MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 15 Maret 2019 09:56
Ini Dia Hasil Penyidikan KNKT Soal Minyak Tumpah di Teluk Balikpapan

Minyak Tumpah Akibat Komunikasi Beda Bahasa, KNKT: Diperintahkan Turun Jangkar 1 Meter, Awak Kapal Lempar 27 Meter

TERANG BENDERANG: Hasil rilis KNKT, jangkar kapal MV Ever Judger menjadi penyebab patahnya pipa minyak mentah milik Pertamina dan mencemari Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Satu tahun pasca kasus tumpahan minyak, karena bocornya pipa transmisi Pertamina akibat jangkar MV Ever Judger, kemarin (14/3) Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis kerusakan pipa dan polusi minyak mentah akibat pengoperasian kapal itu di aula balai kota. 

Insiden yang terjadi pada 30 Maret 2018 itu berawal dari adanya miskomunikasi. Menurut Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, laporan final terdiri dari informasi faktual, analisis, kesimpulan dan rekomendasi keselamatan. 

“Kami mengulas secara komprehensif mengenai akar masalah yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Tim investigasi telah menganalisis secara mendalam berdasarkan sudut pandang regulasi dan implementasi ketika kejadian berlangsung,” kata Soerjanto Tjahjono. 

Peristiwa itu terjadi karena komunikasi yang dilakukan antara pihak MV Ever Judger dengan dua kapal pandu, yakni Anggada dan Antasena, menggunakan dua bahasa. “Komunikasi nakhoda ke kapal pandu pakai bahasa Inggris, sedangkan sesama awak kapal MV Ever Judger pakai bahasa China,” jelasnya. 

 Saat itu, kapal pandu memerintahkan nakhoda untuk menurunkan jangkar 1 meter. Namun, ketika informasi itu diteruskan ke mualim, jangkar justru diturunkan 1 segel, yakni sekira 27 meter.

 “Jadi, ada kesalahan komunikasi. Artinya, perintah itu diartikan salah oleh mualim. Ketika jangkar turun, akhirnya sangkut di pipa. Kemudian pipa itu patah, mengeluarkan minyak mentah ke permukaan Teluk Balikpapan,” terangnya. 

KNKT menyimpulkan, terjadinya polusi minyak di perairan Teluk Balikpapan itu, akibat kurangnya penerapan bridge resource management (BRM) untuk keselamatan navigasi di atas MV Ever Judger serta penanganan kedaruratan yang tidak tepat.

 “Kondisi ini memberikan andil pada benturan antara jangkar kapal dengan pipa penyalur minyak mentah berdiameter 20 inci di dasar teluk,” bebernya.

Selain miskomunikasi, kejadian yang menyebabkan pencemaran dan kebakaran di Teluk Balikpapan itu, juga terjadi karena tidak adanya prosedur spesifik. Yakni, tentang pelayanan pemanduan terkait pertukaran informasi seperti diatur dalam resolusi IMO A.960, kecuali prosedur yang dikeluarkan KSOP setempat.

 “Kami mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi. Rekomendasinya bersifat lintas instansi, beberapa instansi telah secara cepat melakukan tindakan keselamatan,” tuturnya.

 Rekomendasi itu, di antaranya, Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk melakukan sinkronisasi tentang peraturan pipa bawah laut. Termasuk, rekomendasi untuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan.

 Rekomendasi itu berupa peninjauan ulang prosedur tanggap darurat terhadap tier 1 perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di Teluk Balikpapan. Tier 1 adalah kategorisasi penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak yang terjadi di dalam atau luar daerah lingkungan kepentingan pelabuhan (DLKP) dan daerah lingkungan kerja pelabuhan (DLKR).

“Untuk koordinasi kami, baik kapal pandu maupun lainnya akan ditingkatkan lagi. Termasuk persoalan bahasa tadi, karena ‘kan kalau salah mengartikan, jadi salah perintah juga,” kata Kepala KSOP Balikpapan, Jhonny Runggu Silalahi.

Sementara itu, Wali Kota Rizal Effendi menambahkan, hasil dari investigasi KNKT tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Sebab, banyak dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa di Teluk Balikpapan itu. Mulai dari hilangnya nyawa manusia, hingga kerusakan lingkungan hidup.

 “Juga ada kerugian materiel. Harapannya, ya, jangan sampai terulang lagi. Terutama dari segi koordinasi, karena kewenangan teluk itu bukan di pemerintah kota, tapi Pemprov Kaltim,” imbuhnya.

 Dalam kejadian setahun lalu itu, tumpahan minyak mentah dari pipa Pertamina menimbulkan kebakaran yang hebat. Tak hanya menghanguskan kapal kayu milik nelayan, tapi juga memakan lima korban jiwa.

Selain itu, luasnya tumpahan minyak itu turut mencemari kawasan Teluk Balikpapan sampai kawasan mangrove. Butuh waktu hingga belasan tahun untuk memulihkannya. “Ada tiga daerah yang terdampak, Balikpapan dan Penajam Paser Utara serta ke arah timur adalah Kutai Kartanegara,” tutup Rizal Effendi. (cha/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 10:18

DLH Selidiki Pengembang Buang Sampah ke TPS

BALIKPAPAN-Pemkot akan bertindak tegas terhadap pengembang perumahan (real estate) dan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:17

Dari Balikpapan, Pelni Buka Rute Ekstra ke Jakarta

BALIKPAPAN-PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni Cabang Balikpapan membuka…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:16

Logistik Bekas Pemilu Terjual Rp 294 Juta

BALIKPAPAN-Logistik bekas pemilu yang dilelang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:15

Konsumsi Daging Kerbau di Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN-Minat masyarakat Kaltim terhadap daging kerbau yang dipasarkan Badan Urusan…

Jumat, 22 Maret 2019 10:33

Pekan Depan, Presiden ke Balikpapan, APA AGENDANYA..?

BALIKPAPAN-Sempat tertunda, akhirnya Presiden Joko Widodo kembali melakukan kunjungan kerja…

Jumat, 22 Maret 2019 10:33

Pejabat di Kaltim Bandel, Perlu Disanksi

BALIKPAPAN-Pemerintah pusat tampaknya perlu mempertimbangkan untuk memberi sanksi para pejabat…

Jumat, 22 Maret 2019 10:32

WOW..!! Pajak Hiburan Balikpapan Tertinggi Se-Indonesia

BALIKPAPAN-Selama ini investor dari luar harus berpikir dua kali jika…

Jumat, 22 Maret 2019 10:29

Minta Pemkot Larang Iklan Rokok dan Terapkan Jam Belajar Malam

BALIKPAPAN-Pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Kota Balikpapan 2019…

Kamis, 21 Maret 2019 10:52

Bantuan Anggaran Pemprov Kaltim Minim

BALIKPAPAN-Minimnya bantuan anggaran dari Pemprov Kaltim untuk Kota Minyak mendapat…

Kamis, 21 Maret 2019 10:50

Rizal Mengaku Nomor Satu ke Mendag

BALIKPAPAN-Pelaksanaan video conference antara Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*