MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 21 Mei 2019 11:07
Lanal dan KKP Kumpulkan Ratusan Nelayan

Sosialisasikan Alat Tangkap Ikan yang Dilarang

SIMAK PAPARAN: Para nelayan saat menerima sosialisasi di Mako Lanal Balikpapan untuk mendapatkan penjelasan soal larangan penggunaan alat tangkap trawls dan pengeboman.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sumber daya alam di Indonesia sangat kaya. Terutama hasil ikan laut yang melimpah membuat para nelayan semakin getol melakukan penangkapan. Namun pemerintah beberapa tahun terakhir ini tengah menyoroti penangkapan ikan menggunakan alat penangkap ikan (API) yang dilarang. Salah satunya penangkapan ikan dengan cara pengeboman.

Aktivitas pengeboman itu tak dipungkiri masih sering ditemui di laut Indonesia tanpa terkecuali di perairan Kalimantan Timur. Bahkan Kaltim sendiri menjadi sasaran bagi para nelayan untuk mencari hasil tangkapan ikan yang melimpah. 

Lanal Balikpapan bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga intens melakukan pengawasan di laut maupun penindakan. Tak jarang mereka kerap menemukan nelayan yang menggunakan jenis API yang dilarang. Adapun tiga jenis API yang dilarang pemerintah adalah Pukat Tarik, Pukat Hela, dan Perangkap atau pengeboman.

"Yang marak saat ini ialah penangkapan menggunakan bom. Seperti yang baru ini marak di daerah utara sehingga KRI yang beroperasi di daerah Balikpapan konsentrasi ke sana untuk menertibkan," kata Danlanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Wahyu Cahyo kemarin (20/5).

Menyikapi aktivitas tersebut Lanal bersama KKP mengumpulkan ratusan nelayan di Balikpapan untuk menyosialisasikan larangan penggunaan API yang dapat merusak ekosistem laut. Dalam hal ini masih banyak apra nelayan yang menggunakan alat tangkap trawl atau yang sering disebut nelayan dengan nama Dogol. Pihaknya meminta agar nelayan sadar akan ekosistem laut yang ada dibawahnya sehingga tidak menggunakan alat tersebut kedepannya. Tak hanya itu, pihaknya mewanti-wanti agar nelayan jangan pernah menggunakan bom dalam mendapatkan hasil yang melimpah.

"Kita mengadakan sosialisasi alat tangkap sesuai yang diaturkan. Ada alat yang boleh digunakan dan tidak digunakan. Yang tidak boleh digunakan yakni jaring bentuk trawl maupun dengan cara pengeboman dan setrum. Apa yang kita lakukan ini agar nelayan di Balikpapan tidak mengikuti atau ketularan dari nelayan yang ada di Utara sehingga mereka menerapkan sesuai aturan. Alhamdulillah mereka masih konsisten," terangnya.

Sementara itu Kepala Satuan Pengawasan SDKP Balikpapan, Nanda Otremoles mengatakan penggunaan alat trawl memang masih sering ia temukan di Balikpapan. Pihaknya acapkali memberikan pembinaan hanya saja masih ada saja yang menggunakannya. Meman menurut Nanda penggunaan dogol merupakan salah satu favorit nelayan lantaran mudah dan mampu menghasilkan ikan yang melimpah dalam waktu singkat. Namun penggunaannya juga dapat merusak lingkungan sekitar dan mengganggu ekosistem laut.

"Kalau menggunakan dogol memang mudah dan hasil tangkapannya banyak serta butuh waktu yang singkat, tapi itu merusak lingkungan. Harapan kami nelayan bisa gunakan alat tangkap yang ramah lingkungan," jelasnya.

Tak ayal pihaknya pun sering melakukan penyitaan terhadap alat tangkap dogol yang masih digunakan. Saat ini sudah 10 kapal yang disita dan diamankan pihaknya. Namun penyitaan tersebut nantinya akan diganti oleh pihak KKP terhadap alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

"Memang untuk penyitaan ada prosedurnya, mulai dari peringatan 1 sampai tiga. Dan saat ini sudah ada 10 kapal yang kami sita. Satu kapal biasanya dia ada dua alat tangkap," ungkapnya.

Dikatakan di Balikpapan dan sekitarnya sejumlah daerah memang telah diwanti-wanti pihaknya. Terutama bagi mereka yang masih menggunakan alat tangkap yang dilarang. Namun pihaknya tak henti-hentinya melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada para nelayan. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya bersama Lanal akan mendatangi tempat perkumpulan para nelayan untuk bersama-sama mencari solusinya.

"Untuk API yang merusak kalau trawl di Balikpapan sudah kita patroli dan memang masih banyak yang menggunakan dogol dalam artian disini adalah pukat hela. Untuk di Balikpapan lebih banyak di depan Klandasan tapi biasanya itu nelayan dari Penajam. Kalau dari Manggar itu lebih lari ke daerah Lamaru ke atas. Kalau dari wilayah Kukar kami banyak temukan di Muara Badak dan Kayu," pungkasnya. (yad/yud)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 11:22

Buruh Cabuli Murid SD

BALIKPAPAN-Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di…

Selasa, 18 Juni 2019 11:20

Curi Dua Tabung Elpiji Melon, Saat Kabur Terjatuh dari Motor

BALIKPAPAN-Nasib apes dialami Reza Resmana. Ia mengalami luka lecet setelah…

Senin, 17 Juni 2019 11:23
Penikam Penjual Gorengan Dicokok Setelah Buron 20 Hari

Ditolak Menggorengkan Tahu, Pria Pemarahan Ini Tikam Tukang Gorengan

BALIKPAPAN-Hanya karena persoalan sepele, pria yang satu ini sampai gelap…

Senin, 17 Juni 2019 11:21

Pencuri Motor Lintas Kota Dibekuk Tim Jatanras Polres

BALIKPAPAN-Setelah bekerja keras, akhirnya tim Jatanras Polres Balikpapan bersama Opsnal…

Senin, 17 Juni 2019 11:20

“The Batman” Ringkus Pencuri Kabel

BALIKPAPAN-Setelah lebih 10 hari melakukan penyelidikan terhadap pelaku pencurian kabel…

Senin, 17 Juni 2019 11:18

Bawa Sajam, Tiga Pemuda Ditangkap

BALIKPAPAN-Tiga pemuda diamankan warga lantaran mencurigakan saat mendorong sepeda motor…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:04

Jangan Bonceng Istri Orang, Kalau Nekat Gini Jadinya

BALIKPAPAN-Tak seharusnya permasalahan diselesaikan dengan kekerasan. Karena jika itu terjadi…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:02

Ada Masalah dengan Istri, Pergi dari Rumah, Jambret, Lalu Ditangkap

BALIKPAPAN-Aksi penjambretan yang terjadi pada Rabu (12/6) sekira pukul 20.30…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:59

Dibutakan Cinta, MH Curi Tiga Pasang Sandal

BALIKPAPAN-Inilah akibat jika dibutakan cinta, apa saja dilakukan agar dapat…

Jumat, 14 Juni 2019 10:52

Dua Pembunuh Marco Terancam Hukuman Mati

BALIKPAPAN-Pemeriksaan terhadap dua tersangka pembunuhan sadis yang terjadi pada Rabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*