MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 18 Maret 2019 11:06
Jangan Kaitkan Temuan Upal dengan Money Politics
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Sejumlah warga mulai resah dengan adanya temuan uang palsu (upal) di Kota Minyak belakangan ini. Apalagi, temuan itu jelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) pada 17 April nanti.

Sejauh ini, kepolisian baru mendengar beberapa temuan kasus upal. Temuan itu pun hanya hitungan lembar, belum dalam jumlah banyak. Sedangkan terkait isu money politics menggunakan upal, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menegaskan, temuan upal tidak ada kaitannya dengan money politics.

“Memang ada beberapa kasus (temuan upal, Red). Tapi, jika dilihat jumlahnya sedikit, sehingga kami anggap kriminal biasa seperti kasus sebelumnya. Tidak usah dikaitkan dengan money politics,” terang Ade Yaya, Minggu (17/3).

Dia pun mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian terdekat jika mendapati adanya upal. Hal ini agar cepat dilakukan penelusuran asal mula upal itu. “Tetap waspada. Jika menemukan kasus serupa, laporkan ke polisi terdekat. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat kami lakukan penyelidikan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kasus temuan upal terbaru terjadi di Pasar Pandansari, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, Minggu (10/3) lalu. Seorang pedagang bernama M Sulhan mendapatkan upal pecahan Rp 100 ribu dari salah seorang pelanggannya.

Dia mengakui, jelang Pemilu 2019, upal memang mulai marak beredar di Pasar Pandansari. “Selama 13 tahun saya berjualan di Pasar Pandansari, belum pernah mendapatkan uang palsu seperti ini. Saya khawatir dimanfaatkan oknum tertentu untuk money politics,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sinar, warga Margasari. Dia mengaku uangnya untuk membayar belanja sempat ditolak karena diduga upal. “Saya tidak tahu kalau itu uang palsu, jadi saya pakai belanja saja. Tetapi, sampai di swalayan, uang saya ditolak karena dianggap uang palsu,” kata Sinar.

Perempuan berwajah ayu ini mengaku tidak tahu asal upal itu. “Saya tidak tahu uang palsu dari mana, karena beberapa uang yang saya terima tidak dari satu orang saja. Langsung saya masukkan ke dalam tas,” imbuh Sinar.

Mereka berharap, kepolisian dapat segera menelusuri asal mula upal yang sempat beredar di masyarakat tersebut. (pri/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 12:03

Jokowi Menang Tipis di Tiap Kecamatan

BALIKPAPAN-Pasangan Jokowi-Ma’ruf di Balikpapan disebut-sebut unggul tipis dari pasangan Prabowo-Sandi.…

Sabtu, 20 April 2019 12:00

Motor, Uang, Handphone Melayang

BALIKPAPAN-Sudah jatuh tertimpa tangga. Nasib sial bertubi-tubi itu dialami Rena…

Sabtu, 20 April 2019 11:58

Tahanan Lapas Berupaya Kabur

BALIKPAPAN-Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Balikpapan, Ahmad…

Sabtu, 20 April 2019 11:57

Pencuri Berhijab Dicokok

BALIKPAPAN-Pencuri berhijab besar yang beraksi di mal akhirnya dicokok aparat…

Kamis, 18 April 2019 13:29

Surat Suara Banyak Tertukar

BALIKPAPAN-Masyarakat yang telah memiliki hak suara mengeluhkan tertukarnya surat suara…

Kamis, 18 April 2019 13:29

Pencuri Berhijab Beraksi di Mal

BALIKPAPAN-Jangan memandang seseorang dari fisik luarnyà. Begitulah yang dirasakan korban…

Kamis, 18 April 2019 13:27

Bawaslu Sulit Buktikan Money Politics

BALIKPAPAN-Sejak masa tenang pemilu hingga detik-detik pencoblosan kemarin (17/4), Bawaslu…

Kamis, 18 April 2019 13:25

Tahanan Polres Nyoblos di Sel

BALIKPAPAN-Pemilu kali ini memang diwarnai antusias yang tinggi. Tua dan…

Selasa, 16 April 2019 11:25

Tiga Truk Kontainer Terlibat Laka Beruntun

BALIKPAPAN-Lagi-lagi kecelakaan lalu lintas terjadi. Kali ini, tiga truk kontainer…

Selasa, 16 April 2019 11:23

Saksi Korban Tegaskan Uangnya Belum Kembali

BALIKPAPAN-Sidang dugaan pidana pasal 263 ayat (2) KUHP juncto pasal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*