MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Kamis, 07 Desember 2017 08:13
Poltekba Terangi Pondok Pesantren Darun Nafi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali memasang lampu penerangan tenaga surya di Pondok Pesantren Darun Nafi yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Km 34, akhir bulan November 2017. Pemasangan ini adalah bentuk tanggungjawab perguruan tinggi – Poltekba terhadap masyarakat. Hasil pemasangan tersebut merupakan lanjutan dari hasil kajian oleh dosen teknin mesin yang diimplementasikan dalam bentuk program pengabdian masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekba Wahyu Anhar, ST M.Eng mengatakan, dipilihnya pondok pesantren dalam kegiatan program pengabdian masyarakat dikarenakan kapasitas listrik di tempat tersebut belum memadai sehingga kondisi itu berpengaruh terhadap proses belajar mengajar peserta didik. Padahal di satu sisi, pondok pesantren memegang peranan penting dalam pembentukan pendidikan karakter.

“Masih terdapat area  jalan yang belum mendapatkan penerangan lampu. Sementara banyak juga kegiatan keagamaan dan sosial yang dilakukan pada malam hari. Ini kan sangat menganggu. Apalagi ini pondok pesantren yang kegiatannya sampai malam hari. Kita bantu, dan ini kali kedua. Kita ingin penerangan menggunakan tenaga surya,” ujarnya, Rabu (6/12).

Ia menyebutkan tahun 2015 dan 2016, saat pertama kali dilakukan pemasangan lampu tenaga surya telah mampu mengurangi luasan persentase area gelap. Kegiatan keagamaan mulai berkembang dan ramai diikuti oleh warga sekitar, selain itu di pondok pesantren telah memiliki kegiatan olahraga yang dilakukan pada malam hari yaitu pencak silat.

“Jadi waktu belum dipasang kondisinya memang sangat gelap. Kegiatan malam hari sangat terbatas. Setelah dipasangan kegiatan keagaman sudah mulai banyak. Harapan kami, pemasangan kedua ini dapat memberikan solusi terhadap pondok pesantren agar terus berkembang dalam memajukan dunia pendidikan yang bersifat keagamaan,” ucapnya.

Wahyu yang juga dosen teknik mesin alat berat Politeknik Negeri Balikpapan menambahkan permasalahan ayang terjadi di masyarakat dapat diatasi dengan baik dan terukur jika kolaborasi antara swasta, perguruan tinggi dan pemerintah terjalin dengan baik.

“Misalnya pemerintah memiliki data mengenai kondisi masyarakat. Swasta atau pihak industri memiliki kapital dan perguruan tinggi memiliki ilmu terapan dalam menyelesaikan itu. Harusnya (masalah) ini selesai jika ketiganya padu. Poltekba memiliki anggaran untuk pengabdian tapi kan sangat terbatas. Perlu dukungan dari teman industri. Kami siap bekerja sama dengan siapa pun. Apalagi di Poltekba tiap tahun menghasilkan kajian terapan dan ini bisa diterapkan di masyarakat,” tutupnya. (tur/san)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*