MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Selasa, 19 Maret 2019 10:54
Pengembangan Pariwisata Terkendala Legalitas Lahan
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANA PASER – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Paser mengalami penurunan. Untuk pengembangan objek wisata alam yang potensial untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Paser masih terkendala permasalahan infrastruktur pendukung dan legalitas lahan. Itu karena kebanyakan objek wisata alam yang ada di Bumi Daya Taka masih dikuasai masyarakat dan belum dibebaskan pemkab.

“Harus diakui terjadi penurunan jumlah wisatawan pada tahun lalu (2018), hal ini diungkapkan dinas terkait dalam rapat koordinasi yang diadakan belum lama ini, setelah dievaluasi terjadinya penurunan jumlah wisatawan karena sejumlah sarana pendukung dan fasilitas baik menuju maupun yang ada di obyek wisata sudah tidak terawat dan akses jalan juga menjadi perhatian,” beber Sekdakab Paser, Katsul Wijaya.

Disebutkan Katsul, dari target PAD kabupaten Paser kurang lebih Rp 98 miliar dan hanya tercapai 89 persen, karena salah satu yang diharapkan menyumbang PAD adalah sektor Pariwisata malah merosot, karena disebabkan beberapa hal itu tadi seperti fasilitas di obyek wisata, dan akses menuju objek wisata yang masih belum sepenuhnya baik.

Ditanya minimnya anggaran yang dialokasikan di sektor pariwisata, Katsul tidak menampik kalau anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan pariwisata cukup minim, menurut Katsul, hal tersebut disebabkan selain karena keterbatasan anggaran juga dikarenakan masih belum jelasnya legalitas lahan sejumlah objek wisata.

“Untuk mengembangkan objek wisata, harus ada dulu legalitasnya. Jangan sampai nanti setelah dibangun sejumlah fasilitas penunjang pariwisata, belakangan hari muncul gugatan terhadap lahan yang menjadi obyek wisata tersebut, oleh karenanya saya minta dinas terkait menginventarisir legalitas lahan objek wisata,”ungkap Katsul.

Dikatakan Katsul, untuk pengembangan objek wisata ke depan, Pemkab akan menggandeng pemerintah desa setempat yang wilayahnya ada objek wisata, terkait pengelolaan dan perawatan fasilitas penunjang yang ada di objek wisata. (ian/rus)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 10:18

Dandim: Kuncinya Peralatan dan Tim yang Solid

TANA PASER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser…

Jumat, 20 September 2019 10:16

Warga Desa Maruat Paser Ingin Gabung ke PPU

PENAJAM - Sejumlah warga Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:28

Tingkatkan Kinerja, PPNS Paser Perlu Sekretariat

TANA PASER – Keberadaan Pengawas Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di…

Kamis, 19 September 2019 11:27

Mudahkan Pengawasan, PBJ Sekolah Gunakan Aplikasi SIPLah

PENAJAM - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam…

Selasa, 17 September 2019 11:10

SYUKURLAH..!! Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terkendali

PENAJAM- Penanganan kebakaran lahan gambut di Kelurahan Petung dan Desa…

Selasa, 17 September 2019 11:08

KPMKP Bangkitkan Semangat Literasi

TANA PASER – Forum Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Paser…

Senin, 16 September 2019 11:27

Edwin: Tangani Karhutla, Instansi Terkait Harus Solid

TANA PASER – Kabut asap yang yang diakibatkan dari kebakaran…

Minggu, 15 September 2019 10:22

Sarifudin Dikeroyok dan Ditikam, 1 Orang Pelaku DPO

TANA PASER– Warga RT 20 Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu…

Sabtu, 14 September 2019 09:16

Polisi Akui Belum Temukan Unsur Kesengajaan

PENAJAM- Polres Penajam Paser Utara (PPU) masih mendalami penyebab kebakaran…

Sabtu, 14 September 2019 09:15

ALHAMDULILLAH..!! Tahun 2020, Gaji Aparat Desa Naik

PENAJAM- Aparat desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menuntut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*