehingga kegagalan dalam mengembangkan teknologi bisa saja terjadi," pungkas Takbir. (dra/cal)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 07:45

Penjualan Otomotif Membaik

JAKARTA   –   Pasar otomotif sepanjang tahun ini diprediksi membaik.…

Rabu, 12 Desember 2018 07:44

Hingga Akhir 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor

JAKARTA   -   Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir…

Rabu, 12 Desember 2018 07:42

Penerimaan Pajak Masih Kurang 20 Persen

JAKARTA   -   Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:41

Potensi Belum Tergarap Optimal

SURABAYA   –   Bisnis maritim Indonesia hingga kini menjadi…

Selasa, 11 Desember 2018 07:43

Ajak Masyarakat Move On hingga Resmikan Depot Avtur

BALIKPAPAN  -  Di tengah momentum peringatan HUT ke-61, PT Pertamina…

Selasa, 11 Desember 2018 07:40

Momen Dongkrak Pendapatan

BALIKPAPAN   -   Momen perayaan Natal dan Tahun Baru…

Senin, 10 Desember 2018 07:45

Yamaha FreeGo, Era Baru Motor Matic

BALIKPAPAN  -  Setelah menggemparkan pasar motor matic tambun lewat produk…

Senin, 10 Desember 2018 07:43

Ekspor Nanas 2018 Capai 11 Ribu Ton

JAKARTA   -  Komoditas unggulan subsektor hortikultura salah satunya nanas.…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:27

Natal dan Tahun Baru, Pasokan dan Harga Cabai Aman

JAKARTA   -   Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjamin…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:26

Garuda Indonesia Operasikan Layanan Penerbangan Vintage

JAKARTA  -  Maskapai Garuda Indonesia mulai hari ini resmi melayani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .