MANAGED BY:
JUMAT
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Minggu, 26 Juni 2016 11:43
Ini Dampak Perceraian Ortu Terhadap Kualitas Hidup Anak

PROKAL.CO,

JIKA dinilai menggunakan skor, anak dari keluarga bercerai cenderung memiliki skor yang lebih rendah dalam beberapa aspek. Berikut kami uraikan satu persatu, kenapa anak dari keluarga bercerai memiliki skor yang lebih rendah dalam hal:

1.    Kesehatan Fisik

Anak dari keluarga bercerai memiliki fungsi fisik yang lebih lemah, hal ini dapat disebabkan oleh sumber keuangan yang diterima anak menjadi lebih sedikit, sehingga dapat berpengaruh terhadap ketersediaan dana kesehatan untuk anak. Selain itu, hasil riset lain menunjukkan bahwa setelah 10 tahun memantau kehidupan anak dari keluarga bercerai, mereka memiliki kesehatan fisik yang lebih buruk daripada anak dari keluarga utuh. Sehingga anak dari keluarga bercerai memiliki risiko yang lebih tinggi mendapatkan perawatan medis atau pengobatan.

2.    Kesejahteraan Psikologis/ mental

Khususnya para remaja yang mengalami perceraian orang tua, mereka akan memiliki kesejahteraan psikologis dan penerimaan sosial yang lebih rendah daripada anak dari keluarga utuh. Hal ini dapat terjadi karena mereka tidak mendapatkan kasih sayang utuh dari kedua orang tua sehingga merasa kesejahteraan psikologisnya tidak terpenuhi. Pada akhirnya mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan kondisi psikologisnya.

3.    Kebebasan diri

Anak dari keluarga bercerai memiliki kebebasan yang lebih sedikit untuk mengatur dirinya. Hal ini dikarenakan anak dari keluarga bercerai memiliki permasalahan yang lebih kompleks daripada anak dari keluarga utuh. Adanya permasalahan yang dihadapi oleh anak dapat berpengaruh terhadap aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan.

4.    Suasana hati (mood) dan emosi

Ketidakstabilan suasana hati dan emosi merupakan salah satu dampak jangka pendek yang ditimbulkan akibat dari perceraian orang tua. Anak akan merasakan berbagai macam emosi sebelum proses perceraian, selama proses perceraian dan setelah proses perceraian berakhir. Kondisi ini akan terus berlanjut dirasakan oleh anak dalam jangka waktu yang panjang setelah terjadinya perceraian orang tua.

5.    Hubungan dengan orang tua dan kehidupan di rumah

Efek dasar dari perceraian (dan permasalahan orang tua yang menyebabkan perceraian) adalah melemahnya hubungan antara orang tua dan anak. Setelah terjadinya perceraian, orang tua memiliki dua kelompok masalah besar yaitu penyesuaian dengan konflik mereka sendiri dan peran mereka sebagai orang tua yang bercerai. Stres akibat dari perceraian dapat merusak hubungan antara orang tua dan anak. Selain itu, kesehatan mental ibu dan faktor sosial ekonomi dapat mengganggu hubungan antara orang tua dengan anak.

6.    Lingkungan sekolah dan pembelajaran

Akibat perceraian orang tua memiliki hubungan yang positif dengan menurunnya prestasi akademik di sekolah. Anak memiliki cita-cita yang rendah dan hasil ujian yang rendah selama proses perceraian orang tua mereka berlangsung. Dalam riset lain menunjukkan bahwa anak dari keluarga bercerai memiliki kebiasaan membaca, mengeja dan menghitung yang lebih buruk. Selain itu, anak dari keluarga bercerai juga memiliki kebiasaan absen di kelas 60% lebih banyak daripada anak dari keluarga utuh. (net)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 14:17

Hotel Sepi, PHRI Minta Keringanan Pembayaran Pajak dan Retribusi

BALIKPAPAN - Coronavirus disease atau covid-19 kini kian meluas. Pandemi virus ini telah…

Sabtu, 28 Maret 2020 14:14

WADUH..!! Dua Komisioner KPU Paser Diisolasi

TANA PASER - Sebanyak dua orang komisioner KPU Paser diisolasi…

Selasa, 03 Maret 2020 17:06

Penyebab Anak Mulai Mengeluh ke Sekolah

 BALIKPAPAN - Tak bisa dipungkiri akan ada satu waktu di mana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers