MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 19 Maret 2019 11:14
Transfer Dana Jamaah Gagal Umroh PT ATM
Bendahara Bilang Duit Jamaah Ada yang Masuk Rekening Pribadi, Ini Kata Bos ATM
PENGAKUAN SAKSI: Mantan bendahara PT ATM, Mutiah saat memberikan kesaksian pada sidang lanjutan di PN Balikpapan, kemarin (18/3). Hamzah Husein membantah keterangan saksi.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Setelah sempat ditunda selama dua pekan, sidang kasus dugaan penipuan ratusan jamaah umroh PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) yang gagal diberangkatkan, kembali digelar pada Senin (18/3) siang. Persidangan di PN Balikpapan itu menghadirkan Hamzah Husain, Direktur PT ATM selaku terdakwa. Majelis hakim terdiri atas Ketua Mustajab dan dua anggota Bambang Ternggono dan Agnes Hari Nugraheni. Usai sidang dibuka, seorang saksi Mutiah yang tidak lain mantan bendahara PT ATM yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari.

Mutiah mengaku bekerja sebagai bendahara selama dua tahun sejak 2017. Dia bersaksi, perusahaan menawarkan jasa perjalanan umroh dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 14,5 juta, Rp 15,5 juta, Rp 18 juta hingga Rp 22,5. Bahkan ada promo pemberangkatan gratis. Dalam satu bulan, dilakukan pemberangkatan jemaah umroh sebanyak empat kali. Namun entah mengapa di tahun 2018, pemberangkatan umroh tidak lagi berjalan lantaran tidak adanya biaya.

“Ketika jamaah mendaftar, uangnya masuk ke mana, mengapa dananya bisa habis, apakah saksi tidak mengetahuinya?,” cecar Mustajab.

“Uangnya masuk melalui kasir dan kemudian masuk ke bendahara. Ada juga yang ditransfer masuk ke rekening perusahaan. Tapi ada juga yang langsung masuk ke direktur (terdakwa, Red),” jawab Mutiah.

Apakah saksi selaku bendahara tidak mempertanyakan kepada atasannya atau melakukan pengecekan terhadap dana yang ada dalam rekening perusahaan? Ditanya oleh hakim, Mutiah mengaku pernah mempertanyakannya kepada terdakwa. Akan tetapi tidak ada jawaban hingga sekira 500 jamaah tidak dapat berangkat lagi lantaran tidak ada biaya. Saat persidangan, majelis hakim merasa janggal dengan perusahaan tersebut lantaran membuat harga perjalanan umroh seharga Rp 14,5 juta.

“Itu biayanya zaman dulu, kalau sekarang seperti pengakuan saksi, dana untuk perjalanan umroh minimal Rp 22,5 juta. Seperti apa itu pengelolaannya?,” kembali hakim mencecar pertanyaan.

Saat persidangan, terungkap dari sekitar 500 jamaah yang belum diberangkatkan, terdapat 13 orang yang melapor ke polisi dengan total kerugian mencapai Rp 194 juta. Tidak menutup kemungkinan, akan ada lagi pelaporan tahap kedua dari para korban. Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim pun kemudian mempertanyakan apakah terdakwa menanggapi keterangannya. Saat itu terdakwa membantah peryataan saksi yang mengatakan ada dana yang mengalir ke rekening pribadinya.

“Semua dana masuk ke rekening perusahaan. Tidak ada yang langsung masuk ke rekening pribadi saya. Saksi tidak terlalu banyak tahu soal perkara ini. Kemudian dari 500 jamaah yang belum diberangkatkan, sudah 200 jamaah yang berangkat sebelum perkara ini,” bantah Hamzah. Hakim menunda kembali persidangan untuk dilanjutkan pada Rabu (20/3). (m4/yud)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 10:46

Warga Resah, Beruang Keliaran, 1 Ekor Dilumpuhkan

PENAJAM-Warga Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:44

Ditabrak Truk Pertamina, Terseret Lima Meter

BALIKPAPAN-Peristiwa mengenaskan terjadi di depan Pelabuhan Semayang pada Senin (19/8)…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:43

Sudah Delapan Karyawan Pertamina Diperiksa

BALIKPAPAN-Empat karyawan Pertamina pada Senin (19/8) menjalani pemeriksaan oleh pihak…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:41

Polisi Segera Periksa Manajemen Hotel

BALIKPAPAN-Penyelidikan terkait pengungkapan kasus prostitusi online yang dilakukan Ditreskrimsus Polda…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:35

Jual “Ayam” via Medsos, Muncikari Diciduk

BALIKPAPAN-Dunia prostitusi online saat ini rupanya sedang “naik daun”. Dengan…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:33

Raih Sejumlah Penghargaan, Noordhianto Memohon Maaf

BALIKPAPAN-Selama kurang lebih dua tahun empat bulan menjabat sebagai Kasat…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:32

Berbekal Memo Wagub, Deadline Polres

BALIKPAPAN-Kasus bocah hilang bernama Kiki (5) di Jalan Sulawesi, RT…

Senin, 19 Agustus 2019 11:29
Kebakaran di Kilang Minyak Balikpapan

Saksi yang Diperiksa Bertambah, Pertamina: Investigasi Butuh Dua Minggu

BALIKPAPAN-Aneh, penyebab kebakaran di area kilang minyak Pertamina RU V…

Senin, 19 Agustus 2019 11:27

Perampok Sadis Tinggal Tunggu Tuntutan Jaksa

BALIKPAPAN-Pasca melakukan perampokan sadis pada Maret lalu di Jalan Agung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:26

Pemkab Siapkan Psikolog

PENAJAM-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*