MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 15 Maret 2019 09:45
Ayah Cabuli Dua Anak Kandung Pantas Dikebiri

Kota Beriman Laik Terapkan Syariat Islam

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Hukuman kebiri sintetis bagi pelaku persetubuhan kendati sudah diatur dalam undang-undang namun sampai sekarang belum diterapkan. Ketua GNPF Balikpapan, Abdul Rais memandang hukuman itu pantas dijatuhkan bagi Frangky, ayah yang tega mencabuli dan meniduri dua anak kandungnya sendiri selama enam tahun. Korban mendapat perlakuan asusila sejak masih duduk di bangku SD, kini mereka telah beranjak remaja yakni S (19) serta adiknya A (13). “Dihukum semaksimal mungkin, karena itu sudah tindakan yang biadab, sangat kurang ajar. Harusnya seorang ayah bisa memberi rasa aman kepada anaknya bukannya malah begini," kata Rais dihubungi Balpos kemarin (14/3).

Rais menegaskan, Frangky layak dijerat hukuman suntik kebiri ilmiah. Sebab perbuatan tersebut masuk dalam tindakan kekerasan seksual yang dikecam keras oleh pemerintah. Hanya saja hukuman kebiri butuh ketegasan dari pemangku kebijakan termasuk apara penegak hukum karena sampai detik ini belum ada sejarah pelaku kejahatan seksual disuntik kebiri.

"Bisa saja dia dikebiri, sebab itu sudah termasuk perbuatan kekerasan seksual apalagi terhadap anak. Tapi ya kembali lagi kepada ketegasan penegak hukum. Selama ini kan belum pernah ada. Kalau memang sekiranya pelaku ini tergolong dalam tindakan yang biadab ya saya sih mendukung saja," ujarnya.

Bahkan Rais mengatakan Frangky layak untuk dirajam seperti hukum Islam yang telah diberlakukan di Aceh. Hukuman rajam ini juga bisa diterapkan di Balikpapan, selagi pemerintah daerah menyetujui dirasa akan meminimalisir tindak kekerasan seksual.

"Sah-sah saja selama pemangku kebijakan disetujui. Bahkan kalau ideologi di Negara ini mau diubah menjadi ideologi Islamiyah kalau itu disetujui oleh rakyat ya itu sah. Nggak ada masalah, kita nggak usah takut," tegas Rais.

Hanya saja hal ini memang butuh pembicaraan dan kajian yang serius dari pemerintah daerah untuk mengubah sistem hukum menjadi hukum islamiyah. Namun Rais sendiri mengaku mendukung, hal ini lantaran di Balikpapan mayoritas beragama Islam dan terdapat sejumlah ormas Islam yang siap mengawal hukum tersebut.  "Umpanya itu disetujui oleh pemerintah daerah ya silakan aja. Itu adalah presentase kekayaan hukum yang berkembang di masing-masing wilayah. Hukum itu kan berkembang, ada hukum adat, hukum agama. Karena rakyat di situ hanya patuh dengan itu. Hukum itu kan diterapkan untuk melindungi rakyat," pungkas Rais.

Saat diperiksa polisi, Frangky berkilah. Dia beralasan terpaksa berbuat asusila kepada darah dagingnya sendiri lantaran sang istri tak pernah mau memenuhi kebutuhan biologisnya untuk berhubungan intim karena sakit. Akibat hasrat seksualnya tak dilayani, pria berusia 43 tahun yang tinggal di Jalan Sumber Rejo RT 42 Balikpapan Tengah ini tega menggarap dua anak kandungnya sendiri. Putri tertuanya digarap sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD. S mengaku kemaluan dan payudaranya dipegang-pegang, diciumi bahkan sampai ditiduri oleh ayahnya sendiri. Perbuatan tidak senonoh itu mengakibatkan rasa sakit pada kemaluannya saat buang air kecil dan terus berlangsung sampai S duduk di kelas 8 SMP. Sementara adiknya, A, mengalami tindakan pencabulan sejak masih berusia lima tahun sampai kelas 6 SD. Hanya saja A tidak sampai disetubuhi oleh sang ayah.

Polisi yang menerima alibi dari tersangka tidak langsung percaya. Saat dikonfirmasi ke ibunda S dan A, semua pernyataan Frangky dibantah. “Kami sudah periksa istrinya, dia baik-baik saja, sehat dan dilayani juga kebutuhan biologis suaminya," tegas Makhfud.  (yad/yud)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 11:10

Kaltim dan Sulawesi Jadi Sasaran Pasar Narkoba

BALIKPAPAN-Bulan suci Ramadan, tidak menyurutkan anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba)…

Rabu, 22 Mei 2019 11:09

Dishub PPU Deteksi Taksi Online Beroperasi Tanpa Izin

PENAJAM-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendeteksi keberadaan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:15

Narkoba Asal Malaysia Gagal Edar

BALIKPAPAN - Tim Opsnal Direktorat Reserse dan Narkoba (Dit Resnarkoba)…

Selasa, 21 Mei 2019 11:12

Berani “Bermain”, Kartel Bakal Ditindak Tegas

BALIKPAPAN - Menjelang lebaran Satuan Tugas (Satgas) Pangan baik di…

Selasa, 21 Mei 2019 11:07

Lanal dan KKP Kumpulkan Ratusan Nelayan

BALIKPAPAN - Sumber daya alam di Indonesia sangat kaya. Terutama…

Senin, 20 Mei 2019 11:14

Kangaroo Adu Banteng dengan Bus

BALIKPAPAN-Berhati-hatilah dalam berkendara. Kemarin kurang dari 24 jam terjadi enam…

Senin, 20 Mei 2019 11:13

Hantam Pembatas Jalan, Mr X Kritis

BALIKPAPAN-Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di bulan Ramadan ini semakin sering…

Senin, 20 Mei 2019 11:12

Tim Opsnal Polsek Selatan Bantu Ringkus Pembunuh di Barsel

BALIKPAPAN - Kasus pembunuhan yang terjadi di pinggir Jalan Desa…

Senin, 20 Mei 2019 11:11

Dor…Dor…Dor…Tim URC Bubarkan Judi Sabung Ayam

BALIKPAPAN - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sabhara Polres Balikpapan…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:23

ASTAGA..!! Padahal Ramadan Loh, Prostitusi Online Makin Marak

BALIKPAPAN-Wajar saja jika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*