MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Senin, 20 Mei 2019 10:51
Dana Penanganan Longsor SDN 017 Rp 500 Juta
PENANGGULANGAN: Pemkab PPU menggunakan anggaran biaya tak terduga sebesar Rp 500 juta untuk penanganan longsor SDN 017 Sepaku.

PROKAL.CO, PENAJAM- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggunakan biaya tak terduga untuk penanggulangan longsor di SDN 017 Sepaku di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku. Anggaran biaya tak terduga yang disiapkan pemerintah untuk tahun ini sebesar Rp 2 miliar. Namun, anggaran biaya tak terduga tersebut yang akan digunakan penanggulangan longsor antara Rp 400 juta sampai Rp 500 juta.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Tohar menyatakan, anggaran yang disiapkan untuk penanganan longsor sebesar Rp 500 juta, tak hanya digunakan untuk penanganan fisik. Tapi, anggaran tersebut telah termasuk untuk operasional dan penjagaan.

“Kita menggunakan pendekatan siaga darurat. Jadi, untuk operasional kawan-kawan yang melkukan konsolidasi, pemantauan, penjagaan data pelaporan dan teknis telah termasuk di Rp 500 juta,” kata Tohar pada media ini, kemarin (19/5).

Tohar menekankan, penanganan longsor perlu dilaksnakan secepatnya. Karena bangunan sekolah terancam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU sementara memproses dokumen yang persyaratnya untuk penggunaan biaya tak terduga. “Kita berharap dokumennya secepatnya selesai,” imbuhnya.

Kepala Ex-Officio BPBD PPU ini menerangkan, penanganan siring sekolah yang longsor tersebut menggunakan cor beton. Diharapkan penanganan tersebut dapat bertahan lebih lama. “Secara teknis, kita melakukan pendekatan siring beton untuk menggantikan yang sebelumnya hanya menggunakan kayu ulin,” ujar Tohar.

Sebelumnya, siring SDN 017 Sepaku di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku longsor sepanjang 25 meter dengan lebar longsor 12 meter pada Sabtu (10/5) lalu. Belasan ruangan sekolah juga terancam karena titik longsor ke bangunan hanya sekira 7 meter.

Longsor tersebut terjadi setelah hujan yang mengguyur selama tiga hari. Tim BPBD PPU terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan identifikasi bangunan yang terancam terdampak gerusan longsor. Berdasarkan data BPBD PPU, terdapat 13 ruang di SDN 017 yang terancam jika terjadi longsor susulan. Yakni, enam ruang belajar, kantor kepala sekolah, ruangan guru, perpustakaan, laboratorium, gudang, UKS, dan musala.  (kad/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 10:55

Tiga OPD BatalDilebur

PENAJAM-AwalJanuari 2019, sempatdiwacanakantigaorganisasiperangkatdaerah (OPD) di lingkunganPemerintahKabupatenPenajamPaser…

Kamis, 20 Juni 2019 10:54

Golkar Kaltim Target Sapu Bersih

TANA PASER – Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim H Abdul…

Rabu, 19 Juni 2019 11:24

Peserta Lelang Jabatan Wajib Asesmen

PENAJAM- Seluruh peserta open bidding atau lelang terbuka jabatan pimpinan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:21

Bupati Ingatkan OPD Tingkatkan Kinerja

TANA PASER – Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi pada tahun 2019…

Rabu, 19 Juni 2019 11:18

Kejar PAD, PPU Bentuk Bapenda

PENAJAM - Pengelolaan potensi pendapatan daerah (PAD) di Kabupaten Penajam…

Selasa, 18 Juni 2019 11:05

Longsor Ditutupi 30 Terpal

PENAJAM - Beberapa hari terakhir ini, curah hujan di Kabupaten…

Selasa, 18 Juni 2019 11:04

Perusahaan Tutup Mata Kerusakan Jalan Mengkudu-Random

TANA PASER – Jalan penghubung dua kecamatan Tanjung Harapan-Batu Engau…

Selasa, 18 Juni 2019 11:03

Ratusan Personel Jalani Tes Urine

TANA PASER – Guna memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan prajurit,…

Senin, 17 Juni 2019 11:14

Kecelakaan Parah, Jalan Negara Makin Rawan

TANA PASER – Jalan negara di Kabupaten Paser kian rawan…

Senin, 17 Juni 2019 11:13

ALHAMDULILLAH..!! Akhir 2019, Rumah Sakit Pratama Sepaku Beroperasi

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan mengoperasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*