MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 20 November 2018 10:13
Usai Ijab Kabul Dipisah, Nginap di Rumah Warga

Nikah Mubarokah Wujudkan Keluarga Samawa (Bagian-2)

JELANG IJAB KABUL: Dua santri mempelai pria yang bersiap mengikuti pernikahan mubarokah di Ponpes Hidayatullah pada Minggu (11/11).(DANI/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, Lulus dari steering committee selaku makcomblang, 43 pasang calon pengantin nikah mubarokah bakal melewati tahap karantina di asrama masing-masing dan mendapatkan pembekalan.

DANI/DIAH/BALPOS

TAHAP berikutnya penandatanganan calon sebagai pasangan pengantin. Para peserta diberitahu siapa pasangan mereka dan diumumkan sehari sebelum ijab kabul. Mereka akan menandatangani persetujuan atas pasangan yang telah dipilihkan oleh steering committee. Hanyadiberitahunama, tanpa foto calon pasangannya. Sementara untuk biaya administrasi pernikahan mubarokah ini dipatok Rp 3 juta. Biaya ini dibayarkan oleh calon mempelai pria.

Tiba pada tahap akhir, masing-masing pasangan pengantin akan dinikahkan. Prosesi pernikahan sesuai syariat Islam. Mempelai pria dan wanita dipisah. Namun, usai ijab kabul, mereka belum bisa bertemu. Mereka akan bertemu di “istana” sementara, yakni rumah warga yang telah ditentukan oleh panitia. Di sana, suami akan menyerahkan mahar.

“Di rumah warga yang ditentukan itu pula, mereka akan menginap beberapa hari. Mereka akan belajar dari pemilik rumah, bagaimana membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah,” kata Steering Committee Pernikahan Mubarokah, Husnaini Halim.

Secara terpisah, Ketua Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Abdul Ghofur Hadi menjelaskan bahwa tak mudah menyiapkan pernikahan mubarokah. “Minimal waktu yang dibutuhkan sekitar dua bulan,” sebut dia.

Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 11 Desember 1974 ini menambahkan, lamanya proses tersebut mengingat ada beberapa tahapan-tahapan yang harus dilalui. Mulai dari pencarian peserta dari Ponpes Hidayatullah di beberapa daerah, proses taaruf, hingga pelaksanaan kegiatan ijab kabulnya. Khusus taaruf yang dimaksud dalam nikah mubarokah, bukan santri putra taaruf kepada santri putri dan keluarganya.

“Taarufnya antara calon mempelai dengan panitia dan para guru dan santri-santri yang ada di sini. Karena, yang menikah bukan cuma dari santri sini saja, ada santri dari Hidayatullah cabang lainnya seperti Jakarta, Sulawesi Selatan, Aceh, Bali, bahkan Papua,” katanya.

Pada proses ini, calon mempelai dikorek pengetahuan agama mereka. Peserta akan memperkenalkan diri dan membeberkan motivasi mengikut nikah mubarokah.

“Santri juga akan ditanya harapannya dalam nikah mubarokah ini apa, ingin mendapat istri yang seperti apa,” kata Ghofur tersenyum.

Pria lulusan S-1 Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya ini kembali menjelaskan, proses lainnya, yakni penjajakan untuk menentukan pasangan hidup hingga proses karantina selama dua pekan sebelum menuju pernikahan yang diisi dengan kegiatan pembekalan.

“Mereka dibekali pengetahuan tentang kewajiban suami istri, cara membahagiakan pasangan, bagaimana mengatasi problematika keluarga, teori komunikasi bertemu dengan calon mertua, hingga menuju keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah,” terangnya.

Panjangnya proses yang dilalui para peserta, panitia menginginkan peserta yang dipasangkan tersebut sesuai dengan keinginan mereka. Dalam memilih peserta nikah mubarokah, panitia lebih mengutamakan para santri mereka dibandingkan dengan peserta luar ponpes. Hal ini tentu untuk mempermudah dalam proses mencari informasi dan mengorek peserta yang akan dinikahkan. 

“Kalau peserta dari luar ponpes, risikonya berat. Kami tidak tahu seluk-beluk mereka,” tandas Ghofur.

Peserta nikah mubarokah, tambahnya lagi, dilaksanakan sesuai aturan. Ada penghulu dan pastinya syar’i. Peserta yang diusulkan untuk dinikahkan juga memiliki usia yang cukup.

“Selama ini pasangan yang menikah rata-rata sudah matang, sekira 19-20 tahun untuk perempuannya dan untuk pria sekira 25-28 tahun,” sebut dia.

Selama menangani nikah mubarokah sejak tahun 2007, Ghofur pernah memasangkan peserta wanita yang usianya lebih tua dibandingkan peserta pria, yakni tahun 2015. Ghofur mempersatukan perempuan yang usianya 29 tahun, sementara usia yang laki-laki sekira 26 tahun. Keduanya disatukan dan dijelaskan siapa mereka masing-masing. Sedangkan tahun 2018 ini, rata-rata usia laki-laki lebih tua dibandingkan yang perempuan.

“Alhamdulillah, pasangannya bisa saling menerima. Meski usianya beda tak jadi masalah,” tutur dia.

Kegiatan pernikahan mubarokah ini sebagai bentuk perlawanan sekaligus tawaran solusi yang rill terhadap budaya masyarakat di sekitar pernikahan. Budaya yang berkembang di masyarakat, ada istilah berkenalan dan pacaran dalam jangka waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sebelum menikah. Alasannya untuk mengenal lebih dini dan agar tidak kecewa di kemudian hari. Namun, keadaannya terbalik, yaitu kebosanan yang akan timbul dan tidak langgeng hubungan keduanya.

“Yang lebih parah lagi menikah akibat kebablasan. Daripada malu lebih baik dinikahkan oleh pihak keluarganya,” pungkas Ghofur. (*)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 15:11

Demo Jilid Dua Berlangsung Damai

BALIKPAPAN-Nah, ini baru namanya kalangan intelektual. Setelah menggelar demo yang…

Selasa, 19 Februari 2019 15:08

Polda Lakukan Pemeriksaan

BALIKPAPAN-Warganet dihebohkan dengan sebuah video streaming warga yang mengeluh akibat…

Selasa, 19 Februari 2019 15:05

Cabut Izin Operasional Alfamidi

BALIKPAPAN-Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Muhammad Taqwa kecewa dengan tidak…

Senin, 18 Februari 2019 11:37

Diduga Bocor, Pejudi Sabung Ayam Kabur

BALIKPAPAN-Pemberantasan perjudian terus dilakukan jajaran kepolisian. Kali ini, tim Unit…

Senin, 18 Februari 2019 11:35

Alfamidi Lagi-lagi Bandel, Janji Tepati Waktu

BALIKPAPAN-Penegakan aturan di Kota Beriman tajam ke bawah tapi tumpul…

Senin, 18 Februari 2019 11:33

Motor “Doraemon” Dibawa Kabur

BALIKPAPAN-Modus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) semakin canggih. Baru-baru ini, motor…

Senin, 18 Februari 2019 11:31

Truk Masuk Jurang, Suami Menghilang

BALIKPAPAN-Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan unggahan salah satu akun…

Senin, 18 Februari 2019 11:29

Gila! Jual Sabu di Dekat Asrama Perwira Polisi

BALIKPAPAN-Penjual sabu bernama Kadir tergolong nekat. Bayangkan saja, warga Jalan…

Senin, 18 Februari 2019 11:22

Pelaku Bobol Rumah Ternyata Residivis

BALIKPAPAN-Pemeriksaan terhadap tersangka Krisna Ridho Fuadi (25) terus dilakukan penyidik…

Senin, 18 Februari 2019 11:20

Polisi Lacak Keberadaan Pembonceng IRT Tewas

BALIKPAPAN-Kecelakaan maut pada Rabu (13/2) lalu di Jalan Soekarno-Hatta Km…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*