MANAGED BY:
SENIN
17 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 07 Maret 2017 10:19
Parpol Panas Dingin Terseret e-KTP
-

PROKAL.CO,

JAKARTA  -  Kegaduhan politik mulai terasa menjelang sidang perdana kasus dugaan korupsi KTP elektronik (e-KTP) pada Kamis (9/3) lusa. Sejumlah partai politik (parpol) mendadak panas dingin. Itu menyusul beredarnya nama-nama politikus yang diduga terseret dalam dakwaan perkara dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai saat ini belum mengungkap siapa saja nama-nama elite politik yang masuk dalam berkas dakwaan sebanyak 24 ribu lembar itu. Komisi antirasuah tetap kukuh meminta publik menunggu sidang dakwaan untuk mengetahui tokoh besar yang terlibat, sebagaimana yang diungkapkan Ketua KPK Agus Rahardjo beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini KPK belum pernah menyebut nama siapa pun yang muncul di dakwaan,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, kemarin (6/3). KPK sebenarnya sudah mengantongi nama-nama politikus yang terlibat. Namun, komisi antirasuah enggan membeberkan hal itu. “Terkait nama-nama yang disebutkan nanti akan dibuka di proses dakwaan,” kilah Febri.

Dugaan grand korupsi proyek pengadaan e-KTP senilai Rp 6 triliun sudah dimulai sejak 2014. Namun, sampai saat ini baru dua tersangka yang ditetapkan. Yakni, mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Ditjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sugiharto.

Selama penyidikan, KPK memeriksa ratusan saksi. Antara lain, anggota Komisi II DPR periode 2009-2014. Mereka diduga turut mengorganisasi korupsi wahid tersebut. Keterlibatan anggota legislatif semakin terkuak seiring adanya aliran uang senilai Rp 250 miliar yang dikembalikan ke rekening KPK. Sebanyak Rp 30 miliar di antaranya berasal dari anggota dewan. Selebihnya dari konsorsium perusahaan.

Belum diungkapnya nama-nama politikus yang mengembalikan uang itu sempat menimbulkan pertanyaan. KPK dinilai melindungi para politikus yang jelas-jelas menikmati duit bancakan e-KTP. “Ada 14 orang yang mengembalikan uang. Mayoritas anggota DPR. Kenapa kami belum proses 14 orang tersebut, kami tunggu dulu fakta persidangan,” dalihnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 17 Mei 2021 15:31

Status RT 47 Graha Indah Turun, Kini Zona Orange

Satuan Tugas Covid-19 Kota Balikpapan menurunkan status kawasan RT 47…

Senin, 17 Mei 2021 12:25

Densus Gadungan, Berlagak Sok Jago, Memeras dan Pukuli Korban

Seorang pria berlagak sok kuasa dan sok jago. Bahkan dia…

Senin, 17 Mei 2021 10:38

Rusak Fasilitas Masjid, Pria Ini Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

AS, pelaku pengrusakan fasilitas Masjid Al Ikhwan di Balikpapan Baru…

Senin, 17 Mei 2021 10:35

HARU..!! Warga Lapas Lepas Rindu dengan Daring

Penerapan protokol kesehatan (Prokes) sebagai antisipasi terhadap penyebaran Covid-19 mendorong…

Senin, 17 Mei 2021 10:14

104 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Balikpapan Menunggak Pembayaran

Sebanyak 104.175 peserta Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan di Kota…

Sabtu, 15 Mei 2021 13:25

Lepas Lebaran, Harga Bapok Masih Tertahan

JAKARTA– Sesuai prediksi, harga sejumlah bahan pokok masih tetap tinggi…

Rabu, 12 Mei 2021 12:14

Jika 25 Kg Sabu Berhasil Diedarkan, 125 Ribu Orang Bisa Terlibat

Peredaran kasus narkotika di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terbilang masih…

Rabu, 12 Mei 2021 12:11

REKOR BARU..!! Polda Kaltim Gagalkan Peredaran 25 Kg Sabu

Peredaran kasus narkotika di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terbilang masih…

Rabu, 12 Mei 2021 12:08

Peras, Menipu dan Aniaya Warga, Polisi Gadungan Dibekuk Polisi Asli

Apa yang dilakukan seorang pria berinisial ADF benar-benar tidak patut…

Rabu, 12 Mei 2021 12:05

Ngaku Temukan Kunci di Jalan, Pria Ini Gasak Motor

 Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kota Balikpapan masih marak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers