MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 05 Desember 2018 07:49
Oknum Pejabat Pungli Belum Dipindahkan dari Disdukcapil

SK Pencopotan Jabatan Belum Diteken Bupati

PROKAL.CO, PENAJAM   -   Oknum pejabat eselon IV Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) telah diberi sanksi pencopotan dari jabatannya. Namun, untuk sementara ini oknum tersebut masih ditempatkan sementara di Disdukcapil. Karena surat keputusan (SK) pencopotan sebagai kepala seksi (kasi) belum ditandatangani oleh Bupati Abdul Gafur Mas’ud.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) PPU Surodal Santoso mengatakan, aparatur sipil negara (ASN) tersebut diangkat sebagai pejabat eselon IV berdasarkan dengan SK bupati. Maka, pencopotan dari jabatannya tersebut juga harus melalui SK bupati. Beberapa hari yang lalu, bupati telah menandatangani naskah sanksi yang diberikan oleh pejabat tersebut sesuai dengan rekomendasi tim investigasi gabungan Inspektorat dan BKPP.

Berdaarkan hasil investigasi, oknum pejabat Disdukcapil ini terbukti melakukan pungutan liar (pungli) dalam pelayanan surat-surat kependudukan. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, oknum pejabat ini dikenakan sanksi berat. Tim investigasi merekomendasikan dua sanksi berat, yakni sanksi penurunan pangkat dan pencopotan jabatan eselon IV atau dibebastugaskan. Bupati memutuskan memberikan sanksi pencopotan dari jabatan eselon IV.

“Bupati sudah menandatangi terkait dengan pemberians ansi sesuai dengan yangd irekomendasikan oleh tim investigasi. Nah, tinggal SK pencopotan dari jabatannya. Draf SK pencopotan itu sudah rampung dan sudah diantrean untuk ditandatangani bupati. Jadi, sebelum SK pencopotan ini diteken, yang bersangktan masih di Disdukcapil,” kata Surodal pada media ini, kemarin (4/12).

Surodal menekankan, setelah SK pencopotan telah diteken oleh bupati, oknum tersebut dikeluarkan dari Disdukcapil. Dan rencanaya akan ditempatkan di organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain sebagai staf. Namun, BKPP belum memutuskan untuk penempatannya. “Untuk penempatannya setelah keluar dari Disdukcapil, masih didiskusikan,” ungkapnya.

SK pencopotan tersebut, kata Surodal, akan ditembuskan juga ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemudian untuk pengisian kekosongan jabatan juga akan diajukan ke Kemendagri. “Untuk pengisian jabatan di Disdukcapil harus ada rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri. Jadi, sebelum ada pejabat definitif, maka akan diisi dulu Plt (pelaksana tugas). Untuk Plt-nya kita juga akan diskusikan bersama kepala Disdukcapil. Plt-nya bisa dari internal Disdukcapil dan bisa juga dari luar Disdukcapil,” tandasnya.

Sebelumnya, tim investigasi gabungan Inspektorat dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) menyimpulka oknum pejabat tersebut terbukti melakukan pungli.

Inspektur Inspektorat PPU Haeran Yusni mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan investigasi dalam waktu seminggu. Sebanyak delapan orang saksi yang diperiksa, termasuk Kepala Disdukcapil PPU dan korban. Warga yang menjadi korban pungli berdomisili di Kecamatan Babulu membenarkan telah memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada oknum pejabat tersebut untuk pengurusan kartu keluarga (KK) dan KTP-el.

Sebelum kasus pungli tersebut mencuat ke media, oknum yang berinisial SK telah mengembalikan uang pungli tersebut kepada korban. “Yang bersangkutan kita mintai keterangan sebanyak tiga kali dan kepala dinasnya dua kali. Hasil keterangan korban, membenarkan telah memberikan uang kepada yang bersangkutan. Dan hal itu juga diberkan oleh yang bersangkutan,” kata Haeran.

Haeran menyatakan, keterangan Kepala Disdukcapil, oknum pejabat tersebut telah melakukan pungli sejak 2015. Pada saat itu juga, Disdukcapil telah melakukan pembinaan dan teguran lisan. “Oknum pejabat itu mengaku ada beberapa warga yang meminta bantuan, ada yang dibantu ada yang tidak. Dia juga mengaku tidak meminta uang ke warga, yang diterima itu hanya inisiatif warga sendiri yang memberikan,” jelanya. (kad)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:39

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

JAKARTA   -   Polisi bergerak cepat mengamankan lima pelaku pengeroyokan dua…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:38

Tunggu Langganan, Ojol Ditikam

PALEMBANG  –  Kriminalitas terhadap ojek online (ojol) terjadi di Jl…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:37

Jelang Natal, 329 Orang Diringkus Polisi

PALU  -  Pelaksanaan operasi pekat Tinombala II 2018, Satgas Polda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:36

Ditabrak Truk Fuso, Mahasiswa Meregang Nyawa

SENGETI  –  Seorang mahasiswa meregang nyawa usai kecelakaan di Jalan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:53

Mulut Berbuih, Mahasiswi Akper Tewas

BANJARMASIN   –   Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1…

Jumat, 14 Desember 2018 07:51

Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

MUARATEBO   -   Setelah dilakukan pencarian selama 2 hari, akhirnya…

Jumat, 14 Desember 2018 07:50

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

JAKARTA   –   Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten…

Jumat, 14 Desember 2018 07:49

Cindi Terbujur Kaku di Sofa Kafe

PALEMBANG   -  Seorang cewek bernama Cindi Sandora (25) ditemukan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:56

Mayat Bayi dalam Kardus

PONTIANAK  -   Warga Jalan Ismita Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:54

Perintah Pungli Lewat Kertas Sakti

MATARAM   -   Mantan Kadis Pendidikan Kota Mataram  Sudenom menjalani sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .