MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 30 Januari 2019 08:04
Polda NTB Makin Irit Bicara

PROKAL.CO, MATARAM  -   Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB menetapkan oknum polisi berinisial TU sebagai tersangka. TU yang bertugas di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) terindikasi menerima gratifikasi atas kaburnya tersangka penyelundup narkoba Dorfin Felix.

Penetapan TU sebagai tersangka seiring dengan peningkatan status kasus dugaan gratifikasi, dari penyelidikan ke penyidikan, yang ditangani Ditreskrimsus Subdit Tipikor. Hal ini dilakukan usai ekspose internal di Ditreskrimsus, pekan lalu. TU juga diketahui ditahan di Rutan Polda NTB usai menyandang status tersangka.

Sayangnya, kepolisian terkesan menutupi progres penanganan kasus tersebut. Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Komang Suartana hanya menyebut penyidik masih melakukan pemeriksaan.

”Masih pemeriksaan,” kata Suartana.

 

Pertanyaan spesifik mengenai apakah TU telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda, enggan dijawab Suartana.

 

Meski tidak memberi jawaban, sejumlah sumber Lombok Post di Polda NTB menyebutkan jika TU telah ditetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan juga terlihat beberapa kali diperiksa penyidik Tipikor Polda NTB. Pemeriksaan terakhir dilakukan Senin, (28/1).

 

Penahanan terhadap TU dilakukan sekitar tiga hingga empat hari lalu. Dia masuk sel khusus anggota di Rutan Polda NTB. 

 

Atas dugaan penerimaan uang dari Dorfin, koran ini mendapat informasi sejumlah rekening perwira turut diselidiki. Beberapa di antaranya bahkan telah dibekukan. Salah satu rekening yang turut ditelisik penyidik adalah milik TU.

 

Penetapan tersangka terhadap TU diduga kuat karena dia menerima gratifikasi. Imbal balik meloloskan Dorfin Felix dari Rutan Polda NTB. Sumber Lombok Post menyebutkan, penyidikan masih bisa berkembang karena TU diduga sebagai koordinator yang menyebabkan Dorfin kabur.

 

Sebelum Dorfin kabur, TU dan Dorfin kerap melakukan pertemuan di ruangan pada malam hari. Kegiatan ini tentu tak lazim jika melihat posisi Dorfin sebagai tahanan, yang seharusnya terus berada di dalam sel ketika jam berkunjung usai. Dalam pertemuan tersebut, ada juga orang ketiga, yang bukan anggota jaga, penasihat hukum, maupun penyidik kepolisian, turut terlibat.

 

Sebelumnya, Dorfin tertangkap di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Lombok Tengah (Loteng), akhir September 2018. Yang bersangkutan merupakan kurir narkotika internasional.

 

Bukti kuat sebagai kurir internasional mencuat saat tim gabungan dari Bea Cukai dan polisi menangkap Dorfin. Pelaku mengemas dengan rapi narkoba yang dibawanya menggunakan dua koper.

 

Narkoba yang dibawa Dorfin berjenis methylenedioxy methamphetamine (MDMA) atau biasa dikenal sebagai ekstasi, amphetamine, hingga narkoba sintetik yakni ketamine. Barang haram senilai Rp 3,2 miliar dibawa Dorfin dari negara asalnya, Prancis.

 

Ketika menggeledah koper pelaku, didapati narkoba dengan berat total 3.194,57 gram. Rinciannya, 9 bungkus besar kristal berwarna cokelat diduga narkotika jenis MDMA seberat 2.477,95 gram; satu bungkus besar berupa bubuk putih diduga narkotika jenis ketamine seberat 206,83 gram; dan satu bungkus serbuk berwarna kuning dari jenis amphetamine dengan berat 256,69 gram.

 

Selain dalam bentuk bubuk, pelaku juga membawa narkotika dengan bentuk pil atau tablet diduga ekstasi sebanyak 850 butir. Dari jumlah tersebut, 22 butir adalah pil berwarna cokelat dengan bentuk tengkorak.

 

Dirresnarkoba Polda NTB Yus Fadillah menyebut Dorfin sebagai kurir narkoba professional lintas negara. Dia mendapat upah 5 ribu Euro untuk satu kali pengantaran atau sekitar Rp 85 juta.

 

Pelaku membawa barang tersebut langsung dari Prancis dengan tujuan Lombok. ”Direct ke Lombok. Barang dibawa dari negara asalnya. Sempat transit di Jerman dan Singapura,” kata Yus saat pengungkapan penangkapan pelaku.(dit/r2/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Berkas Kasus Tabrak Pengguna Jalan Sudah P21

BALIKPAPAN- Masih ingat kasus tabrakan yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta…

Senin, 20 Mei 2019 11:06

Dua Ton Bandeng Digasak Maling

PENAJAM- Pembudidaya  Desa Babulu Laut diresahkan dengan kasus pencurian ikan…

Senin, 20 Mei 2019 11:05

BPJS dan RSKD Sudah Sepakat, Pelayanan Kembali Normal

BALIKPAPAN - Permasalahan antara RSKD dengan BPJS Kesehatan berakhir sudah.…

Kamis, 16 Mei 2019 10:59

Kantor Kormi Istiqomah Disatroni Maling, Pelaku ke Gep CCTV

BALIKPAPAN-Di bulan suci Ramadan, Masjid Istiqomah tak luput dari sasaran…

Kamis, 16 Mei 2019 10:58

Aksi Mesum Dilakukan saat Mabuk

BALIKPAPAN-Kasus video mesum pelajar SMP viral di facebook dan menggemparkan…

Rabu, 15 Mei 2019 10:30

Hakim Berhalangan, Dokter Forensik Batal Beri Kesaksian

BALIKPAPAN-Sidang kasus dengan tiga terdakwa yakni Hardjito, Adi Supriyatna, dan…

Senin, 13 Mei 2019 11:48

2.383 Pengendara Dapat Teguran

BALIKPAPAN-Operasi Keselamatan Mahakam 2019 resmi ditutup kemarin (12/5). Dari data…

Senin, 13 Mei 2019 11:46

Perampok Sadis Segera Disidang

BALIKPAPAN-Berkas kasus perampokan sadis yang terjadi di Jalan Martadinata, Kelurahan…

Kamis, 09 Mei 2019 11:38

"Obok-Obok" Dua Eks Lokalisasi Hasilnya Nihil

BALIKPAPAN - Selama bulan suci Ramadan 1440 Hijriah jajaran Satuan…

Kamis, 09 Mei 2019 11:36

Ada Pemeriksaan, Persidangan Ditunda

BALIKPAPAN-Puluhan persidangan pidana yang diagendakan digelar, Rabu (8/5) pagi hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*