MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 17 Mei 2019 10:57
ADA APA..?? Pemeriksaan Penumpang Asal Singapura Diperketat

Cegah Penyebaran Virus Cacar Monyet

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan langkah antisipasi penyebaran virus cacar monyet. Yakni, dengan memeriksa penumpang asal Singapura.

“Karena hanya satu penerbangan dari Singapura. Kami sudah sepakat prosedur itu kami jalankan. Kami on di terminal internasional, mudah-mudahan tidak menyebar masuk ke wilayah Indonesia melalui SAMS Sepinggan,” kata General Manager (GM) PT AP I Balikpapan, Farid Indra Nugraha.

Penularan virus cacar monyet terungkap setelah pihak berwenang Singapura mengonfirmasi kasus tersebut pertama kali terjadi di wilayahnya. Didapati seorang warga Nigeria yang tiba di Singapura, 28 April lalu. Pria 38 tahun itu dinyatakan positif terjangkit virus cacar monyet pada 8 Mei. Penyebaran itulah yang dilakukan Indonesia melalui pintu masuk bandar udara. 

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan mengantisipasi penularan cacar monyet atau monkeypox dengan memeriksa suhu badan penumpang yang baru mendarat. Pemeriksaan tersebut langsung ditangani KKP, yaitu pemeriksaan penumpang dari Singapura setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Lanjut dia mengutarakan, PT AP I telah meminta KPP untuk siaga melakukan pemeriksaan bagi penerbangan yang terjadwal maupun tidak terjadwal. Sehingga mereka siap mengantisipasi, bila ada penumpang yang datang dan menderita sakit cacar monyet di tubuhnya.

“Kami pastikan akan ditangani dengan baik. Mereka sudah siap mulai dari fasilitas peralatan maupun penanganan jika ada yang terjangkit cacar itu,” ungkapnya.

Petugas, terang Farid, akan melakukan pengecekan terhadap setiap penumpang yang datang dari penerbangan Singapura untuk melihat kondisi tubuh hingga pengambilan sampling. Hal ini agar memastikan virus cacar monyet tidak masuk ke Balikpapan.

“Nanti kita scanner, kita sampling, dilihat apakah akan terdeteksi,” tuturnya.

Selama ini, dia menegaskan SOP telah ada dan dijalankan KKP, namun pemeriksaan detail tidak dilakukan terhadap seluruh penumpang. Untuk itu, warga diminta tidak panik atau khawatir lantaran pihaknya akan mengawasi penularan penyakit ini dari penumpang yang terindikasi terjangkit virus tersebut.

“Yakinlah kami sudah menjaga bersama KKP dan mereka garda terdepan kami mem-backup kegiatan di bandara. Kami akan semaksimal mungkin, jadi jangan khawatir,” pungkasnya.

Apa Itu Cacar Monyet?

Melalui rilis tertulis dari Kemenkes RI yang disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Anung Sugihantono M.Kes. kepada DW Indonesia, cacar monyet didefinisikan sebagai penyakit akibat virus yang ditularkan ke manusia melalui binatang, seperti monyet, tikus gambia, dan tupai.

Penularan pada manusia dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Namun, sangat jarang ditemukan kasus penularan dari manusia ke manusia.

Wilayah di mana kerap ditemukan penyakit cacar monyet secara global, yaitu Afrika Tengah dan Barat seperti, di Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan.

Bagaimana Pengobatannya?

Menurut pernyataan dari Dirjen P2P Kemenkes RI, cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan tergantung pada tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian bervariasi, tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan. Penderita penyakit ini sebagian besar adalah anak-anak. Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox. Pengobatan simptomatik (pengobatan untuk meredakan gejala dari penyakit) dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul. (yad/detikhealth/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 11:22

Buruh Cabuli Murid SD

BALIKPAPAN-Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di…

Selasa, 18 Juni 2019 11:20

Curi Dua Tabung Elpiji Melon, Saat Kabur Terjatuh dari Motor

BALIKPAPAN-Nasib apes dialami Reza Resmana. Ia mengalami luka lecet setelah…

Senin, 17 Juni 2019 11:23
Penikam Penjual Gorengan Dicokok Setelah Buron 20 Hari

Ditolak Menggorengkan Tahu, Pria Pemarahan Ini Tikam Tukang Gorengan

BALIKPAPAN-Hanya karena persoalan sepele, pria yang satu ini sampai gelap…

Senin, 17 Juni 2019 11:21

Pencuri Motor Lintas Kota Dibekuk Tim Jatanras Polres

BALIKPAPAN-Setelah bekerja keras, akhirnya tim Jatanras Polres Balikpapan bersama Opsnal…

Senin, 17 Juni 2019 11:20

“The Batman” Ringkus Pencuri Kabel

BALIKPAPAN-Setelah lebih 10 hari melakukan penyelidikan terhadap pelaku pencurian kabel…

Senin, 17 Juni 2019 11:18

Bawa Sajam, Tiga Pemuda Ditangkap

BALIKPAPAN-Tiga pemuda diamankan warga lantaran mencurigakan saat mendorong sepeda motor…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:04

Jangan Bonceng Istri Orang, Kalau Nekat Gini Jadinya

BALIKPAPAN-Tak seharusnya permasalahan diselesaikan dengan kekerasan. Karena jika itu terjadi…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:02

Ada Masalah dengan Istri, Pergi dari Rumah, Jambret, Lalu Ditangkap

BALIKPAPAN-Aksi penjambretan yang terjadi pada Rabu (12/6) sekira pukul 20.30…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:59

Dibutakan Cinta, MH Curi Tiga Pasang Sandal

BALIKPAPAN-Inilah akibat jika dibutakan cinta, apa saja dilakukan agar dapat…

Jumat, 14 Juni 2019 10:52

Dua Pembunuh Marco Terancam Hukuman Mati

BALIKPAPAN-Pemeriksaan terhadap dua tersangka pembunuhan sadis yang terjadi pada Rabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*