MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Selasa, 19 Maret 2019 11:16
Merasa Digantung, 960 Calon Naker K3 Proyek Pertamina Cari Pekerjaan Lain
-Kilang Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 960 calon tenaga kerja (Naker) dari seluruh wilayah di Kaltim yang telah melakukan pelatihan untuk tenaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi calon tenaga kerja di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Refinery Unit V. Rupanya sampai saat ini ratusan calon tenaga kerja ini masih banyak yang belum menerima kepastian. 

Mereka yang berharap diterima sampai saat ini masih digantung. Alhasil banyak yang memilih mencari pekerjaan lain. Salah seorang peserta asal Balikpapan Heru mengatakan saat itu ia mengikuti tes pelatihan mengambil posisi safety inspector. Pelatihan yang ia jalani saat itu berakhir sejak akhir 2018 lalu. Namun sampai saat ini dirinya tidak mengetahui kapan ia dipanggil untuk diterima kerja. 

"Belum ada kejelasan mas. Saya pasrah aja, sudah nggak berharap lagi sama proyek itu. Mending saya cari kerjaan lain aja. Sebab ada diantara kami yang memang butuh pekerjaan, kalau nggak pasti begini ya mending cari yang lain aja," kata Heru kemarin (18/3).

Kekecewaan juga dirasakan ratusan calon tenaga kerja ini lantaran sampai saat ini sertifikat usai mengikuti pelatihan belum lengkap. Heru baru mendapatkan sertifikat dari BLKI saja, sedangkan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) masih banyak yang belum dapat. Padahal sebelumnya pihaknya dijanjikan akan menerimanya Oktober lalu.

"Mungkin sekitar 900 orang yang belum dapat. Sekarang ya kami nggak berharap diterima kerja lagi, kami hanya mau sertifikat yang dijanjikan saja," keluh Heru.

Memang informasi dari pihak BLKI yang menggelar pelatihan mereka hanya menjanjikan pelatihan saja, bukan diterima kerja di proyek RDMP. Namun isu beredar mereka yang usai mengikuti pelatihan bakal di rekrut, alhasil mereka sangat berharap saat itu. Namun rupanya harapan tersebut harus pupus lantaran sampai saat ini tak ada kabar pasti.

"Malas dah berharap, kami cuma mau sertifikatnya aja sekarang," ujarnya.

Salah seorang peserta lainnya yang lulus bernama Dayat ini juga mengeluhkan hal yang sama. Dayat yang telah menjalani pelatihan dan dinyatakan lulus ini sudah tidak begitu berharap lantaran dirinya tidak mendapat kepastian. Bahkan saat ini Dayat telah bekerja di perusahaan lain lantaran terlalu lama menunggu.

"Saya ini butuh kerjaan, kalau nunggu tanpa kepastian juga gimana. Sertifikat juga nggak keluar sampai sekarang. Ya akhirnya saya ikut pelatihan dengan biaya sendiri dan sertifikatnya sudah ada. Sekarang saya malah sudah kerja di perusahaan lain dari sertifikat yang saya urus sendiri," terangnya.

Sementara itu Kepala Disnaker Balikpapan, Tirta Dewi menjelaskan pelatihan yang digelar bersama Pertamina tersebut memang hanya sebagai bekal untuk para calon tenaga kerja. Ia menegaskan bahwa bukan berarti ketika semua lulus bakal diterima sekaligus. Hal ini diserahkan kepada pihak Pertamina ketika membutuhkannya.

"Ya memang itu untuk bekal mereka, supaya nanti ketika mereka diterima kerja mereka sudah punya modal. Kalau terkait di pakai atau nggak ya semuanya lihat dari Pertamina nya nanti," ungkapnya.

Menyikapi persoalan sertifikat pelatihan yang belum diterima oleh para peserta ini, Dewi mengatakan bahwa sampai saat ini memang ada sebagian yang belum dikasih lantaran masih dalam proses pengiriman.

"Itu sudah selesai pelatihannya cuma sertifikasinya belum selesai semua. Ada yang sudah ada yang belum dikirim. Tetapi sudah di inventarisir, sehingga kalau nanti ada vendor bisa dipakai. Ada sebagian yang safety inspector sudah dibagikan. Yang belum itu first aider dan safety man," jelasnya.

Dewi menambahkan sampai saat ini bukan berarti tenaga kerja lokal tidak terserap. Di mana terdapat 12 orang yang telah dipakai dan lima diantaranya dari Balikpapan.

"Saat ini ada 12 orang yang dipakai, Balikpapan ada 4 orang dari Disnaker, 1 dari BLK, jadi ada 5 orang," tambahnya. 

Diketahui pelamar kerja dari Balikpapan diantara 960 orang calon naker proyek RDMP ini paling dominan. Di mana untuk Balikpapan sebanyak 408 orang, disusul oleh Samarinda sebanyak 135 orang, Kukar 126 orang dan Bontang 125 orang. (yad/yud)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 22 Juni 2019 11:04

Terdakwa Mucikari Mulai Jalani Persidangan

BALIKPAPAN- Masih ingat kasus prostitusi online di Balikpapan yang dibongkar…

Jumat, 21 Juni 2019 11:34

Human Error dan Cuaca Jadi Penyebab

TANA PASER–  Human Error dan cuaca menjadi penyebab utama terjadinya…

Jumat, 21 Juni 2019 11:33

Mabes TNI Vicon dengan Seluruh Kodam

BALIKPAPAN- Dalam rangka menyamakan visi misi dan persepsi pada pelaksanaan…

Kamis, 20 Juni 2019 11:06

Sekeluarga Menumpang di Rumah Ketua RT

BALIKPAPAN-Rumah roboh di RT 03 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota,…

Kamis, 20 Juni 2019 11:04

Berharap Dibangunkan Rumah Baru

BALIKPAPAN - Korban rumah ambruk di RT 3 Kelurahan Klandasan…

Kamis, 20 Juni 2019 11:01

Jaksa Hadirkan Empat Saksi

BALIKPAPAN-Sidang kasus perampokan sadis yang terjadi di Jalan Martadinata, Kelurahan…

Selasa, 18 Juni 2019 11:14

Ayah Cabul Suka Main WTS

TANA PASER – Ar (32) warga RT 05 Desa Petangis…

Selasa, 18 Juni 2019 11:13

Polisi Gerebek Sarang Curanmor Lintas Kota

BALIKPAPAN - Perburuan terhadap dua tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:57

Polisi Bantah Awal Api dari Pom Mini

BALIKPAPAN-Kebakaran yang meludeskan empat ruko yang berada di Jalan Soekarno-Hatta…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:56

Kejari Luncurkan Aplikasi E-Walan

BALIKPAPAN-Untuk mempermudah pemantauan terhadap pengerjaan proyek yang dilakukan pemerintah, Kejaksaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*