MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 20 November 2018 09:12
Tiga Kelurahan Deklarasikan Bebas BAB
SANITASI: Tiga kelurahan yang mendeklarasikan bebas buang air besar sembarangan. (ATO/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak tiga kelurahan mendeklarasikan kelurahan bebas dari perilaku buang air besar (BAB) sembarangan, Minggu (17/11). Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Balerina, ketiga kelurahan tersebut adalah Sumber Rejo Balikpapan Tengah, serta Gunung Samarinda dan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara.

“Prinsip program ini, pemerintah Indonesia sedang menggalakkan program sanitasi lingkungan sebagai fondasi untuk penyakit berbasis lingkungan,” kata Balerina, kemarin.

Adapun penyakit berbasis lingkungan itu, di antaranya, penyakit karena kurangnya air bersih, perilaku tidak biasa mencuci tangan dengan baik, dan tidak adanya jamban. “Program ini namanya sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Pendekatannya dengan menggerakkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Terutama untuk kesehatan lingkungannya STBM memiliki lima pilar,” ucapnya.

Lanjut Balerina, untuk mendukung program tersebut dibutuhkan lima pilar itu, yakni setop buang air besar sembarangan, cuci tangan menggunakan sabun, pengolahan makanan dan air minum bersih di rumah tangga, pemilahan sampah rumah tangga, dan terakhir pemilahan limbah cair rumah tangga.

“Di Balikpapan, sekarang kami fokus pada pilar pertama, yaitu mengupayakan masyarakat setop buang air besar sembarangan,” tegasnya.

Tidak hanya ketiga kelurahan tersebut, lanjutnya, seluruh kelurahan di Balikpapan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) wali kota harus tuntas dan memiliki jamban.

“Kami mulai bertahap untuk Kota Balikpapan sudah ada enam kelurahan yang dideklarasikan, tiga lainnya Sungainangka, Sepinggan, dan Damai Baru yang lebih dulu sudah bebas buang air sembarangan,” akunya.

Untuk bisa sampai tahap deklarasi, setiap kelurahan harus melalui proses yang cukup panjang. Proses itu dimulai dari pendataan rumah ke rumah yang dilakukan puskesmas melalui program keluarga sehat.

Setelah dilakukan survei, DKK kemudian menemukan data rumah mana saja yang belum memiliki jamban atau septic tank. Setelah itu dilakukan pendataan dan proses pemicuan.

“Pemicuan ini teman-teman puskesmas juga bersama kelurahan mengumpulkan masyarakat. Dilakukan penyuluhan untuk menggerakkan masyarakat,” katanya.

Sedangkan pemicuan adalah bagaimana caranya agar masyarakat bisa melakukan perbaikan dan pengadaan jamban. Kemudian dilakukan intervensi pengadaan jamban yang diharapkan pengadaannya dari pemberdayaan masyarakat, bukan dari pemerintah.

“Jadi, lurah dan camat bisa mencari bantuan CSR atau bisa melakukan iuran, seperti arisan untuk jamban. Intinya, permasalahan ini ditangani dengan upaya pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Setelah proses pemasangan jamban dilakukan, lurah ataupun camat akan melakukan verifikasi. Selanjutnya masuk tahap deklarasi. “Deklarasi itulah yang seperti tadi dilaksanakan tiga kelurahan. Kami berharap ke depannya 34 kelurahan yang ada di Balikpapan bisa ikut mendeklarasikan bebas buang air besar sembarangan,” bebernya.

Dalam pelaksanaannya diakui DKK pasti ada beberapa kesulitan atau kendala secara teknis. Kendala itu, contohnya, yang terjadi di perumahan atas air. Untuk pembangunan jamban membutuhkan teknologi.

“Selain itu, juga rumah yang tinggal dekat sekali dengan parit dan tebing. Kalau seperti itu ‘kan sulit, maka kami harus membahas bersama lintas sektoral seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) karena berhubungan dengan pekerjaan fisik, dan domainnya di luar kesehatan” urainya.

Di antara program bantuan dalam pengadaan jamban yang telah dilaksanakan, seperti bantuan dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), juga ada dari Kodam VI/Mulawarman.

“Kami harapkan jika ada pihak swasta yang ingin memberi bantuan, mohon dikomunikasikan ke DKK supaya bisa mengarahkan tepat sasaran,” pungkasnya. (dan/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 14:43

Pemkot Tunggu Kepastian Gubernur

BALIKPAPAN-Pemanfaatan lahan eks Puskib di Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah,…

Rabu, 20 Februari 2019 14:43

KPU Buka Posko hingga Malam Hari

BALIKPAPAN-Untuk melayani pemilih tambahan agar terdaftar pada daftar pemilih tambahan…

Rabu, 20 Februari 2019 14:42

Umat Konghucu Doakan Balikpapan Tetap Kondusif

BALIKPAPAN-Mengakhiri Imlek 2570, umat Konghucu Balikpapan merayakan Cap Go Meh…

Rabu, 20 Februari 2019 14:40

28 Februari, Wali Kota Tetapkan Direktur Operasional Perusda

BALIKPAPAN-Seleksi untuk mengisi jabatan direktur operasional Perusahaan Daerah (Perusda) Kota…

Rabu, 20 Februari 2019 14:39

Dewan Warning Kontraktor Proyek Jembatan Kembar

SAMARINDA-Pembangunan Jembatan Kembar harus rampung akhir Februari ini. Pasalnya, selain…

Rabu, 20 Februari 2019 14:38

Penerapan UMK 2019 Berjalan Mulus

BALIKPAPAN-Upah minimum kota (UMK) tahun 2019 ditetapkan Gubernur Isran Noor…

Rabu, 20 Februari 2019 14:22

Dewan Minta Pelayanan Puskesmas Dimaksimalkan

BALIKPAPAN-Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pinggiran seperti…

Selasa, 19 Februari 2019 15:30

Genjot PAD, Komisi II Usulkan Adopsi Laskar Pajak

BALIKPAPAN-Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Ketua Komisi II DPRD…

Selasa, 19 Februari 2019 15:29

Wali Kota Koordinasi dengan Instansi Terkait

BALIKPAPAN-Wali Kota Rizal Effendi angkat bicara soal aktivitas pembangunan ruko…

Selasa, 19 Februari 2019 15:28

Lahan Milik Pertamina, Warga Gunung Teknik Sulit Difasilitasi Pemkot

BALIKPAPAN-Aliran listrik dan air bersih di kawasan Gunung Teknik, Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*