MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Selasa, 19 Maret 2019 10:54
Pengembangan Pariwisata Terkendala Legalitas Lahan
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANA PASER – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Paser mengalami penurunan. Untuk pengembangan objek wisata alam yang potensial untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Paser masih terkendala permasalahan infrastruktur pendukung dan legalitas lahan. Itu karena kebanyakan objek wisata alam yang ada di Bumi Daya Taka masih dikuasai masyarakat dan belum dibebaskan pemkab.

“Harus diakui terjadi penurunan jumlah wisatawan pada tahun lalu (2018), hal ini diungkapkan dinas terkait dalam rapat koordinasi yang diadakan belum lama ini, setelah dievaluasi terjadinya penurunan jumlah wisatawan karena sejumlah sarana pendukung dan fasilitas baik menuju maupun yang ada di obyek wisata sudah tidak terawat dan akses jalan juga menjadi perhatian,” beber Sekdakab Paser, Katsul Wijaya.

Disebutkan Katsul, dari target PAD kabupaten Paser kurang lebih Rp 98 miliar dan hanya tercapai 89 persen, karena salah satu yang diharapkan menyumbang PAD adalah sektor Pariwisata malah merosot, karena disebabkan beberapa hal itu tadi seperti fasilitas di obyek wisata, dan akses menuju objek wisata yang masih belum sepenuhnya baik.

Ditanya minimnya anggaran yang dialokasikan di sektor pariwisata, Katsul tidak menampik kalau anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan pariwisata cukup minim, menurut Katsul, hal tersebut disebabkan selain karena keterbatasan anggaran juga dikarenakan masih belum jelasnya legalitas lahan sejumlah objek wisata.

“Untuk mengembangkan objek wisata, harus ada dulu legalitasnya. Jangan sampai nanti setelah dibangun sejumlah fasilitas penunjang pariwisata, belakangan hari muncul gugatan terhadap lahan yang menjadi obyek wisata tersebut, oleh karenanya saya minta dinas terkait menginventarisir legalitas lahan objek wisata,”ungkap Katsul.

Dikatakan Katsul, untuk pengembangan objek wisata ke depan, Pemkab akan menggandeng pemerintah desa setempat yang wilayahnya ada objek wisata, terkait pengelolaan dan perawatan fasilitas penunjang yang ada di objek wisata. (ian/rus)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 10:37

PPU Bangun Tiga Pasar Rakyat

PENAJAM- Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag)…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:36

BKPP Segera Ajukan Draf Penunjukan Plt

PENAJAM- Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Penajam Paser…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:35

Permintaan Hewan Kurban Diprediksi Meningkat

PENAJAM- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) prediksi…

Jumat, 19 Juli 2019 10:04

Lima Pimpinan OPD Dicopot

PENAJAM - Lima pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II…

Jumat, 19 Juli 2019 10:01

KPU Paser Siapkan Bukti

TANA PASER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser belum…

Kamis, 18 Juli 2019 11:14

90 Paket Proyek Masuk ULP

PENAJAM - Sepanjang Januari-Juli 2019, paket proyek pemerintah Kabupaten Penajam…

Kamis, 18 Juli 2019 11:13

Kansilog Jamin Stok Bahan Pokok

TANA PASER - Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Tanah Grogot memastikan…

Kamis, 18 Juli 2019 11:12

Warga Minta Penggunaan Anggaran Proyek Harus Transparan

PENAJAM - Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Hamdam…

Kamis, 18 Juli 2019 11:11

Waspada, Tiga Jenis Hama Mulai Serang Tanaman Padi

PENAJAM - Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) harus…

Rabu, 17 Juli 2019 13:37

Korsleting, Rumah Barniah Ludes Terbakar

PENAJAM- Satu unit rumah di RT 15, Kelurahan Sotek, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*