MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:43
Sidang Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan, JPU Hadirkan Berapa Saksi..??
TERCEMAR: Sebuah kapal mendekati lokasi pertama kali munculnya api akibat tumpahan minyak setelah putusnya pipa Pertamina di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -   Jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan menyiapkan sedikitnya 14 saksi ahli dan 15 saksi lainnya dalam persidangan yang telah berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

 Saat persidangan yang berlangsung pada Kamis (13/12) lalu, ada tiga saksi ahli yang dihadirkan JPU, Rudy Talanipa SH. Yaitu, dokter forensik yang memeriksa kelima mayat korban terbakar akibat tumpahan minyak, dr Irene Inunu; Koorsahli Pushidrosal Kolonel Laut (P) Amril, serta Mulyono dari BMKG Balikpapan.  Dalam sidang itu pula dihadirkan terdakwa nakhoda kapal MV Ever Judger berinisial ZD (50).

 “Kami masih ajukan bukti-bukti, yang jelas agenda sidang masih pemeriksaan saksi-saksi dari Angkatan Laut terkait gambaran putusnya pipa. Menurut kami sudah sangat jelas paparan ahli, indikasi putus akibat tertarik benda keras. Kami tinggal memperkuat keterangan BAP saja,” ujar Rudy.

 Tak hanya itu, dalam agenda sidang lanjutan pada Kamis (20/12) pekan depan, pihak JPU akan kembali menghadirkan saksi ahli. Rencananya saksi ahli yang akan dihadirkan, yaitu dari Lingkungan Hidup terkait dampak pencemaran lingkungan yang terjadi pasca kejadian tumpahan minyak pada April 2018.

 

“Ada 15 saksi yang kami sudah periksa, untuk saksi ahli ada 14 orang. Dalam sidang selanjutnya saksi-saksi ahli yang kami hadirkan,” tegasnya.

 Rudy menambahkan, dihadirkannya saksi ahli ini untuk menguatkan atas pasal-pasal yang disangkakan terhadap terdakwa. Dari keterangan sejumlah saksi ahli di persidangan kemarin, menunjukkan bahwa terdakwa memang terbukti bersalah.

 “Dan, saksi ahli selanjutnya juga akan seperti ini. Pasal yang kami sangkakan terhadap terdakwa pasal 89 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup,” pungkasnya.

 

Diketahui, peristiwa memilukan yang terjadi di perairan Teluk Balikpapan pada April 2018 lalu terus bergulir. Pasalnya, akibat peristiwa itu lima orang nelayan tewas serta merugikan masyarakat sekitar, lantaran pesisir laut Balikpapan ini berubah menjadi hitam akibat tumpahan crude oil.

 Dalam persidangan yang berlangsung pada Kamis (13/12) lalu, terdapat sejumlah fakta yang menarik dari Pushidrosal yang telah melakukan investigasi penyebab patahnya pipa milik Pertamina. Koorsahli Pushidrosal, yakni Kolonel Laut (P) Amril mengatakan, pihaknya telah melakukan survei indografi pada 7-22 April menggunakan sejumlah alat dan memang benar terdeteksi lima pipa di dalam laut, satu diantaranya patah akibat tertarik benda keras.

 

“Hasil deteksi kami itu salah satu dari pipa yang tergambar dari peta laut itu mengalami patah tertarik ke arah selatan, lebih kurang sepanjang 120 meter,” kata Amril usai menjalani persidangan.

 Amril menegaskan, pipa itu putus akibat tertarik oleh benda keras yang diduga jangkar kapal milik MV Ever Judger itu. Sebab, dari hasil investigasinya dengan menggabungkan rekaman satelit yang diterima oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terdapat bekas garukan di dasar laut sedalam 20 meter itu yang menyentuh pipa, kemudian menariknya hingga putus.

 

“Ada bekas garukan di dasar laut itu sepanjang 492 meter oleh benda keras dengan kedalaman garukan 0,3 sampai 0,7 meter dan lebarnya 1,2 meter. Itu mengarah ke selatan,” beber Amril.

 

 Selain itu, menurut Amril, area lokasi pipa patah itu memang telah dipasangi penanda alias bui. Tak tanggung-tanggung, jumlah bui di area tersebut sebanyak empat buah, namun kapal MV Ever Judger diduga melintas dan menaruh jangkarnya yang kemudian tertarik mengenai pipa itu.

 

“Di situ sebenarnya ada bui. Memang sebelum area itu jangkarnya atau benda keras itu sudah ada, jadi bukan tiba-tiba ada di situ itu tidak. Jadi tertarik terus kena pipa dan putus,” ungkapnya.

 Tumpahan minyak mentah terjadi di perairan Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018. Kebocoran minyak terjadi diduga akibat patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe di Penajam Paser Utara ke kilang Balikpapan. Lima nyawa melayang akibat terbakarnya tumpahan minyak tersebut, yakni Agus Salim (42), Wahyu Gusti Anggoro (27),  Imam Nur Rohim (42), Suyono (55), dan Sutoyo (42). (pri/yud/net/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 11:23
Penikam Penjual Gorengan Dicokok Setelah Buron 20 Hari

Ditolak Menggorengkan Tahu, Pria Pemarahan Ini Tikam Tukang Gorengan

BALIKPAPAN-Hanya karena persoalan sepele, pria yang satu ini sampai gelap…

Senin, 17 Juni 2019 11:21

Pencuri Motor Lintas Kota Dibekuk Tim Jatanras Polres

BALIKPAPAN-Setelah bekerja keras, akhirnya tim Jatanras Polres Balikpapan bersama Opsnal…

Senin, 17 Juni 2019 11:20

“The Batman” Ringkus Pencuri Kabel

BALIKPAPAN-Setelah lebih 10 hari melakukan penyelidikan terhadap pelaku pencurian kabel…

Senin, 17 Juni 2019 11:18

Bawa Sajam, Tiga Pemuda Ditangkap

BALIKPAPAN-Tiga pemuda diamankan warga lantaran mencurigakan saat mendorong sepeda motor…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:04

Jangan Bonceng Istri Orang, Kalau Nekat Gini Jadinya

BALIKPAPAN-Tak seharusnya permasalahan diselesaikan dengan kekerasan. Karena jika itu terjadi…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:02

Ada Masalah dengan Istri, Pergi dari Rumah, Jambret, Lalu Ditangkap

BALIKPAPAN-Aksi penjambretan yang terjadi pada Rabu (12/6) sekira pukul 20.30…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:59

Dibutakan Cinta, MH Curi Tiga Pasang Sandal

BALIKPAPAN-Inilah akibat jika dibutakan cinta, apa saja dilakukan agar dapat…

Jumat, 14 Juni 2019 10:52

Dua Pembunuh Marco Terancam Hukuman Mati

BALIKPAPAN-Pemeriksaan terhadap dua tersangka pembunuhan sadis yang terjadi pada Rabu…

Jumat, 14 Juni 2019 10:49

Kapolda: Berkat Sinergitas, Kriminalitas Turun

BALIKPAPAN-Konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat Mahakam 2019 yang seyogianya dilakukan dengan…

Jumat, 14 Juni 2019 10:47

Saksi Sebut Wewenang KPU Pusat

BALIKPAPAN-Sidang kasus dugaan penyebaran hoax surat suara tercoblos sebanyak tujuh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*