MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Sabtu, 19 Januari 2019 07:27
Pengamat: Lebih Baik Biayai Infrastruktur

Daripada Rencama Prabowo Naikkan Gaji PNS

PROKAL.CO, JAKARTA  - Wacana Calon Presiden Nomor urut 2 Prabowo Subianto untuk menaikan gaji aparatur negeri sipil (ASN) dinilai tidak perlu dilakukan. Sebab menurutnya banyak hal lebih penting yang bisa dilakukan ketika dirinya terpilih sebagai Presiden RI.

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudistira mengatakan, dari pada menaikan gaji PNS lebih baik Prabowo mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk hal-hal yang lebih produktif. Seperti mendorong anggaran belanja modal dan sosial.

Saat ini sendiri porsi belanja modal berada di angka 28,5 persen. Sedangkan belanja Konsumsi dan sosial hanya mengalami kenaikan sebesar 4,1 persen.

Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan belanja pegawai yang dialokasikan Pemerintah. Saat ini saja alokasi anggaran untuk belanja pegawai berada diangka 23,5 persen naik sekitar 56,5 persen selama lima tahun terakhir.

Jika terus dinaikan, belanja modal bisa semakin membebani APBN. Dan ini berpotensi membuat APBN tidak sehat bahkan defisit APBN bisa melebar.

"Padahal belanja modal adalah pos yang berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur. Begitu juga jika dibandingkan tren kenaikan belanja sosial hanya naik 4,1 persen di periode yang sama," ujarnya, Jumat (18/1).

Menurut Bhima, belanja modal sendiri sangat penting untuk membangun infrastruktur. Sehingga ke depannya bisa meningkatkan daya saing yang berujung pada peningkatan angka investasi.

"Seharusnya porsi belanja modal yang terus didorong kalau ingin APBN produktif dan bisa menarik investasi serta lapangan kerja," jelasnya.

Sedangkan Anggaran sosial juga sangat penting untuk mendongkrak daya beli. Jika daya beli terus meningkat, perekonomian negara juga ikut terkerek naik.

"Kalau Presiden terpilih ingin alokasikan lebih ke belanja konsumtif maka kualitas APBN akan turun, ga mampu dorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang," pungkas Bhima. (rhs/okz/rus)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 25 April 2019 12:14

31 Warga Binaan Rutan Ikuti Pemungutan Ulang

BALIKPAPAN - Sebanyak 31 warga binaan di Rumah Tahanan Negara…

Kamis, 25 April 2019 12:13

PMII Nilai KPU Lalai

BALIKPAPAN – Pemilu tahun ini rawan terjadinya konflik. Mulai dari…

Kamis, 25 April 2019 12:12

Maksimal Satu Parpol Raih Empat Kursi

PENAJAM - Pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara di tingkat Panitia…

Rabu, 24 April 2019 11:27

Hari ini, Berlangsung di Lima TPS

BALIKPAPAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Noor Thoha memastikan…

Rabu, 24 April 2019 11:26

Diterpa Isu Penggelembungan Suara, PKB Santai

TANA PASER – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Paser diterpa isu…

Selasa, 23 April 2019 11:50

Bawaslu Tak Ditemukan TPS Berpotensi Pemilihan Ulang

PENAJAM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Penajam Paser…

Sabtu, 20 April 2019 11:52

Dapil Penajam, Gerindra Berpeluang Dapat Dua Kursi

PENAJAM- Pemilihan legislatif (Pileg) untuk DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara…

Kamis, 18 April 2019 13:23

TPS 51 Sumber Rejo Sajikan Bakso Bagi Pemilih

BALIKPAPAN-Untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu Rabu 17 April 2019,…

Senin, 15 April 2019 11:43

Kodam VI/Mlw Siapkan Helikopter Bell

BALIKPAPAN- Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto, totalitas dalam mendukung suksesnya…

Sabtu, 13 April 2019 10:36

Dikawal Aparat, Logistik Pemilu Tiba di Kelurahan

BALIKPAPAN-Pendistribusian logistik pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 akhirnya tiba di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*