MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Sabtu, 01 Desember 2018 07:52
Ditangkap, Hamzah Masih Bisa Tersenyum
DPO DICOKOK: Direktur ATM, Hamzah Husain saat ditangkap polisi di Kalibata, Jakarta pada Jumat (30/11) kemarin dan langsung digiring ke Mapolda Kaltim melalui Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Direktur PT Arafah Tamasya Mandiri (ATM) Hamzah Husain akhirnya ditangkap oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Kaltim pada Jumat (30/11) di Kalibata, Jakarta. Hamzah lantas dibawa petugas terbang ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan untuk digiring ke Mapolda Kaltim.

Tepat pada pukul 16.00 wita Hamzah yang digiring oleh petugas tiba di terminal keberangkatan menggunakan pesawat Lion Air. Menggunakan kaos abu-abu lengan panjang dan peci ini Hamzah nampak tenang digiring oleh petugas bersenjata lengkap itu. Kedua tangan Hamzah diborgol dan ditutupi dengan kain. Ia dibawa masuk ke mobil Baracuda lalu dibawa ke Polda Kaltim.

Sepanjang perjalanan menuju mobil berlapis baja itu Hamzah nampak diam dan tidak mau berbicara sedikitpun. Ia hanya berusaha melihatkan senyumnya kepada orang yang di sekitarnya termasuk awak media yang meliput.

Dir Reskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Andi Triastanto yang hadir menjemput Hamzah di Bandara SAMS Sepinggan mengatakan pihaknya menetapkan Hamzah sebagai tersangka berdasarkan pemeriksaannya terhadap Perwakilan Wilayah (PW) ATM di Balikpapan, hasilnya mengarah kepada Hamzah selaku direktur ATM. Dan penyidik memang sudah dua bulan terakhir ini menetapkan Hamzah sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran kabur dari Balikpapan. 

"Sudah dua kali pemanggilan tersangka dia tidak hadir kemudian kita terbitkan DPO. Kami minta bantuan Bareskrim untuk melakukan penangkapan. Jadi DPO kurang lebih 2 bulanan sejak ramai di Balikpapan," kata Andi di bandara kemarin.

 

Hamzah berhasil kabur ke luar kota yakni Jakarta dan menghilangkan semua identitasnya agar tidak tercium oleh aparat. Namun penyidik bekerjasama dengan Bareskrim melakukan pelacakan terhadap pelaku hingga akhirnya Hamzah berhasil ditangkap di Kalibata.

 

"Dia bersembunyi di Kalibata, dia memang semuanya di kaburkan, identitasnya di hilangkan semua. Makanya nanti saat pemeriksaan akan kami buktikan," ujarnya.

 

Lebih lanjut pihaknya telah melakukan pengamanan sejumlah aset milik Hamzah seperti mobil dan motor, serta menyegel kantor ATM yang berada di Jalan Mayjen Sutoyo, Gunung Malang. Tentu aset tersebut belum sebanding dengan jumlah kerugian 13 ribu jemaah yang ditaksir sebesar Rp.200 miliar.

"Kami sudah mengamankan beberapa aset termasuk mobil, motor dan nanti pengembangannya setelah pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Kerugian kira-kira sekitar Rp.200 miliaran dari seluruh jemaah kurang lebih 13 ribu jemaah," lanjutnya.

 

Ditangkapnya Hamzah membuat para jemaah yang menjadi korban sedikit tersenyum. Wajar saja, para jemaah ini sangat mengharapkan petugas dapat menangkap dan menindak Hamzah sesuai perbuatannya. Salah satu jemaah sekaligus rekan bisnis Hamzah yang menderita kerugian paling besar yakni Rusli merasa lega. Sebab ditangkapnya Hamzah dapat membongkar seluruh tindak kejahatan yang ia lakukan dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya itu.

"Ya ini merupakan kabar baik bagi kami, kami sangat apresiasi aparat yang menangkapnya. Ditangkapnya Hamzah akhirnya perkara membuat jalan terbuka, sehingga nasib korban ini bisa terang benderang," kata Kuasa Hukum Rusli, Rio Ridhayon saat ditemui di kantornya, lantai 1 Hotel Gran Senyiur.

Rusli sendiri mengaku pesimis bila Hamzah mampu melakukan ganti rugi atas kerugian yang dialami jemaah. Sebab aset Hamzah sampai sejauh ini jauh dari kata sebanding. Alhasil ia hanya menuntut hukuman seberat-beratnya bagi Hamzah dan meminta aparat menyelidiki kasus ini hingga tuntas termasuk aliran dana dari uang jemaah tersebut.

"Keinginan untuk diberangkatkan itu sudah pesimis. Hamzah harus mendapatkan hukuman setimpal. Namun kalau gugatan secara perdata itu hal berbeda. Pertama kita harus menemukan aset-aset berharganya. Sampai saat ini saya belum lihat asetnya yang bagus yang bisa dilaporkan perdata," tutup Rio. (yad/yud)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:39

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

JAKARTA   -   Polisi bergerak cepat mengamankan lima pelaku pengeroyokan dua…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:38

Tunggu Langganan, Ojol Ditikam

PALEMBANG  –  Kriminalitas terhadap ojek online (ojol) terjadi di Jl…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:37

Jelang Natal, 329 Orang Diringkus Polisi

PALU  -  Pelaksanaan operasi pekat Tinombala II 2018, Satgas Polda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:36

Ditabrak Truk Fuso, Mahasiswa Meregang Nyawa

SENGETI  –  Seorang mahasiswa meregang nyawa usai kecelakaan di Jalan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:53

Mulut Berbuih, Mahasiswi Akper Tewas

BANJARMASIN   –   Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1…

Jumat, 14 Desember 2018 07:51

Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

MUARATEBO   -   Setelah dilakukan pencarian selama 2 hari, akhirnya…

Jumat, 14 Desember 2018 07:50

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

JAKARTA   –   Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten…

Jumat, 14 Desember 2018 07:49

Cindi Terbujur Kaku di Sofa Kafe

PALEMBANG   -  Seorang cewek bernama Cindi Sandora (25) ditemukan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:56

Mayat Bayi dalam Kardus

PONTIANAK  -   Warga Jalan Ismita Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:54

Perintah Pungli Lewat Kertas Sakti

MATARAM   -   Mantan Kadis Pendidikan Kota Mataram  Sudenom menjalani sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .