MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Selasa, 20 November 2018 09:57
Betah di Zona Nyaman

Tantangan LPEI Ajak Pelaku Usaha Naik Kelas

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Betah di zona nyaman, satu dari sejumlah karakter pelaku usaha yang membuat kinerja Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (IEB) wilayah Kalimantan, belum optimal. Utamanya di segmen usaha skala menengah.

"Cepat puas, sudah nyaman dengan volume usaha yang ada sekarang sehingga malas diajak naik kelas. Padahal peluangnya besar," kata Kepala Cabang Taufiqurrahman dijumpai di kantornya, Panin Tower, Senin (19/11).

Dia mencontohkan, salah satu pelaku usaha hasil laut kualitas ekspor. Dibanding menjadi eksportir justru memilih mempertahankan posisi sebagai pemasok bagi perusahaan ekspor di luar daerah.

"Enggak mau repot. Padahal kami melihat potensinya besar," paparnya.

LPEI memiliki empat layanan dalam mendukung ekspor nasional. Meliputi pembiayaan bagi eksportir dan importir barang dan jasa Indonesia, di luar negeri. Baik pembiayaan korporasi maupun bagi UKM. Layanan berikutnya yakni penjaminan bagi bank dan penjaminan dalam rangka pelaksana proyek. Asuransi dan reasuransi atas risiko kegagalan ekspor, gagal bayar, investasi di luar negeri hingga risiko politik di negara tujuan ekspor. Terakhir yakni jasa konsultasi termasuk pembinaan. Bahkan tak jarang pihaknya menggelontorkan bantuan peralatan untuk menunjang bisnis debiturnya.

Disebutkan hingga saat ini penyaluran pinjaman atau outstanding loan (OSL) hanya Rp 250 miliar di wilayah kerjanya. Dengan total hanya tiga debitur. Satu di antaranya merupakan usaha skala menengah sedangkan sisanya didominasi segmen korporasi. Masing-masing petani perkebunan kelapa sawit di Pontianak, pabrik pupuk di Palangkaraya dan pabrik pasir zircon di Sampit.

"Skala usaha menengah yang ingin kami tumbuhkan agar (perekonomian) merata. Tidak hanya pelaku usaha yang mengekspor produknya langsung tapi juga pelaku usaha penunjang kegiatannya, yang orientasinya untuk ekspor. Seperti petani sawit yang menjual hasil ke pabrik, sub kontraktor batu bara dan migas, masih banyak lagi," urainya.   

Apalagi rencana pengembangan kilang minyak PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) V melalui Refinery Development Masterplan Program (RDMP) akan dimulai. Itu merupakan peluang bagi pelaku usaha penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

Lanjut dia menerangkan, performa di wilayah kerjanya berbanding terbalik dengan di Pulau Jawa. "Di sana, hal yang biasa bahwa pelaku usaha menengah pinjamannya Rp 1 miliar hingga Rp 200 miliar. Bahkan ada yang berhasil kami besarkan dari pinjaman pertama Rp 3 miliar sekarang kreditnya sudah Rp 30 miliar," akunya.

Tak heran bila Jawa menempati urutan pertama daerah dengan serapan kredit terbesar yang diikuti dengan volume ekspor yang juga tinggi. Makassar duduk diurutan kedua mengalahkan Medan, kota terbesar di luar Jawa. Keberhasilan program pelayaran internasional secara langsung (Direct Call) dari Makassar sejak tahun 2015 lalu yang melatarbelakangi tingginya angka ekspor dan melahirkan eksportir baru di wilayah tersebut.

Namun ia tidak menampik, tidak sedikit pelaku usaha berbasis ekspor yang mengandalkan pembiayaan dari bank umum atau pun perbankan syariah. "Karena kami bukan bank tidak mungkin kami bersaing di ranah itu. Justru yang kami lihat potensinya, selama itu prospektif kami akan biayai, jaminannya proyek yang sedang dikerjakan atau bekerja sama dengan pabrik yang membeli produknya, pelaku usaha cukup meningkatkan volume produksinya," terangnya memberi gambaran.

Adapun di Kalimantan, batubara, migas, perkebunan dan perikanan merupakan sektor usaha berbasis ekspor yang paling menjanjikan.

Untuk memacu pemanfaatan layanannya, pihak melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha secara agresif. Mulai peluang ekspor hingga (dra/vie)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 08:03

Tiket Mahal Diprediksi Awet hingga Juni

BALIKPAPAN   -  Hingga Juni mendatang, ada berbagai momentum yang…

Selasa, 15 Januari 2019 08:01

Tiket Pesawat Melambung, Kapal Laut Menuju Masa Keemasan Lagi

BALIKPAPAN   -  Bukan rahasia lagi jika selama ini penumpang…

Selasa, 15 Januari 2019 08:00

HERO Supermarket Tutup 26 Toko

JAKARTA   -  Supermarket HERO telah menutup 26 toko di…

Selasa, 15 Januari 2019 07:58

Pengamat: Kondisi BUMN Sedang Memprihatinkan

JAKARTA   -  Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo…

Selasa, 15 Januari 2019 07:58

Ivanka Trump Berpotensi Jadi Presiden Bank Dunia

JAKARTA   -  Posisi Presiden Bank Dunia kini masih kosong…

Senin, 14 Januari 2019 08:31

Kredit Motor dan Mobil DP 0 Persen, Pembiayaan Masih Pikir-Pikir

BALIKPAPAN  -  Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin kredit kendaraan…

Senin, 14 Januari 2019 08:29

CSR Pegadaian, IIKP Santuni Anak Yatim dan Lansia

BALIKPAPAN   -  Melalui program peduli, Ikatan Istri Karyawan PT…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:42

Lion Air Layani Rute Samarinda-Surabaya

SAMARINDA   –   Rute Lion Samarinda-Surabaya kini telah hadir di…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:40

Angkasa Pura Dorong Rute ke Daerah Wisata

BALIKPAPAN  -  PT Angkasa Pura Airport (Persero) I cabang Bandara…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:39

Sawit Kena Kampanye Hitam

JAKARTA   -   Produk sawit asal Indonesia terus-terusan diserang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*