MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 20 April 2019 12:00
Motor, Uang, Handphone Melayang

Ditipu Berulang Kali sama Tetangga Indekos

KABUR: Toni Tri Ambodo yang berhasil menipu Rena Sari berulang kali.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Sudah jatuh tertimpa tangga. Nasib sial bertubi-tubi itu dialami Rena Sari. Perempuan berusia 28 tahun ini kehilangan handphone (HP), uang Rp 1 juta, plus sepeda motornya. Warga yang ngekos di Jalan Bunga Rampai, Nomor 57 RT 30, Gunung Sari Ilir ini, baru saja kehilangan Honda Beat KT 6939 LQ pada 30 Maret lalu.

Kejadian bermula ketika pelaku, Toni Tri Ambodo yang juga tetangga indekos korban, menceritakan keluh kesahnya untuk membeli HP baru lantaran HP yang lama telah rusak. Kemudian, Toni meminjam HP korban untuk menghubungi kakaknya. Dia ingin meminta uang. Kakak pelaku berencana akan mengirimi uang sebesar Rp 1 juta ke rekening korban pada malam harinya.

Tak sampai malam, pelaku meminjam uang korban sebesar Rp 1 juta dengan alasan ingin secepatnya membeli HP. Awalnya Rena menolak, namun pelaku meyakinkan korban bahwa kakak korban akan mengirimkan duit penggantinya malam nanti.

“Ya, saya percaya aja karena dia bilang mau diganti. Nanti kalau ada transfer masuk dari kakaknya, ya, itu uang buat gantikan uangku. Jadinya saya kasih pinjam Rp 1 juta ke dia,” kata Rei -sapaan akrab Rena- saat dihubungi kemarin (19/4).

Setelah mendapatkan uang Rp 1 juta, pelaku meminjam motor korban dengan alasan ingin membeli HP di Klandasan. Karena korban percaya, motornya pun dipinjamkan lengkap dengan helmnya. Tanpa rasa curiga, pelaku langsung tancap gas dan pamitan kepada korban serta rekan tetangga indekos yang saat itu bersama korban.

“Dia bilang motorku nggak dipakaikah? Dia mau pinjam sebentar ke Klandasan mau beli HP. Ya, saya bilang ke dia kalau pakainya sebentar aja, ya nggak apa-apa. Eh, nggak tahunya, saya tungguin sampai jam tiga pagi nggak ada muncul,” ungkapnya.

Merasa khawatir dan curiga, Rena Sari menghubungi kakak pelaku, namun rupanya nomornya tak bisa dihubungi. Saat itu korban yakin bahwa motornya dibawa kabur. 

“Saya hubungi kakaknya juga nggak aktif. Uang yang dijanjikan Rp 1 juta mau ditransfer sampai sekarang pun nggak dikirim. Saat itu saya yakin nggak beres ini orang,” ujarnya.

Korban lantas masuk ke dalam kamar kos pelaku lantaran tidak terkunci. Di dalam kamar kos korban ditemukan buku nikah. Dia pun mendatangi istri pelaku di kawasan Gunung Guntur. Namun, saat ditemui, istrinya tidak mengetahui kabar suaminya lagi. Dia pun seolah tak peduli dan mengabaikan korban.

“Tapi, saya dikasih tahu disuruh datangi orangtuanya di Babulu Darat,” tutur Rei.

Rei lantas pergi ke Babulu Darat mendatangi kediaman orangtua pelaku. Sesampainya di sana, justru orangtua pelaku mengaku tak pernah melihat lagi anaknya. Bahkan, dirinya tak mau disebut-sebut terlibat bila anaknya tersandung masalah.

“Ibunya nggak mau tahu. Dia bilang nggak mau terlibat. Sebab, saya minta nomor kakaknya yang mau janjiin transfer uang, saya nggak dikasih. Sebab, aneh, di depan saya ibunya bisa telepon kakak pelaku, tapi kok saya yang menghubungi nggak bisa. Ibunya saya mintain nomornya nggak mau. Ya, seolah nggak mau ikut campur,” terangnya.

Rei lantas melaporkan hal ini ke kepolisian. Hanya saja polisi belum berhasil melakukan penangkapan ataupun pengungkapan. Padahal, menurut Rei, seluruh bukti sudah lengkap. “Ini sudah lengkap, bukti-bukti sudah ada dan ada saksinya. Harusnya bisa ditangkap, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan. Saya sendiri juga bingung, sudah lama banget. Takutnya berlarut-larut, ya, pelaku bisa kabur” pungkasnya. 

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hanya saja dirinya meminta pelapor meminta bersabar, karena seluruh anggota kepolisian sedang sibuk mengamankan pemilu.

“Pasti kami proses, cuma sekarang anggota semuanya pada sibuk pengamanan pemilu. Nanti usai ini kami langsung lakukan penyelidikan,” tutupnya. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 10:36

Si Jago Merah Ludeskan Dua Rumah

BALIKPAPAN-Api kemarin (24/5) berkobar pada siang bolong, sekira pukul 11.30…

Sabtu, 25 Mei 2019 10:33

Satlantas Siapkan Mobil Derek

BALIKPAPAN-Tiga jenis pos akan dibuka jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas)…

Sabtu, 25 Mei 2019 10:32

Awas! Penggunaan VPN Berbahaya

BALIKPAPAN-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengeluarkan pernyataan agar warga…

Jumat, 24 Mei 2019 11:27

Pemeran Video Bantah Penculikan Kotak Suara

BALIKPAPAN-Penyidik Polda Kaltim yang menetapkan ND (29) sebagai tersangka penyebaran…

Jumat, 24 Mei 2019 11:25

Caleg PDIP Dilaporkan ke Bawaslu

BALIKPAPAN-Laporan kecurangan kembali masuk ke Kantor Bawaslu Balikpapan. Kemarin (23/5),…

Jumat, 24 Mei 2019 11:24

Rizal: Tak Perlu Demo ke Jakarta

BALIKPAPAN-Aksi demo yang terjadi di Jakarta depan kantor Bawaslu sejak…

Jumat, 24 Mei 2019 11:22

Akhirnya Dilimpahkan Penyidik ke Jaksa

BALIKPAPAN-Sejak bergulir Januari 2019, akhirnya penyidik Satreskrim Polres Balikpapan melimpahkan…

Kamis, 23 Mei 2019 11:20

IRT Penyebar Hoax Jadi Tersangka

BALIKPAPAN-Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial ND (29) ditetapkan sebagai…

Kamis, 23 Mei 2019 11:18

Puluhan Massa Gelar Aksi Damai

BALIKPAPAN-Aksi damai kemarin (22/5) dilakukan oleh kelompok masyarakat mengatasnamakan Rakyat…

Kamis, 23 Mei 2019 11:15

Medsos Dibatasi, Warga Mengeluh, Netizen Download VPN

BALIKPAPAN-Pemerintah membatasi penggunaan media sosial (medsos) pasca aksi demo yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*