MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 19 Maret 2019 10:46
Wagub Kecewa Produksi Batu Bara Dibatasi

Dikhawatirkan Menambah Angka Pengangguran di Kaltim

KOMODITAS ANDALAN: Kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM yang membatasi produksi batu bara membuat Pemprov Kaltim kecewa. (ilustrasi)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Pemprov Kaltim melakukan sejumlah upaya untuk merevisi aturan pemerintah pusat terkait pembatasan produksi batu bara di Bumi Etam. Salah satunya, melakukan pertemuan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 “Terkait gejolak adanya pembatasan produksi batu bara, sedang kami usulkan kepada Kementerian ESDM untuk direvisi. Instansi terkait sudah bertemu dengan Kementerian ESDM untuk dapat dievaluasi,” kata Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi kepada Balikpapan Pos, Minggu (17/3).

Menurut Hadi, pembatasan produksi batu bara akan berimbas pada peningkatan jumlah pengangguran. “Pengangguran terbuka. Kalau ada pembatasan produksi batu bara, tentu dampaknya pengangguran,” tuturnya.

 Kendati demikian, hingga triwulan pertama 2019 belum ada keluhan dari pengusaha batu bara. “Sejauh ini berjalan, hingga Maret, tidak ada keluhan dari para pengusaha batu bara. Namun akan menjadi masalah ke depan. Tentu bukan berlaku pada 2019, kita menginginkan dikembalikan setidaknya seperti tahun sebelumnya,” tandasnya.

 Sebelumnya, Gubernur Isran Noor mengatakan, masyarakat Kaltim siap-siap kecewa dengan kebijakan pemerintah pusat. Pasalnya, batu bara sebagai salah satu komoditas unggulan daerah ini akan dibatasi produksinya. Adanya kebijakan tersebut diprediksi akan mengganggu perekonomian Kaltim.

“Kaltim akan mengalami masalah besar. Karena ada surat dari Kementerian ESDM, bahwa produksi batu bara yang berasal dari IUP (izin usaha pertambangan) akan dikurangi. Di mana, untuk IUP, hanya boleh memproduksi 4 kali 8 juta ton. Karena 8 juta ton pada tahun 2018 sebagai realisasi DMO (domestic market obligation) batu bara yang berasal dari IUP,” tandas Gubernur Isran Noor saat pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Pembangunan Wilayah II, di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (11/3) lalu.

 Untuk diketahui, pada tahun 2018 produksi batu bara di Kaltim dari IUP sebanyak 92 juta ton. Jika memakai acuan yang sama dari capaian produksi tahun 2018, maka jumlah batu bara yang dapat diproduksi berdasarkan surat dari Kementerian ESDM hanya 32 juta ton.

“Yang bisa diproduksi hanya itu, 4 kali 8 juta ton, berarti 32 juta ton. Artinya, 60 juta ton tidak bisa diproduksi,” bebernya.

Menurutnya, kebijakan ini akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi Kaltim. “Kalau ini benar terjadi, maka pertumbuhan ekonomi Kaltim akan menurun. Kemungkinan minus, ya, di bawah 3 persen, menjadi 2,8 persen,” sebutnya. 

Dirinya pun berharap, kebijakan Kementerian ESDM tersebut dibatalkan. Pasalnya, selama ini perekonomian Kaltim masih bergantung pada sektor ini. Untuk itu, dirinya telah mengadukan kebijakan itu kepada Presiden Joko Widodo. 

“Semoga surat ini batal. Kami sudah membuat surat ke Presiden. Tembusannya ke menteri keuangan dan menteri ESDM, supaya pembatasan itu jangan dilakukan. Karena, dengan kondisi ekonomi sulit saat ini, membuat masyarakat Kaltim semakin menderita,” tandasnya. (pri/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 10:37

Pedagang dan Distributor Diminta Tak Langgar Aturan

BALIKPAPAN-Sesuai Surat Edaran Menteri Perdagangan, komoditas telur dan ayam harus…

Sabtu, 20 April 2019 10:34

Kelelahan, Belasan Petugas KPPS Alami Hipertensi

BALIKPAPAN-Usai euforia pelaksanaan pemilu yang menghabiskan tenaga, Dinas Kesehatan Kota…

Sabtu, 20 April 2019 10:34

Warga Salok Lay Gunakan Hak Pilihnya

BALIKPAPAN-Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 untuk memilih presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 13:12

Renovasi Kantor DKK Butuh Rp 60 M

BALIKPAPAN-Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman,…

Kamis, 18 April 2019 13:08

Rahmad Optimis, Golkar Rebut Kursi Ketua DPRD

BALIKPAPAN-Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menempatkan Partai Golkar di…

Kamis, 18 April 2019 13:06

Disdag Dirikan Kios Penyeimbang Harga

BALIKPAPAN-Jelang Ramadan dan Lebaran, Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan terus berupaya…

Kamis, 18 April 2019 13:04

Rizal Keluhkan Surat Suara Terlalu Lebar

BALIKPAPAN-Wali Kota Rizal Effendi bersama keluarga melakukan pencoblosan di TPS…

Selasa, 16 April 2019 10:54

KPU Siap Gelar Pemilu

BALIKPAPAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan siap melaksanakan Pemilu 2019 pada…

Selasa, 16 April 2019 10:53

Jelang Ramadan, Disdag Pantau Harga

BALIKPAPAN-Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan mulai memantau harga komoditas di pasar-pasar…

Selasa, 16 April 2019 10:52

LUMAYAN KAN...?? Tiga Bulan, GPK Hasilkan Rp 198 Juta

BALIKPAPAN-Pendapatan asli daerah (PAD) dari Gedung Parkir Klandasan (GPK) tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*