MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:05
Manjat, Penghuni Rudenim Berusaha Kabur

Menolak Dipindah, Tantang Pukul Polisi

BIKIN ULAH: Warga asal Afganistan yang naik ke atap Rudenim, berupaya kabur dengan cara turun menggunakan tali tambang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Tujuh warga negara asing (WNA) asal Afganistan yang menghuni Rumah Detensi Militer (Rudenim) di Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, bikin ulah. Pada Kamis (21/2) sekira pukul 16.00 Wita, mereka mencoba kabur dengan cara menaiki atap Rudenim, lalu turun keluar menggunakan tali tambang. Aksi mereka berhasil digagalkan polisi.

Menurut Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Raden Dody Susantyoko, para WNA itu saat hendak diamankan justru menantang untuk memukuli aparat. Mereka terus memancing emosi polisi agar menangkap dan membawa mereka ke penjara.

“Petugas ditantang sama mereka. Petugas kami tetap sabar dan menjaga emosi, karena mereka ini tidak melakukan tindakan kriminal di Indonesia. Jadi petugas tetap sabar meski dipancing-pancing emosinya,” terang Dody, kemarin (22/2).

Sementara itu, Kepala Rudenim Balikpapan, Yulizar menerangkan bahwa para WNA tersebut hendak melarikan diri dari Rudenim, lantaran tidak mau dipindahkan ke community house di Tanjung Pinang. Mereka meminta dipindahkan ke community house di Surabaya atau Jakarta.

Hanya saja saat berkoordinasi dengan Rudenim setempat, rupanya tidak ada slot lagi untuk penambahan penghuni baru. “Kami mau pindahkan ke Surabaya atau Jakarta, tapi ternyata sudah penuh. Makanya mereka memilih untuk kabur saja,” kata Yulizar.

Pihak Rudenim mengaku geram dengan tingkah WNA tersebut. Beberapa kali mereka membuat kegaduhan di dalam Rudenim. Mulai dari merusak aset, bersuara bising, hingga melakukan demo. Sementara usulan untuk membuat community house hingga kini ditolak Pemkot Balikpapan, karena para WNA asal Afganistan ini memiliki kepercayaan yang berbeda.

“Mereka ini ‘kan aliran syiah. Nah, pemkot memang tidak setuju untuk penempatan warga Afganistan, makanya pemerintah tidak setuju untuk membuka community house,” terang dia.

Sejatinya dari Direktorat Jenderal Imigrasi meminta Rudenim segera dikosongkan. Tentu dengan solusi pemerintah pusat menyiapkan community house di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Hanya saja para penghuni tidak mau dipindah ke tempat tersebut. Walhasil, pengurus Rudenim kebingungan dan pasrah dengan apa yang ingin dilakukan para WNA yang tersisa.

“Terserah mereka sudah mau ngapain. Mau lari, ya, lari aja biar sekalian ditangkap. Pemkot itu sudah berbaik hati mau menampung mereka, malah sekarang begini. Terus mereka itu maunya apa? Ini ibarat disuruh berobat ke puskesmas malah mintanya ke rumah sakit, ya, mana duitmu?” geram Yulizar.

Yulizar berharap, para penghuni Rudenim dapat memahami peraturan di Indonesia dan tidak membuat kegaduhan hingga membahayakan orang lain. Sebab, Indonesia tidak mengaksesi Konvensi Jenewa tahun 1951, yang artinya tidak memberikan rumah tinggal bagi para pengungsi dari luar negeri.

“Terus mereka tinggal di Indonesia harus mematuhi aturan di Indonesia. Baik aturan di rumah detensi ataupun aturan di lokal,” jelasnya.

Yulizar menawarkan kepada para pengungsi untuk pulang ke negaranya masing-masing, namun mereka tetap menolak sehingga pihaknya bingung dan pasrah. Secara terpisah, Wali Kota Rizal Effendi mengungkapkan alasan pemkot tidak setuju membuat community house di Balikpapan. Yakni, lantaran pihaknya khawatir ketika penghuni Rudenim yang didominasi berasal dari Afganistan berbaur dengan masyarakat, akan timbul dampak yang lain. Pemkot masih harus berpikir keras dan menyosialisasikan kepada masyarakat terlebih dahulu.

“Memang tidak gampang community house itu diwujudkan, terutama masalah penganggarannya. Masyarakatnya harus kita sosialisasi, karena ‘kan masyarakat takut kalau nanti ada dampak yang lain ketika mereka ada di lingkungan masyarakat,” pungkas Rizal. (yad/yud/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 11:12

Pemilik Sabu Diburu Polisi

TANA PASER-Rop (28) yang tercatat sebagai warga binaan Rutan Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 11:10

Kaltim dan Sulawesi Jadi Sasaran Pasar Narkoba

BALIKPAPAN-Bulan suci Ramadan, tidak menyurutkan anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba)…

Rabu, 22 Mei 2019 11:09

Dishub PPU Deteksi Taksi Online Beroperasi Tanpa Izin

PENAJAM-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendeteksi keberadaan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:15

Narkoba Asal Malaysia Gagal Edar

BALIKPAPAN - Tim Opsnal Direktorat Reserse dan Narkoba (Dit Resnarkoba)…

Selasa, 21 Mei 2019 11:12

Berani “Bermain”, Kartel Bakal Ditindak Tegas

BALIKPAPAN - Menjelang lebaran Satuan Tugas (Satgas) Pangan baik di…

Selasa, 21 Mei 2019 11:07

Lanal dan KKP Kumpulkan Ratusan Nelayan

BALIKPAPAN - Sumber daya alam di Indonesia sangat kaya. Terutama…

Senin, 20 Mei 2019 11:14

Kangaroo Adu Banteng dengan Bus

BALIKPAPAN-Berhati-hatilah dalam berkendara. Kemarin kurang dari 24 jam terjadi enam…

Senin, 20 Mei 2019 11:13

Hantam Pembatas Jalan, Mr X Kritis

BALIKPAPAN-Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di bulan Ramadan ini semakin sering…

Senin, 20 Mei 2019 11:12

Tim Opsnal Polsek Selatan Bantu Ringkus Pembunuh di Barsel

BALIKPAPAN - Kasus pembunuhan yang terjadi di pinggir Jalan Desa…

Senin, 20 Mei 2019 11:11

Dor…Dor…Dor…Tim URC Bubarkan Judi Sabung Ayam

BALIKPAPAN - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sabhara Polres Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*