MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Senin, 15 April 2019 10:47
PMI PPU Belum Miliki Unit Transfusi Darah

Terkendala Peralatan, Gedung, dan SDM

BELUM PENUHI PERSYARATAN:PMI PPU belum memiliki UTD karena terkendala peralatan, SDM dan gedung. Karena Kantor PMI yang ada saat ini belum memenuhi standar untuk pembentukan UTD.

PROKAL.CO, PENAJAM- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum memberikan layanan maksimal kepada masyarakat karena tidak memiliki Unit Transfusi Darah (UTD). Kantor PMI PPU yang berlokasi tak jauh dari RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU diresmikan pada 2017 lalu. Namun, kantor yang ada belum memenuhi standar untuk mendirikan UTD.

Ketua PMI PPU Hamdam mengatakan, pembentukan UTD masih terkendala beberapa persyaratan. Salah satunya, gedung UTD yang sesuai standar belum terpenuhi, kemudian paralatan medis dan sumber daya manusia (SDM).

“Memang kita masih terkendala persyaratan teknis. Karena masih ada beberapa hal yang belum terpenuhi. Mulai dari tenaga, peralatan dan gedung. Ini harus disiapkan terlebih dahulu, untuk memenuhi syarat Unit Transfusi Darah,” kata Hamdam pada media ini, kemarin (14/4).

Hamdam menekankan, PMI PPU terus berupaya untuk memenuhi standar yang dipersyaratkan agar pembentukan UTD cepat tercapai. Karena UTD merupakan fasilitas layanan kesehatan yang menyelenggarakan pendonor darah, penyediakan darah, pendistribusian darah dan melakukan pelacakan penyebab reaksi transfusi darah.

Belum adanya UTD tersebut, sehingga kebutuhan darah PPU masih mengandalkan PMI Kota Balikpapan.  “Saya baru sebulan (dikukuhkan Maret 2019) menjabat Ketua PMI PPU, periode kepengurusan kami target UTD harus jalan,” ujar Hamdam yang juga Wakil Bupati PPU ini.

Hamdam mengatakan, tahun anggaran 2019 ini, PMI PPU tidak mendapatkan alokasi anggaran yang memaai. Sehingga kendala pembentukan UTD belum bisa dituntaskan dalam waktu dekat ini. “Pembahasan anggaran 2019, anggaran PMI kurang terkawal. Karena pada saat pembahasan anggaran, masih transisi kepemimpinan. Anggaran operasional dan gaji staf honorer masih menggunakan anggaran sisa tahun sebelumnya sekira Rp 70 juta,” ujar Hamdam. (kad/cal)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:48

Kapolres Pastikan Kotak Suara di Perempuan Berjaya Aman

TANA PASER– Untuk memastikan kotak suara dalam keadaan aman, Kapolres…

Sabtu, 20 April 2019 11:45

Proyek Kantor BK Telan Anggaran Rp 17 Miliar

PENAJAM- Pembangunan Kantor Badan Keuangan (BK) Kabupaten Penajam Paser Utara…

Sabtu, 20 April 2019 11:43

Ketua KPPS Tumbang, Perhitungan Suara Terus Berlanjut

Kerja keras harus dilakukan petugas yang tergabung dalam Kelompok Penyelenggara…

Kamis, 18 April 2019 13:21

TPS di Telemow Kekurangan 100 Surat Suara

PENAJAM- Kekurangan surat suara sempat terjadi di tempat pemungutan suara…

Kamis, 18 April 2019 13:20

Sekdes Random Dipanggil Bawaslu

TANA PASER– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Paser memanggil…

Kamis, 18 April 2019 13:19

Lanjutan Proyek Rumah Adat Kuta Diusulkan di APBD-P

PENAJAM- Anggaran kelanjutan proyek pembangunan Rumah Adat Kuta rencana akan…

Kamis, 18 April 2019 13:18

Saat Mencoblos, Bupati PPU Temukan Surat Suara Sobek

PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan hak suaranya di…

Selasa, 16 April 2019 11:08

Hindari Rusak, Logistik Pemilu Dibungkus Plastik Khusus

TANA PASER– Agar logistik pemilu tidak rusak, KPU Kabupaten Paser…

Selasa, 16 April 2019 11:07

Cegah Politik Uang, Bawaslu Intens Patroli

PENAJAM- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 16 April 2019 11:06

Media Center DKISP Hadapi Kendala Keterbatasan SDM dan Anggaran

TANA PASER– Kemitraan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*