MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Sabtu, 19 Januari 2019 07:27
Pengamat: Lebih Baik Biayai Infrastruktur

Daripada Rencama Prabowo Naikkan Gaji PNS

PROKAL.CO, JAKARTA  - Wacana Calon Presiden Nomor urut 2 Prabowo Subianto untuk menaikan gaji aparatur negeri sipil (ASN) dinilai tidak perlu dilakukan. Sebab menurutnya banyak hal lebih penting yang bisa dilakukan ketika dirinya terpilih sebagai Presiden RI.

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudistira mengatakan, dari pada menaikan gaji PNS lebih baik Prabowo mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk hal-hal yang lebih produktif. Seperti mendorong anggaran belanja modal dan sosial.

Saat ini sendiri porsi belanja modal berada di angka 28,5 persen. Sedangkan belanja Konsumsi dan sosial hanya mengalami kenaikan sebesar 4,1 persen.

Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan belanja pegawai yang dialokasikan Pemerintah. Saat ini saja alokasi anggaran untuk belanja pegawai berada diangka 23,5 persen naik sekitar 56,5 persen selama lima tahun terakhir.

Jika terus dinaikan, belanja modal bisa semakin membebani APBN. Dan ini berpotensi membuat APBN tidak sehat bahkan defisit APBN bisa melebar.

"Padahal belanja modal adalah pos yang berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur. Begitu juga jika dibandingkan tren kenaikan belanja sosial hanya naik 4,1 persen di periode yang sama," ujarnya, Jumat (18/1).

Menurut Bhima, belanja modal sendiri sangat penting untuk membangun infrastruktur. Sehingga ke depannya bisa meningkatkan daya saing yang berujung pada peningkatan angka investasi.

"Seharusnya porsi belanja modal yang terus didorong kalau ingin APBN produktif dan bisa menarik investasi serta lapangan kerja," jelasnya.

Sedangkan Anggaran sosial juga sangat penting untuk mendongkrak daya beli. Jika daya beli terus meningkat, perekonomian negara juga ikut terkerek naik.

"Kalau Presiden terpilih ingin alokasikan lebih ke belanja konsumtif maka kualitas APBN akan turun, ga mampu dorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang," pungkas Bhima. (rhs/okz/rus)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:34

Sepakat Usung Kaharuddin Jadi Cabup Paser

TANA PASER– Setelah melalui komunikasi politik yang intens, akhirnya Partai…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:33

Istirahat Sejenak dari Hiruk-Pikuk Politik

PENAJAM- Masa jabatan anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) 2014-2019…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:13

PDIP Targetkan Menang Pilkada Kaltim

BALIPAPAN -PDIP menargetkan untuk memenangkan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:11

Syahrudin dan Jhon Kenedi Bersaing Rebut Posisi Ketua

PENAJAM-Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019,  Partai Demokrat di Kabupaten Penajam…

Selasa, 13 Agustus 2019 09:32

Bawaslu Programkan Pendidikan Politik

PENAJAM-Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 13 Agustus 2019 09:30

Hendra Wahyudi Kandidat Ketua DPRD Paser

TANA PASER-Teka teki siapa yang diusulkan PKB untuk mengisi kursi…

Kamis, 08 Agustus 2019 10:00

Rizal : NasDem Siap Berkoalisi

BALIKPAPAN-Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengaku tidak mengetahui istrinya Hj…

Kamis, 08 Agustus 2019 09:56

Anggota DPRD Paser Terpilih Segera Ditetapkan

TANA PASER-Sebanyak 30 Anggota DPRD Kabupaten Paser terpilih periode 2019-2024…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:29

Bawaslu Diminta Pertahankan Kinerja

BALIKPAPAN - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Fritz Edward…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:43

Golkar Masih Buka Peluang Koalisi

TANA PASER - Tahapan pemilihan bupati (Pilbup) belum dimulai Komisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*