MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Sabtu, 25 Mei 2019 10:04
Ajak Warga Terapkan 3M Plus

Fogging Sebagai Antisipasi Sementara untuk Pencegahan DBD

BERANTAS NYAMUK: Penyemprotan fogging di wilayah RT 38 dan 30 GSU, beberapa hari lalu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Mengantisipasi penyebaran wabah demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU), Balikpapan Tengah, Puskesmas GSU melakukan fogging secara 2 tahap di lingkungan RT 38 dan Perumahan Azaria RT 30 GSU. Hal itu dilakukan karena adanya laporan warga mengenai temuan penyakit DBD di wilayah sekitar.

Hal ini dilakukan guna memberantas keberadaan sarang nyamuk aedes aegypti yang menjadi perantara penyebaran penyakit DBD. Namun hal itu juga tidak hanya dilihat dari laporan warga saja, akan tetapi dicek ulang dari lingkungannya, apa memang harus dilakukan fogging atau tidak.

"Karena selain difogging, kami juga meminta kepada masyarakat sekitar untuk menerapkan 3M Plus pada lingkungannya sebagai bentuk pemberantasan sarang nyamuk mulai dari jentik," kata Kepala Puskesmas GSU, drg Farida.

Selain melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah titik rumah, dirinya meminta pihak penyemprot untuk melakukan di saluran air dan tempat adanya genangan air.

“Hal ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi sementara untuk pencegahan penyakit DBD yang marak terjadi di setiap wilayah," ujar Farida.

Farida menambahkan, pihaknya bersama kader jumantik juga secara rutin melakukan pengecekan di sejumlah bak mandi dan penyimpanan air milik warga, guna menghindari adanya jentik nyamuk yang tertinggal.

“Diminta agar kamar mandi supaya dikuras minimal seminggu dua kali. Sebagai bentuk antisipasi, karena permukiman di GSU sangat padat penduduk," jelasnya.

 Dia menjelaskan, untuk fogging juga memiliki kekurangan, seperti hanya untuk membasmi nyamuk dewasa, berbahan kimiawi, bersifat mengobati tidak hanya memberantas, memiliki dampak pada lingkungan, serta harganya juga cukup mahal. Selain itu dirinya mengimbau warga ketika dilakukan fogging tidak berada dalam rumah, mengamankan bayi, anak-anak, ibu hamil, dan orang sakit ke tempat yang terbebas dari asap fogging. Karena menghirup asap secara langsung dapat menyebabkan gangguan pernafasan, hati dan ginjal, menutup makanan dan mengevakuasi hewan peliharaan, buka semua pintu dan jendela rumah kemudian tutup kembali setelah 15 menit penyemprotan,dan matikan semua alat elektronik untuk mengingat resiko mesin yang menghasilkan asap dengan metode pembakaran.

"Sebelum dilakukan fogging pihak RT memang terlebih dahulu harus melakukan sosialisasi dengan warga agar saat fogging berlangsung, masyarakat tidak harus lagi bersimpun," tuturnya.

Sementara itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menjalankan program 3M Plus. Untuk 3M yaitu dengan menguras tempat-tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur, menyingkirkan atau menggunakan kembali (recycle) barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti, kaleng bekas, plastik berkas dan lain-lain.

Dan untuk Plus sendiri bisa dilakukan dengan mengganti air setiap tumbuhan dan hewan yang memiliki penampungan air, perbaiki saluran air yang rusak, taburkan bubuk abate misalnya di tempat yang sulit dijangkau, memasang kawat kasa pada lubang yang terdapat pada ventilasi, hindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar, mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai, dan cegah gigitan nyamuk menggunakan kelambu, anti nyamuk, atau krim nyamuk.

"Ada cara untuk melakukan lavarsida dengan abate yakni dengan menguras bak mandi atau penampungan air, 100 liter air bisa menggunakan 10 gram bubuk lavarsida, taburkan lavarsida dengan merata, penaburan dilakukan rutin setiap 3 bulan sekali," ungkapnya.

Adapun ciri-ciri gelaja yang dapat dilihat ketika terkena gejalan DBD yaitu mendadak panas tinggi 2 sampai 7 hari, tampak bintik merah pada kulit, mimisan, dapat terjadi muntah darah darah, nyeri ulu hati, penderita tampak gelisah tangan dan kaki dingin dan berkeringat.

"Ketika terdapat gejala DBD pada anak, sebaiknya melakukan pertolongan pertama dengan beri minum yang banyak, kompres dengan air biasa, beri obat penurun panas, dan segera bawa ke puskesmas, rumah sakit atau dokter praktik," pungkasnya. (may/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 10:36

Berharap Pemkot Lakukan Pembinaan

BALIKPAPAN - Petugas Satpol PP Kota Balikpapan kembali merazia pedagang…

Kamis, 20 Juni 2019 10:35

Dua RT di Karang Joang Terendam Banjir

BALIKPAPAN - Banjir di sejumlah kawasan di Kota Balikpapan sering…

Kamis, 20 Juni 2019 10:33

Bina Keluarga Remaja Manggar Dinilai BKKBN Kaltim

BALIKPAPAN - Tim penilai dari  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana…

Kamis, 20 Juni 2019 10:31

Permudah Monitoring Lingkungan, Bantu Peralatan Siskamling

BALIKPAPAN - Dalam memberi rasa nyaman dan aman kepada warga,…

Rabu, 19 Juni 2019 10:48

Evakuasi Tanah Longsor Gunakan Alat Berat

BALIKPAPAN - Menindaklanjuti hasil evakuasi tanah longsor yang terjadi Senin…

Rabu, 19 Juni 2019 10:44

RT 44 dan 45 Jalan Joko Tole Langganan Banjir

BALIKPAPAN - Beberapa hari belakangan curah di wilayah Balikpapan cukup…

Rabu, 19 Juni 2019 10:43

Gerak Cepat Pasca Banjir

BALIKPAPAN– Satuan petugas (Satgas) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan…

Rabu, 19 Juni 2019 10:41

Jalan Marsma R Iswahyudi Ditangani Dua Instansi

BALIKPAPAN– Banyak titik jalan protokol di Kota Minyak yang mengalami…

Selasa, 18 Juni 2019 10:45

Akses Tertutup Akibat Longsor di RT 50 Muara Rapak

BALIKPAPAN - Akibat diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi di…

Selasa, 18 Juni 2019 10:43

DPU Beri Lampu Hijau

BALIKPAPAN – Hingga kini, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*