MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 20 Juni 2019 11:09
Demi Kakek-Nenek yang Lumpuh, Putuskan Berhenti Bekerja

Merawat Kesetiaan di Tengah Keterbatasan (Bagian 1)

ANAK BERBAKTI: Hermansya foto bersama sang nenek yang lumpuh di rumahnya, Jalan Handil Tarun RT 23, Teritip, Balikpapan Timur.

PROKAL.CO, Hermansya Ernan, warga Jalan Handil Tarun RT 23, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur  rela berhenti dari pekerjaannya. Itu dilakukannya demi merawat sang kakek, Muhran (93) dan nenek, Asmi (89). Kedua lansia itu lumpuh.

SYAMSIR AWAL /BALIKPAPAN POS

 

KAKEK dan nenek Hermansya Ernan hanya bisa terbaring di atas kasur tipis. Keduanya mengalami kelumpuhan. Sang kakek lumpuh selama enam tahun, sedangkan neneknya sekira setahun lalu.

Setiap hari sang cucu, Ernan -begitu Hermansya Ernan kerap disapa-setia menjaga keduanya. Tak hanya menjaga, Ernan juga berbagi tugas dengan sang ibu, Nursumah dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ibu nanggung kebutuhan pokok (makan, Red), saya yang lainnya,” kata Ernan saat ditemui beberapa hari lalu.

Pemuda lajang ini lahir di Balikpapan 31 tahun lalu, tepatnya 13 November 1987. Dia merupakan tamatan Madrasah Aliyah Al-Banjari, Martapura, Kalimantan Selatan tahun 2006.

“Setelah lulus, saya tidak melanjutkan. Saya tahfiz dan belajar ilmu tasawuf,” terangnya.

Hal itu terus digelutinya. Hingga pada tahun 2007, dirinya memutuskan kembali ke kota kelahirannya. Ernan ingin mengadu nasib, merasakan kerasnya dunia kerja. Tak butuh waktu lama, dia pun mendapat pekerjaan. Dari sales produk peralatan dapur, kemudian bekerja di galangan kapal Samarinda, hingga akhirnya menjadi guru honorer.

Akhirnya, Ernan diterima menjadi guru honorer pada tahun 2008. Berkat keahliannya di bidang kesenian, dia pun ditunjuk menjadi guru seni budaya dan kerajinan (SBK). Dia memulai profesi barunya di salah satu madrasah ibtidaiyah di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

 “Gaji saya saat itu, hanya Rp 120 ribu per bulan,” terangnya.

Setelah 1,5 bertahan dengan gaji yang jauh dari kata mencukupi, Ernan memutuskan berhenti. Dia kemudian pindah ke salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Balikpapan Selatan. Gaji yang didapat lumayan, mengingat dia hanya mengajar sekali dalam sepekan.

Rupanya, selain mengajar, Ernan memiliki pekerjaan sampingan. Dia dan band-nya mengisi live music di salah satu pub di wilayah Balikpapan Kota. Sistemnya kontrak, selama setahun. Gaji yang didapat setiap bulan lebih dari cukup, Rp 2,1 juta.

“Namun tidak mendapat restu dari kakek. Tahu sendiri ‘kan bagaimana image kerja di tempat seperti itu,” ujarnya.

Setelah masa kontrak berakhir, dia pun memutuskan berhenti. Dia sangat paham seberapa besar godaan bekerja di sana. Sekuat apa pun, sang kakek tetap khawatir dia akan goyah. Ernan tak ingin menjadi cucu yang pembangkang. Apalagi begitu banyak pengorbanan yang telah diberikan kakek dan neneknya. Karena merekalah yang merawat Ernan sejak umur tujuh bulan. Sejak sang ayah dipanggil Sang Maha Kuasa.

 

Dia masih memiliki sumber pendapatan. Dia tetap mengajar. Bahkan, dia mendapat tawaran dari seorang teman yang juga guru untuk mengajar di sekolahnya. Jadwal mengajar semakin bertambah. Tak jarang, dalam sehari harus mengajar di tiga sekolah sekaligus.

“Bagi saya, sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat,” katanya.

Namun, malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih. Mendekati akhir tahun 2018, tiba-tiba sang nenek terjatuh saat hendak ke dapur. Asmi –sang nenek– saat itu hendak menaruh piringnya. Akibat jatuh itu, kakinya tidak bisa diluruskan. Urat nadi tangannya pun hampir putus, sehingga tangannya sulit digerakkan.

Sebulan kemudian, Ernan memutuskan untuk berhenti bekerja, karena sang nenek tidak ada yang merawat. Dia mengaku tidak menyesali keputusannya. Tidak masalah menjadi pengangguran. Dia pasrahkan semua kepada Sang Pencipta. Menurutnya, rezeki itu datang tanpa diduga.

“Setelah berhenti. Saya berbagi tugas merawat kakek dan nenek. Pagi sampai sore saya yang rawat, sisanya dijaga ibu,” katanya.

Sang ibu, Nursumah bekerja dari pagi hingga siang hari. Di salah satu pabrik yang mengekspor udang di Kelurahan Manggar. Saat inilah, Ernan yang bertugas merawat nenek dan kakeknya. Sembari menjaga, dia mencoba mengasah keahliannya di bidang seni. Membuat origami tiga dimensi. Percobaan satu, dua, tiga kali kurang memuaskan. Dia tak putus asa. Dia terus mencoba hingga akhirnya berhasil membuat origami tiga dimensi berukuran kecil.

Dia pun mencoba peruntungan. Menjual buah karyanya via online. Pelanggannya mayoritas lokal atau Samarinda. Namun hasilnya lumayan. Sebulan dia dapat mengantongi sedikitnya Rp 1 juta. Bahkan pernah mencapai Rp 2,5 juta jika banyak pesanan. Kerajinannya itu dijual dengan harga bervariasi, tergantung ukuran. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 800 ribu.

“Ukuran paling kecil Rp 50 ribu, sedang Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu, paling besar harganya Rp 800 ribu,” pungkasnya.

Buah Karya Dibawa Lari Caleg

Membuka usaha memang tidaklah mudah. Perjalanannya tak akan selalu mulus. Begitupun Ernan. Usaha yang digelutinya juga menghadapi sejumlah kendala. Tak hanya modal yang terbatas, hasil karyanya pun dibawa tanpa ada hasil di tangan.

Hal ini berawal saat pagelaran pesta demokrasi beberapa bulan lalu. Para calon legislatif (caleg) berupaya mencari suara. Janji-janji manis digaungkan untuk menarik simpati rakyat. Hal itulah yang dialami Ernan. Dirinya yang berupaya memenuhi kebutuhan keluarganya, ditipu salah seorang caleg. Origami tiga dimensinya dibawa tanpa kabar.

“Saat itu ada caleg nawarkan dengan dalih memberikan bantuan modal dana untuk usaha kerajinan saya dan membantu memasarkannya. Namun dengan catatan menunjukkan origami tiga dimensi saya yang berbentuk burung enggang. Kerajinan saya dibawa, katanya mau dibalikin,” tutur Ernan.

Ernan yang termakan dengan omongan caleg, akhirnya mengiyakan. Padahal, origami tiga dimensi burung enggang yang dibuatnya merupakan pesanan salah seorang pelanggannya, dan berharga Rp 700 ribu.

Namun, kerajinannya itu tak ada kabar hingga kini. Ernan pun terpaksa membuat ulang. Satu burung enggang butuh waktu sepekan untuk membuatnya, harus dikerjakannya dalam semalam saja.

“Akhirnya sakit, karena istirahatnya hanya lima menit saja,” katanya.

Selain waktu dan tenaga, dia juga rugi materi. Bagaimana tidak, membuat origami membutuhkan modal yang lumayan. Satu lembar karton alaska harganya mencapai Rp 2.500. Sedangkan sanding sealer sebagai pelapis agar kertas karton terlihat mengilat, harganya Rp 70 ribu untuk ukuran seperti kaleng cat 5 kg.

“Saat itu saya rugi, karena telah hilang origami tiga dimensi burung enggang yang berharga Rp 700 ribu. Belum lagi membeli bahan-bahannya untuk membuat ulang,” keluhnya.

Sementara ini, Ernan memutuskan vakum membuat kerajinan itu. Dia tak memiliki modal lagi. Di rumahnya hanya tampak beberapa origami tiga dimensi berukuran sedang. Buah karya itu diletakkan di atas meja tamu.

Untuk membantu biaya perawatan sang kakek dan nenek yang harus melakukan terapi pijat setiap minggu, dia kini bekerja serabutan. Menjaga gedung sarang burung walet dengan bayaran rata-rata Rp 20 ribu pada malam hari, kadang membersihkan musala. Meski jauh dari kata cukup, dia akan terus berupaya yang terbaik untuk kesembuhan kakek dan neneknya. (*/bersambung)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 11:02

Uang Rp 800 Juta Melayang

BALIKPAPAN-Seorang wanita, Ita Dahliana (35) terpaksa mendekam di sel tahanan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:00

Dituntut 18 Tahun Penjara, Wawan Ajukan Pembelaan

BALIKPAPAN-Pasca dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 18 tahun penjara terkait…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:59

Terdakwa Kepiting Ekspor Protes

BALIKPAPAN-Kasus dugaan pengiriman kepiting ekspor ke Singapura dengan terdakwa Rudy…

Jumat, 19 Juli 2019 10:31

KARMAAA..!! Curi Mobil di Km 4, Terlibat Laka di Km 35

BALIKPAPAN-Suasana Pasar Buton Km 4, Balikpapan Utara, pada Rabu (17/7)…

Jumat, 19 Juli 2019 10:30

Si Jago Merah Mengamuk di RT 22 Sepinggan

BALIKPAPAN-Warga yang bermukim di kawasan Jalan Sumber Sari RT 22,…

Jumat, 19 Juli 2019 10:29

Maling Sapu Jagat, Bobol Rumah Orang Sekaligus Jadi Maling Motor

BALIKPAPAN-Dari hasil pengembangan kasus tersangka Alexander Rahman Perdana alias Alex (28) yang…

Kamis, 18 Juli 2019 11:40

Dua Oknum Wartawan Ditangkap

BALIKPAPAN-Jajaran Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim terus…

Kamis, 18 Juli 2019 11:37

Pembobol Arizona Terekam CCTV

BALIKPAPAN-Pembobol brankas di rumah makan Arizona Fried Chicken di simpang…

Kamis, 18 Juli 2019 11:35

Polisi Panggil Saksi Ahli

BALIKPAPAN-Proses hukum kasus bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang diungkap…

Kamis, 18 Juli 2019 11:34

Usulan Diterima, Warga Binaan Dilatih Memasak

BALIKPAPAN-Siapa saja berhak menyalurkan minat dan bakat kreativitas, meskipun berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*