MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Sabtu, 01 Desember 2018 07:52
Ditangkap, Hamzah Masih Bisa Tersenyum
DPO DICOKOK: Direktur ATM, Hamzah Husain saat ditangkap polisi di Kalibata, Jakarta pada Jumat (30/11) kemarin dan langsung digiring ke Mapolda Kaltim melalui Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Direktur PT Arafah Tamasya Mandiri (ATM) Hamzah Husain akhirnya ditangkap oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Kaltim pada Jumat (30/11) di Kalibata, Jakarta. Hamzah lantas dibawa petugas terbang ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan untuk digiring ke Mapolda Kaltim.

Tepat pada pukul 16.00 wita Hamzah yang digiring oleh petugas tiba di terminal keberangkatan menggunakan pesawat Lion Air. Menggunakan kaos abu-abu lengan panjang dan peci ini Hamzah nampak tenang digiring oleh petugas bersenjata lengkap itu. Kedua tangan Hamzah diborgol dan ditutupi dengan kain. Ia dibawa masuk ke mobil Baracuda lalu dibawa ke Polda Kaltim.

Sepanjang perjalanan menuju mobil berlapis baja itu Hamzah nampak diam dan tidak mau berbicara sedikitpun. Ia hanya berusaha melihatkan senyumnya kepada orang yang di sekitarnya termasuk awak media yang meliput.

Dir Reskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Andi Triastanto yang hadir menjemput Hamzah di Bandara SAMS Sepinggan mengatakan pihaknya menetapkan Hamzah sebagai tersangka berdasarkan pemeriksaannya terhadap Perwakilan Wilayah (PW) ATM di Balikpapan, hasilnya mengarah kepada Hamzah selaku direktur ATM. Dan penyidik memang sudah dua bulan terakhir ini menetapkan Hamzah sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran kabur dari Balikpapan. 

"Sudah dua kali pemanggilan tersangka dia tidak hadir kemudian kita terbitkan DPO. Kami minta bantuan Bareskrim untuk melakukan penangkapan. Jadi DPO kurang lebih 2 bulanan sejak ramai di Balikpapan," kata Andi di bandara kemarin.

 

Hamzah berhasil kabur ke luar kota yakni Jakarta dan menghilangkan semua identitasnya agar tidak tercium oleh aparat. Namun penyidik bekerjasama dengan Bareskrim melakukan pelacakan terhadap pelaku hingga akhirnya Hamzah berhasil ditangkap di Kalibata.

 

"Dia bersembunyi di Kalibata, dia memang semuanya di kaburkan, identitasnya di hilangkan semua. Makanya nanti saat pemeriksaan akan kami buktikan," ujarnya.

 

Lebih lanjut pihaknya telah melakukan pengamanan sejumlah aset milik Hamzah seperti mobil dan motor, serta menyegel kantor ATM yang berada di Jalan Mayjen Sutoyo, Gunung Malang. Tentu aset tersebut belum sebanding dengan jumlah kerugian 13 ribu jemaah yang ditaksir sebesar Rp.200 miliar.

"Kami sudah mengamankan beberapa aset termasuk mobil, motor dan nanti pengembangannya setelah pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Kerugian kira-kira sekitar Rp.200 miliaran dari seluruh jemaah kurang lebih 13 ribu jemaah," lanjutnya.

 

Ditangkapnya Hamzah membuat para jemaah yang menjadi korban sedikit tersenyum. Wajar saja, para jemaah ini sangat mengharapkan petugas dapat menangkap dan menindak Hamzah sesuai perbuatannya. Salah satu jemaah sekaligus rekan bisnis Hamzah yang menderita kerugian paling besar yakni Rusli merasa lega. Sebab ditangkapnya Hamzah dapat membongkar seluruh tindak kejahatan yang ia lakukan dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya itu.

"Ya ini merupakan kabar baik bagi kami, kami sangat apresiasi aparat yang menangkapnya. Ditangkapnya Hamzah akhirnya perkara membuat jalan terbuka, sehingga nasib korban ini bisa terang benderang," kata Kuasa Hukum Rusli, Rio Ridhayon saat ditemui di kantornya, lantai 1 Hotel Gran Senyiur.

Rusli sendiri mengaku pesimis bila Hamzah mampu melakukan ganti rugi atas kerugian yang dialami jemaah. Sebab aset Hamzah sampai sejauh ini jauh dari kata sebanding. Alhasil ia hanya menuntut hukuman seberat-beratnya bagi Hamzah dan meminta aparat menyelidiki kasus ini hingga tuntas termasuk aliran dana dari uang jemaah tersebut.

"Keinginan untuk diberangkatkan itu sudah pesimis. Hamzah harus mendapatkan hukuman setimpal. Namun kalau gugatan secara perdata itu hal berbeda. Pertama kita harus menemukan aset-aset berharganya. Sampai saat ini saya belum lihat asetnya yang bagus yang bisa dilaporkan perdata," tutup Rio. (yad/yud)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 11:05

BPJS dan RSKD Sudah Sepakat, Pelayanan Kembali Normal

BALIKPAPAN - Permasalahan antara RSKD dengan BPJS Kesehatan berakhir sudah.…

Kamis, 16 Mei 2019 10:59

Kantor Kormi Istiqomah Disatroni Maling, Pelaku ke Gep CCTV

BALIKPAPAN-Di bulan suci Ramadan, Masjid Istiqomah tak luput dari sasaran…

Kamis, 16 Mei 2019 10:58

Aksi Mesum Dilakukan saat Mabuk

BALIKPAPAN-Kasus video mesum pelajar SMP viral di facebook dan menggemparkan…

Rabu, 15 Mei 2019 10:30

Hakim Berhalangan, Dokter Forensik Batal Beri Kesaksian

BALIKPAPAN-Sidang kasus dengan tiga terdakwa yakni Hardjito, Adi Supriyatna, dan…

Senin, 13 Mei 2019 11:48

2.383 Pengendara Dapat Teguran

BALIKPAPAN-Operasi Keselamatan Mahakam 2019 resmi ditutup kemarin (12/5). Dari data…

Senin, 13 Mei 2019 11:46

Perampok Sadis Segera Disidang

BALIKPAPAN-Berkas kasus perampokan sadis yang terjadi di Jalan Martadinata, Kelurahan…

Kamis, 09 Mei 2019 11:38

"Obok-Obok" Dua Eks Lokalisasi Hasilnya Nihil

BALIKPAPAN - Selama bulan suci Ramadan 1440 Hijriah jajaran Satuan…

Kamis, 09 Mei 2019 11:36

Ada Pemeriksaan, Persidangan Ditunda

BALIKPAPAN-Puluhan persidangan pidana yang diagendakan digelar, Rabu (8/5) pagi hingga…

Senin, 06 Mei 2019 11:34

Ikat Korban sebelum Berbuat

SAMARINDA-Perbuatan Paijo (52) tidak bisa diterima nalar. Demi memuaskan nafsu…

Senin, 06 Mei 2019 11:33

Satlantas Pantau Titik Rawan Balapan Liar

BALIKPAPAN- Bulan ramadan menjadi momentum tersendiri bagi para pelaku pembalap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*