MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Selasa, 19 Maret 2019 10:54
Pengembangan Pariwisata Terkendala Legalitas Lahan
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANA PASER – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Paser mengalami penurunan. Untuk pengembangan objek wisata alam yang potensial untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Paser masih terkendala permasalahan infrastruktur pendukung dan legalitas lahan. Itu karena kebanyakan objek wisata alam yang ada di Bumi Daya Taka masih dikuasai masyarakat dan belum dibebaskan pemkab.

“Harus diakui terjadi penurunan jumlah wisatawan pada tahun lalu (2018), hal ini diungkapkan dinas terkait dalam rapat koordinasi yang diadakan belum lama ini, setelah dievaluasi terjadinya penurunan jumlah wisatawan karena sejumlah sarana pendukung dan fasilitas baik menuju maupun yang ada di obyek wisata sudah tidak terawat dan akses jalan juga menjadi perhatian,” beber Sekdakab Paser, Katsul Wijaya.

Disebutkan Katsul, dari target PAD kabupaten Paser kurang lebih Rp 98 miliar dan hanya tercapai 89 persen, karena salah satu yang diharapkan menyumbang PAD adalah sektor Pariwisata malah merosot, karena disebabkan beberapa hal itu tadi seperti fasilitas di obyek wisata, dan akses menuju objek wisata yang masih belum sepenuhnya baik.

Ditanya minimnya anggaran yang dialokasikan di sektor pariwisata, Katsul tidak menampik kalau anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan pariwisata cukup minim, menurut Katsul, hal tersebut disebabkan selain karena keterbatasan anggaran juga dikarenakan masih belum jelasnya legalitas lahan sejumlah objek wisata.

“Untuk mengembangkan objek wisata, harus ada dulu legalitasnya. Jangan sampai nanti setelah dibangun sejumlah fasilitas penunjang pariwisata, belakangan hari muncul gugatan terhadap lahan yang menjadi obyek wisata tersebut, oleh karenanya saya minta dinas terkait menginventarisir legalitas lahan objek wisata,”ungkap Katsul.

Dikatakan Katsul, untuk pengembangan objek wisata ke depan, Pemkab akan menggandeng pemerintah desa setempat yang wilayahnya ada objek wisata, terkait pengelolaan dan perawatan fasilitas penunjang yang ada di objek wisata. (ian/rus)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 11:54

Warung BPNT Dianjurkan Serap Beras Lokal

PENAJAM - Program bantuan pangan non-tunai (BPNT) mulai berlaku di…

Senin, 22 April 2019 11:52

Kecamatan Penajam Diberi Waktu 10 Hari

PENAJAM - Rapat pleno rakapitulasi suara Pemilu 2019 di Kabupaten…

Senin, 22 April 2019 11:50

Hari Ini, 2.923 Peserta Jalani UNBK

PENAJAM- Sebanyak 2.923 siswa SMP/MTs di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Sabtu, 20 April 2019 11:49

Seluruh Tahapan Berjalan Lancar

TANA PASER- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paser Katsul Wijaya menyampaikan…

Sabtu, 20 April 2019 11:48

Kapolres Pastikan Kotak Suara di Perempuan Berjaya Aman

TANA PASER– Untuk memastikan kotak suara dalam keadaan aman, Kapolres…

Sabtu, 20 April 2019 11:45

Proyek Kantor BK Telan Anggaran Rp 17 Miliar

PENAJAM- Pembangunan Kantor Badan Keuangan (BK) Kabupaten Penajam Paser Utara…

Sabtu, 20 April 2019 11:43

Ketua KPPS Tumbang, Perhitungan Suara Terus Berlanjut

Kerja keras harus dilakukan petugas yang tergabung dalam Kelompok Penyelenggara…

Kamis, 18 April 2019 13:21

TPS di Telemow Kekurangan 100 Surat Suara

PENAJAM- Kekurangan surat suara sempat terjadi di tempat pemungutan suara…

Kamis, 18 April 2019 13:20

Sekdes Random Dipanggil Bawaslu

TANA PASER– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Paser memanggil…

Kamis, 18 April 2019 13:19

Lanjutan Proyek Rumah Adat Kuta Diusulkan di APBD-P

PENAJAM- Anggaran kelanjutan proyek pembangunan Rumah Adat Kuta rencana akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*