MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Sabtu, 19 Januari 2019 07:27
Pengamat: Lebih Baik Biayai Infrastruktur

Daripada Rencama Prabowo Naikkan Gaji PNS

PROKAL.CO, JAKARTA  - Wacana Calon Presiden Nomor urut 2 Prabowo Subianto untuk menaikan gaji aparatur negeri sipil (ASN) dinilai tidak perlu dilakukan. Sebab menurutnya banyak hal lebih penting yang bisa dilakukan ketika dirinya terpilih sebagai Presiden RI.

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudistira mengatakan, dari pada menaikan gaji PNS lebih baik Prabowo mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk hal-hal yang lebih produktif. Seperti mendorong anggaran belanja modal dan sosial.

Saat ini sendiri porsi belanja modal berada di angka 28,5 persen. Sedangkan belanja Konsumsi dan sosial hanya mengalami kenaikan sebesar 4,1 persen.

Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan belanja pegawai yang dialokasikan Pemerintah. Saat ini saja alokasi anggaran untuk belanja pegawai berada diangka 23,5 persen naik sekitar 56,5 persen selama lima tahun terakhir.

Jika terus dinaikan, belanja modal bisa semakin membebani APBN. Dan ini berpotensi membuat APBN tidak sehat bahkan defisit APBN bisa melebar.

"Padahal belanja modal adalah pos yang berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur. Begitu juga jika dibandingkan tren kenaikan belanja sosial hanya naik 4,1 persen di periode yang sama," ujarnya, Jumat (18/1).

Menurut Bhima, belanja modal sendiri sangat penting untuk membangun infrastruktur. Sehingga ke depannya bisa meningkatkan daya saing yang berujung pada peningkatan angka investasi.

"Seharusnya porsi belanja modal yang terus didorong kalau ingin APBN produktif dan bisa menarik investasi serta lapangan kerja," jelasnya.

Sedangkan Anggaran sosial juga sangat penting untuk mendongkrak daya beli. Jika daya beli terus meningkat, perekonomian negara juga ikut terkerek naik.

"Kalau Presiden terpilih ingin alokasikan lebih ke belanja konsumtif maka kualitas APBN akan turun, ga mampu dorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang," pungkas Bhima. (rhs/okz/rus)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 29 Januari 2019 07:56

KPU Coret Satu Caleg Dapil Sepaku

PENAJAM  -  KPU Penajam Pasar Utara  (PPU) resmi mencoret satu…

Selasa, 29 Januari 2019 07:55

Lima Partai Pilihan Generasi Milenial

JAKARTA   -  Survei yang dilakukan Center for Political Communication…

Selasa, 29 Januari 2019 07:54

Bawaslu Tentukan Status Laporan Jokowi Langgar Kampanye 7 Februari

JAKARTA   -  Bawaslu DKI Jakarta segera memutuskan status laporan…

Selasa, 29 Januari 2019 07:53

DPR Cecar KPK, soal Wacana Caleg Laporkan LHKPN Sebelum Dilantik

JAKARTA  -  KPK membuka wacana pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…

Senin, 28 Januari 2019 07:56

Garbi Tegaskan Netral pada Pemilu 2019

BALIKPAPAN   -  Gerakkan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kaltim menyatakan…

Senin, 28 Januari 2019 07:54

Butuh Kedewasaan dalam Berpolitik

BALIKPAPAN  -  Partai Gerindra terus melakukan konsolidasi secara internal guna…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:33

Bawaslu Gugurkan Satu Caleg Partai Hanura

PENAJAM  -  Harapan Abd Rahman, calon anggota DPRD Penajam Paser…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:32

Abd Rahman Tak Permasalahkan Dicoret dari Caleg

PENAJAM  -  Calon anggota DPRD Penajam Pasar Utara (PPU) daerah…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:31

Fahri Ajukan Eksekusi Rp 30 Miliar

JAKARTA  – Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan pemecatan Fahri…

Jumat, 25 Januari 2019 07:58

Nasib Caleg Dapil Sepaku Ditentukan Hari Ini

PENAJAM  -  Nasib satu calon anggota legislative (caleg) Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*