MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 10 Januari 2019 08:11
Peneror Rumah Pimpinan KPK, Polisi Temukan Terduga Pelaku
-ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA    -  Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif yang berada di Jalan Kalibata Selatan, Nomor 42 C, Jakarta Selatan, diteror bom molotov pada Rabu (9/1) dini hari. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, dinding rumah Laode menghitam karena terbakar bom molotov.

Menurut saksi-saksi yang berada di lokasi, kejadian pelemparan bom molotov ini terjadi pada pukul 00.15. Anita (39) mengatakan, dirinya sempat mendengar suara pecahan kaca di depan rumah Laode. Namun, dirinya baru tahu jika suara pecahan kaca itu merupakan bom molotov ketika rumah tetangganya tersebut sudah ramai dengan Polisi. “Ada bunyi pecahan kaca disertai bunyi ‘buuuk’ di jalanan dekat rumahnya,” ungkap dia.

 Selain mendengar suara pecahan kaca, dirinya juga sempat mendengar sepeda motor yang ngebut pasca pecahan kaca tersebut terdengar. “Suara motornya sember, dia ngebut,” kata dia.

 Saksi lainnya, Suwarni mengatakan, pada pukul 05.00 dirinya membuka lapak dagangan kue di depan rumah Laode. Saat itu suasana jalan sepi. Lima belas menit kemudian atau tepatnya pukul 05.15, Suwarni melihat sopir Laode yang bernama Bambang datang menggunakan sepeda motor. Namun, kedatangan Bambang disambut teriak histeris pembantu Laode. “Pembantu itu bilang ke sopir ada botol diduga bom,” kata Suwarni. 

 Mendengar teriakan itu, Suwarni melihat Bambang langsung masuk ke halaman rumah sambil berdiri. “Dia sebelumnya takut keluar rumah lantaran melihat bom. Habis itu, keduanya mengecek bom molotov dari dekat,” jelas dia.

 Sementara itu, Sofan Abdul Bari (71) yang juga tetangga Laode menyebutkan, setiap harinya ada dua anggota kepolisian yang menjaga rumah Laode. Biasanya mereka menjaga rumah selama 24 jam. Namun, ketika kejadian, dirinya tidak melihat dua petugas yang berjaga tersebut. 

 Selain itu, setiap dini hari, jalanan di depan rumah Laode hanya memiliki satu akses pintu masuk. Jadi, pelaku yang diduga melempar bom harus kembali ke pintu masuk jika ingin melarikan diri. 

 Pantauan Jawa Pos, rumah Laode yang baru saja diancam bom molotov terlihat sepi. Namun, anggota kepolisian yang memakai seragam, tampak lalu-lalang setiap beberapa menit sekali.

 Kejadian ancaman bom di rumah Laode ternyata bukan hanya satu-satunya. Di Jatiasih, Bekasi, rumah pimpinan KPK Agus Raharjo juga mendapat ancaman. Di depan rumahnya, Agus mendapati tas berisi pipa paralon serupa dengan bom pipa. 

 Tas yang awalnya dicurigai merupakan sebuah bom, ternyata berisi paralon besar yang di dalam terdapat paku, kabel, baterai, serta serbuk. Atas dua kejadian itu, kepolisian langsung membentuk tim khusus. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan, tim khusus tersebut masih terus menyelidiki dugaan ancaman bom molotov tersebut.

 “Pada prinsipnya memang benar ada kejadian tadi malam dini hari di rumah ketua KPK di Bekasi dan rumah wakil ketua di Kalibata. Jadi, di kediaman Pak Laode ada bom molotov. Ada dua bom molotov yang dilemparkan sekali tidak nyala dan tidak pecah. Yang kedua pecah,” ungkap dia.

 Kepolisian, kata Argo, telah mendapati sejumlah petunjuk. Salah satunya ialah hasil rekaman CCTV di rumah Laode. Menurut Argo, sudah ada dua terduga pelaku yang terekam kamera pengawas. “Berdasarkan rekaman CCTV di rumah korban, terlihat ada dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor dan helm full face dari arah sebelah kiri rumah,” jelas dia.

 Dalam rekaman itu, sebut Argo, terlihat dua orang tersebut berhenti dan melemparkan botol berisi cairan sebanyak dua kali. “Pada lemparan pertama, tidak pecah terbakar karena terkena tembok dan jatuh di lantai satu. Namun, pada lemparan kedua botol berisi cairan itu pecah dan terbakar,” ucap dia. (bry/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 08:32

IRT Beserta Jaringan Pengedar Sabu Diciduk

BALIKPAPAN   -  Seorang ibu mestinya menjadi panutan bagi anak-anaknya.…

Selasa, 15 Januari 2019 08:27

Bermodal Tangan Kosong, Tangkap Piton 3,5 Meter

HATI-HATI.  Belakangan ini banyak ular berkeliaran. Masyarakat sebaiknya sering memeriksa…

Selasa, 15 Januari 2019 08:25

Ngga Bisa Ugal-Ugalan Lagi, Polisi Bakal Pakai Ini..

BALIKPAPAN  - Tak lama lagi, Satlantas Polres Balikpapan akan menggunakan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:24

Arena Judi Sabung Ayam Sudah Sepi

BALIKPAPAN  -  Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sabhara Polres Balikpapan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:22

Pasukan URC Tangkap Dua Pria

BALIKPAPAN  -   Tim Unit Reaksi Cepat (URC) terus meningkatkan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:19

Ada Apa Ini? Aparat Bhabinkamtibmas Sambangi Rumah Warga

BALIKPAPAN  -  Jajaran Direktorat Bina Masyarakat (Binmas) Polda Kaltim memberi…

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Cuaca Buruk, Dua Maskapai Batal Mendarat di APT Pranoto

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk yang terjadi di beberapa bagian…

Senin, 14 Januari 2019 08:51

Hore! Harga Tiket Pesawat Bakal Turun

JAKARTA   -  Tarif pesawat yang melambung, satu per satu…

Senin, 14 Januari 2019 08:50

Ular Tiga Meter Lolos dari Kepungan BPBK

BALIKPAPAN  -  Yani (57) beserta keluarganya tak nyenyak tidur dan…

Senin, 14 Januari 2019 08:47

Tas Jemaah Masjid Al Fajar Diembat

BALIKPAPAN  -   Dipasangi closed circuit television (CCTV) sekalipun tetap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*