MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 20 November 2018 10:25
Kecewa Antrean Solar Tak Ada Solusi, Aptrindo Ancam Mogok Kerja
-

PROKAL.CO, BALIKPAPN - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengancam akan mogok kerja bila antrean panjang solar di sejumlah SPBU di Kota Minyak masih terjadi. Mereka mengeluhkan panjangnya antrean solar yang sudah berlangsung selama tiga minggu.

Antrean panjang solar disebabkan adanya penutupan SPBU di Km 9, sehingga mereka harus berpindah mengisi solar di SPBU Km 14 dan SPBU Kebun Sayur. Di Balikpapan Barat, SPBU Kebun Sayur hanya buka sampai pukul 22.00 Wita. Dari sini, Aptrindo meminta pihak Pertamina dan pemkot untuk membuka SPBU Km 4 untuk pengisian solar para truk.

“Sekarang ini SPBU Km 9 belum bisa terealisasi pengoperasiannya, jadi kami minta pemkot dan Pertamina membuka SPBU Km 4 biar nggak antre. SPBU di Kebun Sayur kami juga minta dibuka 24 jam biar nggak antre. Kalau sekarang itu dibatasi sampai pukul 10 malam saja,” ujar Ketua DPC Aptrindo Balikpapan, Syaifudin di kantornya di Kompleks Ruko Bandar, kemarin (19/11).

Memang sudah ada pertemuan antara pengusaha dengan Pertamina dan difasilitasi Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. Dari pertemuan itu disepakati, jatah 16 kiloliter untuk SPBU Km 9 dibagi untuk SPBU Km 14 dan SPBU Kebun Sayur. Ini agar tidak terjadi kekurangan stok.

Untuk pelayanan solar di SPBU Kebun Sayur sendiri dibuka mulai pukul 20.00 Wita hingga 22.00 Wita untuk angkutan di luar komunitas pelabuhan. Sementara pukul 22.00 Wita hingga 06.00 Wita khusus untuk angkutan komunitas pelabuhan. Rupanya, kesepakatan tersebut tidak menjadi solusi. Aptrindo meminta pelayanan SPBU Kebun Sayur melayani 24 jam.

“Percuma stok mereka ditambah kalau waktu pelayanan cuma malam saja. Apalagi, antreannya panjang begitu, kasihan sopir sampai harus menginap karena tidak mau tinggalkan antrean. Kalau sudah menginap sampai dua hari loh. Nah, pasti dia tidak bisa langsung kerja, ya kami yang rugi,” terangnya.

Sekretaris DPC Aptrindo Balikpapan, Risman Sirait mengatakan, pihaknya jelas mengalami kerugian bila kondisi ini terus terjadi. Dalam satu hari saja sopir mengantre, maka mereka kehilangan dua ret tarikannya. Satu retnya mereka dibayar sebesar Rp 120 ribu. Kondisi saat ini sopir bisa mengantre hingga tiga hari. Artinya mereka bisa kehilangan sebanyak enam ret yang hanya dihabiskannya untuk mengantre solar saja.

“Hilang enam ret kalikan saja Rp 120 ribu, berapa sudah itu. Mereka yang ada hanya untuk mengantre solar aja. Ini sudah berlangsung selama satu bulan loh. Kalau dibilang kerugian materiel, ya jelas. Makanya kami di sini minta solusi segera oleh Pertamina dan pemerintah,” tegas Risman didampingi Ketua II Aptrindo Balikpapan, Muhammad Rayes.

Aptrindo mengancam akan melakukan mogok kerja bila dalam waktu sepekan ini tuntutannya itu tidak dipenuhi. Tentu imbas dari mogok kerja itu, seluruh logistik akan tertahan di pelabuhan dan roda perekonomian bakal terhenti.

“Kami kasih waktu satu minggu ini SPBU Km 4 bisa dibuka. Kalau tidak, kami tidak akan beroperasi. Artinya kami tidak akan mengeluarkan barang-barang dari pelabuhan ke manapun alias tidak bekerja sampai solusi ini bisa disepakati oleh Pertamina dan pemkot,” tutup Syaifudin. 

Sementara itu saat dikonfirmasi kepada Area Manager Communication dan CSR Pertamina RU V, Yudi Nugraha membenarkan SPBU Km 9 telah ditutup, lantaran adanya indikasi oknum nakal yang menjual bahan bakar ke perusahaan tanpa sepengetahuannya. Sehingga, wajar bila truk mengisi solar di kedua SPBU yang dimaksud. Namun, adanya opsi membuka pelayanan selama 24 jam di SPBU Kebun Sayur serta membuka pelayanan di SPBU Km 4, pihaknya belum dapat memutuskan dan masih akan membicarakan hal ini kepada atasannya.

“Kalau opsi di Kebun Sayur itu ‘kan sudah kami buka malam. Nah, kalau 24 jam itu coba nanti kami koordinasikan dulu ya. Kalau di Km 4 itu juga coba saya tanyakan dulu apakah bisa dibuka di situ. Saya nggak bisa putuskan, mesti koordinasi dulu. Nanti segera akan kami kabari,” pungkas dia. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:53

Penjaga Toko Ditusuk Pisau

BALIKPAPAN – Di saat umat muslim tengah melaksanakan ibadah salat…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:51

Pelaku Remas Payudara Babak Belur Dihajar Massa

BALIKPAPAN - Aksi pemuda yang satu ini memang-megang gila. Bagaimana…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:48

74 Pegawai Rutan Negatif Pakai Narkoba

BALIKPAPAN - Suasana pagi hari di Rutan Kelas II B…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:47

Penertiban Dishub Diprotes Warga

BALIKPAPAN - Akhir-akhir ini Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan bersama instansi…

Jumat, 22 Maret 2019 10:56

Siswi SMA Pembuang Bayi Divonis 9 Tahun 6 Bulan

BALIKPAPAN-Siswi SMA yang melahirkan di kloset Bandara Sultan Aji Muhammad…

Jumat, 22 Maret 2019 10:55

Terpesona Kecantikan, WA Wartawan Diretas

BALIKPAPAN-Siapa yang enggak kesemsem saat diajak berkenalan oleh wanita cantik…

Jumat, 22 Maret 2019 10:52

17.799 Surat Suara Rusak Bakal Dibakar

BALIKPAPAN-Usai melakukan penyortiran dan pelipatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan,…

Jumat, 22 Maret 2019 10:51

Pria Penyebar HIV Punya Cewek Baru

BALIKPAPAN-Usman, pria yang meninggalkan istrinya berinisial NY dan bayinya setelah…

Kamis, 21 Maret 2019 16:37

Pengusaha Didakwa Tindak Pidana Pencucian Uang

BALIKPAPAN-Seorang pengusaha Balikpapan, Jovinus Kusumadi yang biasa disapa Awi (45),…

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

DIA TAK SALAH...!! Bayi Terinfeksi HIV Mau Dibuang

BALIKPAPAN–Sungguh malang nasib bayi yang satu ini. Setelah dilahirkan ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*