MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Selasa, 20 November 2018 09:57
Betah di Zona Nyaman

Tantangan LPEI Ajak Pelaku Usaha Naik Kelas

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Betah di zona nyaman, satu dari sejumlah karakter pelaku usaha yang membuat kinerja Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (IEB) wilayah Kalimantan, belum optimal. Utamanya di segmen usaha skala menengah.

"Cepat puas, sudah nyaman dengan volume usaha yang ada sekarang sehingga malas diajak naik kelas. Padahal peluangnya besar," kata Kepala Cabang Taufiqurrahman dijumpai di kantornya, Panin Tower, Senin (19/11).

Dia mencontohkan, salah satu pelaku usaha hasil laut kualitas ekspor. Dibanding menjadi eksportir justru memilih mempertahankan posisi sebagai pemasok bagi perusahaan ekspor di luar daerah.

"Enggak mau repot. Padahal kami melihat potensinya besar," paparnya.

LPEI memiliki empat layanan dalam mendukung ekspor nasional. Meliputi pembiayaan bagi eksportir dan importir barang dan jasa Indonesia, di luar negeri. Baik pembiayaan korporasi maupun bagi UKM. Layanan berikutnya yakni penjaminan bagi bank dan penjaminan dalam rangka pelaksana proyek. Asuransi dan reasuransi atas risiko kegagalan ekspor, gagal bayar, investasi di luar negeri hingga risiko politik di negara tujuan ekspor. Terakhir yakni jasa konsultasi termasuk pembinaan. Bahkan tak jarang pihaknya menggelontorkan bantuan peralatan untuk menunjang bisnis debiturnya.

Disebutkan hingga saat ini penyaluran pinjaman atau outstanding loan (OSL) hanya Rp 250 miliar di wilayah kerjanya. Dengan total hanya tiga debitur. Satu di antaranya merupakan usaha skala menengah sedangkan sisanya didominasi segmen korporasi. Masing-masing petani perkebunan kelapa sawit di Pontianak, pabrik pupuk di Palangkaraya dan pabrik pasir zircon di Sampit.

"Skala usaha menengah yang ingin kami tumbuhkan agar (perekonomian) merata. Tidak hanya pelaku usaha yang mengekspor produknya langsung tapi juga pelaku usaha penunjang kegiatannya, yang orientasinya untuk ekspor. Seperti petani sawit yang menjual hasil ke pabrik, sub kontraktor batu bara dan migas, masih banyak lagi," urainya.   

Apalagi rencana pengembangan kilang minyak PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) V melalui Refinery Development Masterplan Program (RDMP) akan dimulai. Itu merupakan peluang bagi pelaku usaha penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

Lanjut dia menerangkan, performa di wilayah kerjanya berbanding terbalik dengan di Pulau Jawa. "Di sana, hal yang biasa bahwa pelaku usaha menengah pinjamannya Rp 1 miliar hingga Rp 200 miliar. Bahkan ada yang berhasil kami besarkan dari pinjaman pertama Rp 3 miliar sekarang kreditnya sudah Rp 30 miliar," akunya.

Tak heran bila Jawa menempati urutan pertama daerah dengan serapan kredit terbesar yang diikuti dengan volume ekspor yang juga tinggi. Makassar duduk diurutan kedua mengalahkan Medan, kota terbesar di luar Jawa. Keberhasilan program pelayaran internasional secara langsung (Direct Call) dari Makassar sejak tahun 2015 lalu yang melatarbelakangi tingginya angka ekspor dan melahirkan eksportir baru di wilayah tersebut.

Namun ia tidak menampik, tidak sedikit pelaku usaha berbasis ekspor yang mengandalkan pembiayaan dari bank umum atau pun perbankan syariah. "Karena kami bukan bank tidak mungkin kami bersaing di ranah itu. Justru yang kami lihat potensinya, selama itu prospektif kami akan biayai, jaminannya proyek yang sedang dikerjakan atau bekerja sama dengan pabrik yang membeli produknya, pelaku usaha cukup meningkatkan volume produksinya," terangnya memberi gambaran.

Adapun di Kalimantan, batubara, migas, perkebunan dan perikanan merupakan sektor usaha berbasis ekspor yang paling menjanjikan.

Untuk memacu pemanfaatan layanannya, pihak melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha secara agresif. Mulai peluang ekspor hingga (dra/vie)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 27 Februari 2019 09:53

Mahasiswa Uniba Sosialisasi Penanggulangan Bencana Longsor

BALIKPAPAN-Mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba)  yang sedang menjalankan kuliah kerja nyata…

Rabu, 27 Februari 2019 09:52

Astra Motor Gelar Workshop Digital dan Jurnalistik

BALIKPAPAN– Memasuki era digital di tahun 2019, Astra Motor Balikpapan…

Rabu, 27 Februari 2019 09:51

SD Patra Dharma 1 Khataman dan Wisuda Al Quran

BALIKPAPAN--Pada Minggu (24/2) SD Patra Dharma 1 Balikpapan melaksanakan acara…

Rabu, 27 Februari 2019 09:49

Promo Honda PATEN

BAGI pengunjung Rapak Plaza Balikpapan,  jangan lewatkan kesempatan promo pembelian…

Rabu, 06 Februari 2019 12:06

Dewa Rezeki Diserbu Anak-anak

BALIKPAPAN -Malam perayaan Chinese New Year 2570 di ball room…

Rabu, 06 Februari 2019 12:05

Harga Sayur Mayur Masih Stabil

BALIKPAPAN-Saat libur Imlek (5/2) kemarin, harga sayur mayur di pasar…

Selasa, 05 Februari 2019 17:09

Kunjungi Imlek Sale Ramayana

MOMENT libur Tahun Baru China atau dikenal  Imlek yang jatuh…

Selasa, 05 Februari 2019 17:07

SOGO Dept Store Bagi-Bagi Angpao Imlek

BALIKPAPAN - SOGO Department Store di Pentacity Shopping Venue, Balikpapan…

Jumat, 01 Februari 2019 12:07

Petik Angpao Berhadiah di Caribbean

BALIKPAPAN - Taman air terbesar di Indonesia Timur, Caribbean Island…

Jumat, 01 Februari 2019 12:03

Wawali Berangkatkan 15 Jamaah

BALIKPAPAN-Melalui program Umrah Gratis Rahmad Mas'ud Center (RMC) periode tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*