MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 20 Juni 2019 10:42
Waduk Telaga Sari Tak Terawat

Dipenuhi Rumput Ilalang, Warga Khawatir Jebol Lagi

SEMAKIN DANGKAL: Waduk Telaga Sari yang dimanfaatkan warga sebagai tempat memancing dipenuhi sedimen dan ilalang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Waduk Telaga Sari di Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, kondisinya memprihatinkan. Pembangunan waduk yang menelan anggaran tak sedikit ini dipenuhi ilalang dan sedimen.

Warga Telaga Sari, Suroso mengaku, Waduk Telaga Sari sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi objek wisata. “Coba lihat kalau sore, banyak warga yang mancing di sekitar waduk. Kalau ini dikembangkan bisa jadi lokasi hiburan alternatif bagi warga Balikpapan,” ujar Suroso kepada Balikpapan Pos, Rabu (19/6).

Selain menjadi lokasi memancing, ia menuturkan, Waduk Telaga Sari juga bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu senggang bersama keluarga. “Setahu saya dulu waduk ini mau dikembangkan jadi lokasi wisata, tapi sampai saat ini tidak terdengar kabarnya. Pemkot ‘kan paling suka bikin wacana-wacana,” aku Suroso.

Hal senada disampaikan Taufik Hidayat, warga Gunung Sari Ilir. Kondisi waduk semakin dangkal akibat dipenuhi sedimen dan ilalang. “Harusnya pemkot segera melakukan pembersihan sedimen. Soalnya kalau tidak terawat, dikhawatirkan jebol lagi dan memakan korban,” terang Taufik.

Sementara Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Misransyah membantah jika Waduk Telaga Sari tidak dirawat. “Itu ada petugasnya, Mas. Kalau ada sampah di dalam waduk, petugasnya yang membersihkan dengan rakit. Petugas ini juga bertugas mengawasi pintu air yang ada di waduk, kapan waktunya dibuka dan kapan waktunya untuk ditutup,” jelas Misransyah.

Meski demikian, Misransyah mengaku bahwa UPT DPU memang belum bisa maksimal dalam mengeruk sedimen tanah, karena keterbatasan alat berat dan akses. “Jadi untuk pembersihan sedimen tanah masih dilakukan manual oleh petugas, dengan cara dicangkul,” akunya.

Pembersihan sedimen bisa saja dilakukan menggunakan ekskavator. Hanya saja kondisi air dalam waduk harus dikosongkan, sehingga alat berat bisa turun ke dalam waduk. Namun juga harus disesuaikan dengan kondisi cuaca di Balikpapan. Lebih bagus dilakukan saat curah hujan sedikit.

“Kalau ingin pakai alat berat, mau tidak mau, air dalam waduk harus dibuang semuanya. Nah, ini yang kita khawatirkan. Jangan sampai jika pintu air waduk dibuka malah daerah di bawah waduk, seperti wilayah Gunung Sari, yang kebanjiran,” terangnya.

Menurut Misransyah, sedimen Waduk Telaga Sari terakhir kali dibersihkan pada tahun 2015 lalu. “Saat itu air dalam waduk memang kita buang habis, cuaca di Balikpapan juga mendukung karena jarang hujan,” tuturnya.

Sementara terkait Waduk Telaga Sari yang dijadikan tempat memancing, Misransyah mengaku, sebenarnya hal itu dilarang. Bahkan, petugas sudah berulang kali memasang plang imbauan untuk tidak memancing di sekitar waduk, tetapi tidak diindahkan.

“Akses menuju ke waduk ‘kan bisa dari mana saja. Seperti lewat perpustakaan daerah, jadi warga bisa begitu mudah memancing di waduk,” aku Misransyah.

Larangan memancing ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, waduk belum dilengkapi pagar keliling sehingga dikhawatirkan warga bisa tercebur. “Lain halnya kalau sudah ada pagar pengamannya, bisa saja waduk ini menjadi lokasi wisata di Balikpapan dan menjadi tempat warga untuk memancing,” pungkas Misransyah.

Untuk diketahui, pembangunan Waduk Telaga Sari menyedot anggaran yang tidak sedikit. Pada tahun 2007, pemkot menggelontorkan Rp 19,5 miliar. Sedangkan pada tahun 2009 sebesar Rp 4,3 miliar. Sehingga, total anggaran yang telah tersedot untuk waduk yang jebol pada tahun 2008 lalu itu mencapai Rp 23,8 miliar. (dan/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 11:02

Sebulan 1.000 Pengunjung, Bekantan Jadi Daya Tarik

BALIKPAPAN-Masyarakat tidak hanya memenuhi area wisata pantai saja untuk menghabiskan…

Senin, 15 Juli 2019 11:01

Daftar Tunggu PDAM Capai 2.000 Sambungan

BALIKPAPAN-Ancaman krisis air masih membayangi Kota Balikpapan. Musim kemarau menimbulkan…

Senin, 15 Juli 2019 10:59

Orangtua Diminta Mengantar Anaknya

BALIKPAPAN-Hari ini (15/7) merupakan hari pertama masuk sekolah pasca libur…

Sabtu, 13 Juli 2019 11:02

Pemkot Tak Mampu Revitalisasi Dua Pasar Tradisional

BALIKPAPAN-Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Budiono kembali menyoroti kondisi beberapa…

Sabtu, 13 Juli 2019 11:00

Pesanan Makanan, Ojol Tak Boleh Gunakan Plastik

BALIKPAPAN-Penerapan larangan penggunaan kantong plastik di Kota Balikpapan rupanya belum…

Sabtu, 13 Juli 2019 10:53

DP3 Ragukan Kesehatan Hewan Kurban

BALIKPAPAN-Jelang Iduladha yang jatuh pada 11 Agustus nanti, sejumlah pedagang…

Jumat, 12 Juli 2019 10:43

Jelang Akhir Jabatan, Wali Kota Dihadapkan Dua PR

BALIKPAPAN-Masa jabatan Wali Kota Rizal Effendi dan Wakil Wali Kota…

Jumat, 12 Juli 2019 10:38

Retribusi Parkir Tepi Jalan Tidak Maksimal

BALIKPAPAN-Pendapatan daerah dari retribusi parkir tepi jalan yang dikelola Dinas…

Jumat, 12 Juli 2019 10:36

Bekraf Ajak Pelaku Usaha Urus HKI

BALIKPAPAN-Tingkat pendaftaran hak atas kekayaan intelektual (HKI) oleh pelaku usaha…

Kamis, 11 Juli 2019 10:52

Penanggulangan Banjir Kota Minyak, Pemprov Alokasikan Rp 20 Miliar

SAMARINDA-Pemerintah Provinsi Kaltim cukup serius dalam menangani banjir di sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*