MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 21 Oktober 2015 10:14
Warga Palangkaraya: Kami Tinggal Menunggu Mati!!

* Palangka Raya Tak Layak Dihuni Manusia * DAD Kalteng Gugat Presiden RI

PROKAL.CO, v>

PALANGKA RAYA – Semakin memburuknya kualitas udara di Kota Palangka Raya membuat warga setempat pasrah. Warga ramai-ramai mempertanyakan keseriusan pemerintah terhadap penanganan bencana asap yang kian parah. Palangka Raya saat ini dinilai sudah tak layak lagi dihuni manusia.
 
”Kami di sini tinggal menunggu mati. Kabutnya semakin parah dan tak ada tanda-tanda berakhir. Pemerintah pusat seolah tak perduli dengan nasib warga di Palangka Raya,” kata Fernandes, salah seorang warga Palangka Raya, Selasa (20/10).
 
Menurutnya, Palangka Raya saat ini sudah tak layak lagi dihuni manusia karena tingginya tingkat pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, dua hari berturut-turut kota menguning karena pekatnya kabut asap. Hampir tak ada tempat yang tak terpapar asap di Palangka Raya.
 
”Bahkan dalam rumah pun harus menggunakan masker karena asapnya sangat menyengat. Tak ada lagi udara bersih di Palangka Raya,” tutur lulusan S2 Universitas Palangka Raya ini.
 
Keluhan warga di linimasa juga nyaris sama. Sebagian besar dari mereka menulis ”tinggal menunggu mati”, karena saking pekatnya kabut asap. Pemerintah diharapkan mengerahkan semua sumber daya untuk mengakhiri bencana berkepanjangan tersebut sebelum korban berjatuhan.
 
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, tingkat pencemaran udara mencapai 3.400 U gram/m3. Angka tersebut merupakan tertinggi selama kabut asap menyelimuti Ibu Kota Kalteng itu atau 22 kali lipat di ambang batas NAB PM10 = 150 ugram/m3.
 
BMKG juga mencatat 910 titik hotspot yang terdeteksi satelit NOAA. Jarak pandang di seluruh kota hanya sekitar 10 meter. Partikulat (PM10) atau partikel udara sudah di ambang mematikan untuk dihirup secara berkepanjangan. Sejumlah warga mengaku pusing dan mual karena menghirup asap.
 
”Nilai ambang batas (NAB) konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien, yaitu  NAB PM10 = 150 ugram/m3. Ini sudah mencapai konsentrasi 3.400  U gram/m3,” kata prakirawan BMKG Bayu Umbara.
 
Sementara itu, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng berencana melakukan gugatan kepada Presiden RI. Lembaga adat itu juga akan menggalang dana di Bundaran Besar sebagai bentuk protes pada pihak terkait.
 
”Masyarakat Kalteng dan DAD langsung mengirimkan gugatan kepada Presiden RI. Bunyinya segera kirimkan bantuan secara maksimal ke Kalteng, karena sampai saat ini belum ada satu pun bantuan dari luar negeri yang diarahkan ke Kalteng. Sepenuhnya ke Sumatera,’’ kata Sekretaris DAD Kalteng Yuliandra Dedi.
 
Dedi menegaskan, hal tersebut merupakan gerakan spontanaitas. Berapa pun dana yang berhasil dikumpulkan, akan diserahkan ke Presiden RI. ”Kenapa perhatian tehadap Kalteng sangat minim sekali. Intinya, kami akan mengumpulkan koin.Kalau bukan kita, siapa lagi? Ini terpaksa dilakukan,” pungkasnya.
 
Kepala Sekolah MAN Model Susilawaty mengatakan, berdasarkan perintah Kementerian Agama, seluruh diminta meliburkan kegiatan sekolah selam dua hari, namun tetap memberikan tugas bagi siswa-siswi. ”Kemarin (Senin, Red) memang belum libur, tetapi ini dua hari libur,” katanya. (daq/ign/KPNN)
 
loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Penyebab Rumah Polisi Terbakar, Menunggu Hasil Labfor

BALIKPAPAN– Kebakaran yang terjadi di rumah kontrakan milik salah satu…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:40

25 Warga Binaan Rutan Ikut Pecahkan Rekor Muri

BALIKPAPAN - Seluruh Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:38

Tim Labfor Bakal ke Balikpapan

BALIKPAPAN–Kebakaran yang terjadi di Jalan Indrakila, Gang Taufik RT 28…

Selasa, 13 Agustus 2019 09:56

Psssss…Bantu Langsung Digembosi

BALIKPAPAN – Ini peringatan bagi pengguna kendaraan bermotor untuk tidak…

Selasa, 13 Agustus 2019 09:55

Muncikari Dituntut Satu Tahun Penjara

BALIKPAPAN-Terdakwa Adi Setianto (22) warga Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, yang…

Jumat, 09 Agustus 2019 11:15

Wawan Divonis 15 Tahun Penjara

BALIKPAPAN-Terdakwa Jauri Herwanto alias Wawan (34) warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan…

Jumat, 09 Agustus 2019 11:14

Esepsi Kakek-Nenek Ditolak Hakim

BALIKPAPAN-Diduga melakukan pemalusan surat segel tanah, sepasang kakek-nenek bernama Lina…

Jumat, 09 Agustus 2019 11:13

Berkelahi, Warga Kapar Tewas

BARABAI - Sedang asyik menonton televisi di rumah, Udin (46),…

Jumat, 09 Agustus 2019 11:11

Mati Mesin, Feri Senggol Tongkang

BALIKPAPAN - Kepanikan sempat terjadi di atas kapal feri KMP…

Rabu, 07 Agustus 2019 11:10

Turunan Maut, Dua Orang Tewas

TENGGARONG-Naas menimpa Laba (40), warga Jalan Pangeran Bendahara, Samarinda Seberang,…

Pacu Keselamatan Berlayar

Hari Ini, Seminar dan Expo Apitu Berbagi IX

Edukasi SMAN 1 Tanpa Narkoba

Salut Layanan Servis Astra Daihatsu Klandasan

Harga Telur Ayam Masih Stabil

Lihat Rombong Nganggur, Wawan Langsung Beraksi

Bukit Cinta Membara

Gara-gara Ini, Perumahan Kartini Residence Terancam Disegel

Penyebab Rumah Polisi Terbakar, Menunggu Hasil Labfor

Jalin Interaksi dengan Konsumen
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*