MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Kamis, 20 Juni 2019 12:06
Makanan Pendamping Asi Sesuai Panduan WHO
WUJUDKAN GENERASI EMAS: Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) di aula Sakura RSKD Balikpapan yang digelar DKK Kota Balikpapan bekerja sama dengan RSKD Balikpapan dan Perinasia untuk mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh normal dan cerdas.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan bekerja sama dengan RSKD Balikpapan dan dan Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia), sangat penting karena menjadi pondasi dalam upaya mewujudkan generasi emas yakni generasi yang tumbuh sehat dan cerdas. Pelatihan yang digelar di aula Sakura RSKD Balikpapan belum lama ini, dokter spasialis gizi RSKD, dr Marten Ayuningtyas SpGk memaparkan secara jelas dasar pemberian asi, Makanan Pendamping Asi (PMA), tata cara pemberian makan kepada bayi hingga mengulus makanan-makanan yang dibutuhkan bayi.

Dalam paparan yang disampaikan dr Marten, Makanan Pendamping Asi (PMA) sesuai dengan panduan World Healthy Organitation (WHO), organisasi sayap PBB. Adapun materi pelatihan pemberian makan pendamping asi (PMA) diantaranya;

Panduan Makanan Pendamping Asi (PMA) sehat menurut WHO

  1. Menurut panduan WHO/Unicef, bayi usia 6 bulan harus segera diberi makan secara bertahap yang memenuhi kebutuhan gizinya, terutama energi, zat besi dan vitamin A.
  2. Kebutuhan ini dipenuhi dengan pemberian makanan yg mengandung gizi seimbang sehingga bayi mulai usia 6 bulan sudah harus diberi nasi/karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, buah dan sayur dengan tekstur lumat dan porsi bertahap

Gizi seimbang

  1. Makanan yg beranekaragam
  2. Dengan jenis yang lengkap dan jumlah yang cukup
  3. Pada waktu yang tepat

Waktu dan frekuensi yang tepat

  • Dimulai pada usia 6 bulan
  • Sesuai tahapan usia
  • 3 kali makan utama dalam sehari
  • 2 kali makan selingan dalam sehari

Makanan yang beranekaragam

  • Tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi lengkap (kecuali ASI)
  • Nilai gizi bahan makanan akan saling melengkapi
  • Zat gizi makanan lengkap meliputi: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air

Jumlah makanan yang lengkap

  • Makanan pokok (nasi, umbi, tepung-tepungan, mie, dst)
  • Lauk hewani (ikan, daging, ayam, telur, seafood, dst)
  • Lauk nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan, dst)
  • Sayur (brokoli,wortel, bayam, buncis, dst)
  • Buah (alpukat, pisang, pepaya, melon, apel, jeruk, dst)
  • Air (untuk anak minimal 6x sehari/1 liter)
  • Lemak secukupnya

Masalah gizi di Indonesia

  • Kurang Energi (kurus)
  • Kurang Protein (pendek)
  • Kurang Vitamin A
  • Kurang Zat Besi (Anemia)
  • Kurang Yodium
  • Gizi lebih (obesitas)

Protein

1. Untuk memenuhi kebutuhan:

  • Pertumbuhan dan maturasi jaringan,yang dapat diukur dengan: pertambahan Berat Badan, dan pertambahan kandungan protein jaringan
  • Mempertahankan fungsi jaringan

2. Kebutuhan protein rata-rata: 3g/kg BB perhari

3. Usia bayi: 60-75% protein untuk pertumbuhan

4. Usia 1 tahun: hanya 15% protein untuk pertumbuhan.

Zat Besi

Cadangan zat besi pada tubuh bayi secara berangsur akan habis pada 6 bulan, sehingga bayi harus segera mulai makan yang mengandung zat besi. Jenis zat besi yg berasal dari bahan makanan hewani lebih mudah diserap dibandingkan yang berasal dari nabati. Berikan makanan dari hewani setiap hari, mengandung zat besi juga protein dan zinc.

Zat besi sangat dibutuhkan untuk:

  • Pembentukan sel darah

Kebutuhan air

  • Membantu proses pertumbuhan
  • Perkembangan kecerdasan dan mental
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Untuk memenuhi kebutuhan untuk menggantikan:
  • Kebutuhan cairan 100 ml/kgBB (10 kg pertama), 50 ml/kgBB (10 kg II) dan 20 ml/kgBB (kg berikutnya)
  • Bayi prematur membutuhkan cairan lebih banyak (150-200ml/kgBB/hari)
  • Dapat dipenuhi dengan ASI on-demand (0-6 bulan)
  • Kehilangan cairan akibat penguapan dari kulit dan paru-paru (evaporasi)
  • Cairan yang keluar bersama feses
  • Cairan yg digunakan untuk pertumbuhan jaringan

Vitamin A

Vitamin A berperan dalam:

  • Kesehatan mata
  • Sistem imunitas
  • Antioksidan

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam MPA

  1. Madu merupakan sumber spora C. Botulinum, yang dapat menyebabkan BOTULISM à tidak boleh  kepada bayi kurang dari 1 tahun.
  2. Telur dan ayam harus dimasak sampai matang untuk mencegah SALMONELOSIS
  3. Makanan berukuran kecil, keras dan bulat   serta lengket dapat menyebabkan tersedak / aspirasi
  4. Makanan kalengan
  5. Kadar garam tinggi - tidak cocok untuk bayi
  6. MP ASI diberikan dengan cara yang benar memperhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang seorang anak (responsive feeding).

Untuk diketahui, pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) untuk membekali para kader posyandu seluruh kelurahan di Kota Balikpapan yang nantinya diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat, khususnya orangtua yang sedang merawat bayi dan anak-anaknya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DKK dr Sri Juliarti didampingi Kepala Seksi Gizi Rinda Setyawati mengatakan, pelaksanaan pelatihan PMBA untuk para kader posyandu merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan DKK satu kali dalam satu bulan. Ditargetkan pelaksanaan pelatihan PMBA selama 10 kali bagi kader Posyandu seluruh kelurahan atau 34 kelurahan. “Setiap kali pelaksanaan pelatihan PMBA diikuti 45 kader. Target pelaksanaan kegiatan selama 10 kali. Kali ini merupakan kegiatan kelima yang diikuti kader Posyandu dari Sepinggan Baru, Damai Bahagia, Kariangau, Karang Jati dan Graha Indah,” ujar dr Sri Juliarti didampingi Kasi Gizi Rinda Setyawati di sela acara.

Dia menyebutkan, terselenggaranya pelaksanaan pelatihan PMBA berkat sinergi DKK, RSKD). Pelatihan menghadirkan para nara sumber yang dikordinir oleh dokter spasialis gizi RSKD, dr Marten Ayuningtyas SpGk. Para peserta pelatihan mendapatkan pemaparan tentang asi, makanan pendampingi asi, gizi, cara memberi makan kepada bayi dan anak, dilanjutkan praktik membuat makanan pendampingi asi dari bahan sehat seperti sayuran dan buah.

Adapun materi pelatihan PMBA meliputi dasar-dasar pentingnya PMBA yang disampaikan dr Rumiris SpA, kecukupan gizi makanan pendamping asi disampaikan oleh Andi Fatmasari SKM, tahapan-tahapan pemberian makan dibawakan oleh Dinar Pradipta Amd Kep, penyiapan makanan pendamping asi oleh Khusnul Khotimah Amd Kep, teknik dan strategi pemberian PMBA disampaikan oleh dr Marten Ayuningtias SpGk dan praktik penyiapan PMBA dipandu oleh Nr Kasih S Kep.

Kasi Gizi Rinda Satyawati menegaskan,pelatihan PMBA bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu kemudian menerapkan dan menjelaskan di Posyandu sehingga masyarakat bisa melakukan demi menjaga kesehatan dan perkembangan bayi dan anak-anaknya. (**/ono)

 

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*