MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 20 November 2018 10:25
Kecewa Antrean Solar Tak Ada Solusi, Aptrindo Ancam Mogok Kerja
-

PROKAL.CO, BALIKPAPN - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengancam akan mogok kerja bila antrean panjang solar di sejumlah SPBU di Kota Minyak masih terjadi. Mereka mengeluhkan panjangnya antrean solar yang sudah berlangsung selama tiga minggu.

Antrean panjang solar disebabkan adanya penutupan SPBU di Km 9, sehingga mereka harus berpindah mengisi solar di SPBU Km 14 dan SPBU Kebun Sayur. Di Balikpapan Barat, SPBU Kebun Sayur hanya buka sampai pukul 22.00 Wita. Dari sini, Aptrindo meminta pihak Pertamina dan pemkot untuk membuka SPBU Km 4 untuk pengisian solar para truk.

“Sekarang ini SPBU Km 9 belum bisa terealisasi pengoperasiannya, jadi kami minta pemkot dan Pertamina membuka SPBU Km 4 biar nggak antre. SPBU di Kebun Sayur kami juga minta dibuka 24 jam biar nggak antre. Kalau sekarang itu dibatasi sampai pukul 10 malam saja,” ujar Ketua DPC Aptrindo Balikpapan, Syaifudin di kantornya di Kompleks Ruko Bandar, kemarin (19/11).

Memang sudah ada pertemuan antara pengusaha dengan Pertamina dan difasilitasi Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. Dari pertemuan itu disepakati, jatah 16 kiloliter untuk SPBU Km 9 dibagi untuk SPBU Km 14 dan SPBU Kebun Sayur. Ini agar tidak terjadi kekurangan stok.

Untuk pelayanan solar di SPBU Kebun Sayur sendiri dibuka mulai pukul 20.00 Wita hingga 22.00 Wita untuk angkutan di luar komunitas pelabuhan. Sementara pukul 22.00 Wita hingga 06.00 Wita khusus untuk angkutan komunitas pelabuhan. Rupanya, kesepakatan tersebut tidak menjadi solusi. Aptrindo meminta pelayanan SPBU Kebun Sayur melayani 24 jam.

“Percuma stok mereka ditambah kalau waktu pelayanan cuma malam saja. Apalagi, antreannya panjang begitu, kasihan sopir sampai harus menginap karena tidak mau tinggalkan antrean. Kalau sudah menginap sampai dua hari loh. Nah, pasti dia tidak bisa langsung kerja, ya kami yang rugi,” terangnya.

Sekretaris DPC Aptrindo Balikpapan, Risman Sirait mengatakan, pihaknya jelas mengalami kerugian bila kondisi ini terus terjadi. Dalam satu hari saja sopir mengantre, maka mereka kehilangan dua ret tarikannya. Satu retnya mereka dibayar sebesar Rp 120 ribu. Kondisi saat ini sopir bisa mengantre hingga tiga hari. Artinya mereka bisa kehilangan sebanyak enam ret yang hanya dihabiskannya untuk mengantre solar saja.

“Hilang enam ret kalikan saja Rp 120 ribu, berapa sudah itu. Mereka yang ada hanya untuk mengantre solar aja. Ini sudah berlangsung selama satu bulan loh. Kalau dibilang kerugian materiel, ya jelas. Makanya kami di sini minta solusi segera oleh Pertamina dan pemerintah,” tegas Risman didampingi Ketua II Aptrindo Balikpapan, Muhammad Rayes.

Aptrindo mengancam akan melakukan mogok kerja bila dalam waktu sepekan ini tuntutannya itu tidak dipenuhi. Tentu imbas dari mogok kerja itu, seluruh logistik akan tertahan di pelabuhan dan roda perekonomian bakal terhenti.

“Kami kasih waktu satu minggu ini SPBU Km 4 bisa dibuka. Kalau tidak, kami tidak akan beroperasi. Artinya kami tidak akan mengeluarkan barang-barang dari pelabuhan ke manapun alias tidak bekerja sampai solusi ini bisa disepakati oleh Pertamina dan pemkot,” tutup Syaifudin. 

Sementara itu saat dikonfirmasi kepada Area Manager Communication dan CSR Pertamina RU V, Yudi Nugraha membenarkan SPBU Km 9 telah ditutup, lantaran adanya indikasi oknum nakal yang menjual bahan bakar ke perusahaan tanpa sepengetahuannya. Sehingga, wajar bila truk mengisi solar di kedua SPBU yang dimaksud. Namun, adanya opsi membuka pelayanan selama 24 jam di SPBU Kebun Sayur serta membuka pelayanan di SPBU Km 4, pihaknya belum dapat memutuskan dan masih akan membicarakan hal ini kepada atasannya.

“Kalau opsi di Kebun Sayur itu ‘kan sudah kami buka malam. Nah, kalau 24 jam itu coba nanti kami koordinasikan dulu ya. Kalau di Km 4 itu juga coba saya tanyakan dulu apakah bisa dibuka di situ. Saya nggak bisa putuskan, mesti koordinasi dulu. Nanti segera akan kami kabari,” pungkas dia. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 11:03

Dor...Dor...! Pejudi Sabung Ayam Lari Tunggang Langgang

BALIKPAPAN-Puluhan warga yang tengah asik berkumpul dan berjudi sabung ayam…

Senin, 22 Juli 2019 11:02

Diduga Sampah Batu Bara

BALIKPAPAN-Pesisir pantai Kota Beriman kembali dikotori sampah dengan jenis yang…

Senin, 22 Juli 2019 11:00

Karyawan Restoran Meringkuk di Sel Penjara

BALIKPAPAN - Entah apa yang ada di pikiran Novalino Maringgar.…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:04

Remaja Pelaku Video Mesum Diganjar Tiga Tahun Penjara

BALIKPAPAN-Setelah delapan bulan berhadapan dengan hukum, terdakwa di bawah umur…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:02

Uang Rp 800 Juta Melayang

BALIKPAPAN-Seorang wanita, Ita Dahliana (35) terpaksa mendekam di sel tahanan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:00

Dituntut 18 Tahun Penjara, Wawan Ajukan Pembelaan

BALIKPAPAN-Pasca dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 18 tahun penjara terkait…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:59

Terdakwa Kepiting Ekspor Protes

BALIKPAPAN-Kasus dugaan pengiriman kepiting ekspor ke Singapura dengan terdakwa Rudy…

Jumat, 19 Juli 2019 10:31

KARMAAA..!! Curi Mobil di Km 4, Terlibat Laka di Km 35

BALIKPAPAN-Suasana Pasar Buton Km 4, Balikpapan Utara, pada Rabu (17/7)…

Jumat, 19 Juli 2019 10:30

Si Jago Merah Mengamuk di RT 22 Sepinggan

BALIKPAPAN-Warga yang bermukim di kawasan Jalan Sumber Sari RT 22,…

Jumat, 19 Juli 2019 10:29

Maling Sapu Jagat, Bobol Rumah Orang Sekaligus Jadi Maling Motor

BALIKPAPAN-Dari hasil pengembangan kasus tersangka Alexander Rahman Perdana alias Alex (28) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*