MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 11 Januari 2019 08:57
Biaya Mahal, Masuk Kewenangan Pemprov
Pesisir Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  - Masalah pesisir kini tak hanya abrasi pantai. Khusus di pesisir Balikpapan Timur, juga terjadi penumpukan pasir pantai. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Suryanto. Kedua hal ini ternyata sama-sama menjadi persoalan baru.

 Terkait abrasi pantai, menurut dia, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 bahwa kewenangan terhadap pantai bukan lagi ada pada pemerintah kota, namun provinsi dan pusat. "Karena banyak kasus seperti ini dan untuk menanggulanginya bukan hal yang murah. Makanya saran kami memang sebenarnya sudah dilaporkan ke provinsi," jelas Suryanto di kantornya.

 Selain itu, memang diakuinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemkot terbatas. Itulah yang jadi alasan penanggulangan abrasi diharapkan bisa diselesaikan provinsi atau bahkan nasional. "Karena, masalah abrasi tentunya tidak hanya terjadi di Kota Balikpapan saja," katanya.

 Sementara untuk persoalan sedimentasi yang menurut dia terjadi di Balikpapan Timur yakni kawasan Teritip, dianggap membahayakan karena sudah mencapai 50 sampai 70 sentimeter. Oleh karenanya, sedimentasi harus dikurangi.

 "Kami sudah punya ide dna akan meminta Dinas UMKM Koperasi dan Perindustrian (UMKMKP) untuk meneliti apakah pasir tersebut bisa dibuat batu bata. Ini supaya masyarakat nelayan yang dirugikan akan kami berikan pengetahuan tekhnis. Syukur-syukur ada bantuan CSR dari perusahaan untuk buat batu bata dari bahan sedimentasi," terangnya.

 Dengan adanya jalan keluar tersebut, maka sebanyak apapun sedimentasi, tidak akan menjadi masalah. Selama ada upaya pengolahan seperti pembuatan batu bata. Namun menurutnya, hal ini masih berupa masukan DLH dan belum pasti. 

 "Karena, waduk Jatiluhur saja sedimentasinya bisa dibikin bata. Untuk sedimentasi ini kan lebih pada pasir laut, ada kerang dan lainnya. Kan dari laut, mungkin lebih mudah dibuat batu bata ketimbang lumpur Jatiluhur," alasannya.

 Dirinya berharap dinas UMKMKP bisa mengkaji ide tersebut. Melihat, apakah pasit sedimentasi ini layak dibuat batu bata. Jika layak, maka masyarakat yang terkena dampak ini justru dapat berdayakan. "Silakan sebanyak apapun sedimentasi bisa membuat batu bata. Apalagi kalau berjalan baik, batu bata bisa diletakkan di area abrasi," pungkasnya. (cha/rus)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 09:12

Kampung Warna-Warni Dipercantik

BALIKPAPAN   -   Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Balikpapan melalui Bidang…

Selasa, 15 Januari 2019 09:11

52 Titik Rawan Macet dan Lakalantas Dipantau CCTV

BALIKPAPAN  -  Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya memaksimalkan traffic management…

Selasa, 15 Januari 2019 09:10

Dewan Geram, Banyak Fasum dan Fasos Belum Diserahkan ke Pemkot

BALIKPAPAN   -  Ternyata masih banyak fasilitas umum (fasum) dan fasilitas…

Selasa, 15 Januari 2019 09:09

Tahun Ini, PDAM Tambah Tiga Sumur Dalam

BALIKPAPAN  -  Guna memenuhi kebutuhan air bersih warga, PDAM Tirta…

Selasa, 15 Januari 2019 09:08

Balikpapan Bawa Pulang Piala Adipura

BALIKPAPAN  -  Setelah lima kali menerima penghargaan Adipura Kencana, maka…

Selasa, 15 Januari 2019 09:06

Petugas Dishub Awasi Gunung Pasir

BALIKPAPAN  -  Tak hanya kawasan tertib lalu lintas (KTL) di…

Selasa, 15 Januari 2019 09:06

Perjuangkan Gunung Teknik Terlayani Air PDAM

BALIKPAPAN  -  Komisi III dan PDAM Balikpapan melakukan rapat dengar…

Selasa, 15 Januari 2019 09:05

Investor Tertarik Bangun Arena Boling

BALIKPAPAN  -  Belum maksimalnya Gedung Parkir Klandasan (GPK) dalam mendongkrak…

Senin, 14 Januari 2019 09:26

Pembangunan Pelabuhan Somber Dimulai dari Nol

BALIKPAPAN   -   Kabar gembira bagi masyarakat Balikpapan, pemkot bersama pemprov…

Senin, 14 Januari 2019 09:23

Bantuan Gempa dan Tsunami Segera Diserahkan

BALIKPAPAN   -  Pemerintah kota akan menyerahkan bantuan untuk korban…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*