MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Jumat, 22 Maret 2019 14:24
Glaukoma karena Obat-obatan yang Mengandung Steroid, Kok Bisa?
dr Albertus Ian (di bawah bimbingan dr Lilik Sujarwati SpM)

PROKAL.CO, Padahal belum tentu mata merah yang dialami ini membutuhkan steroid sebagai terapinya. Akibatnya, penggunaan steroid yang tidak tepat inilah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya glaukoma pada mata. Selain di bidang penyakit mata, steroid juga umum digunakan pada kelainan kulit. Untuk mengobati penyakit kulit yang diakibatkan peradangan atau alergi, biasanya dokter kulit akan memberikan obat salep atau krim yang mengandung steroid. Dokter kulit akan mempertimbangkan jenis, kekuatan, serta jangka waktu penggunaan steroid tersebut, sehingga aman bagi kesehatan pasien, termasuk pada tekanan bola mata.

Obat-obatan steroid juga tersedia dalam bentuk obat minum, suntikan, dan obat hirup atau inhaler. Untuk meredakan peradangan yang lebih luas, biasanya dokter dapat meresepkan obat yang mengandung steroid untuk meredakan reaksi peradangan yang terjadi. Pada penyakit-penyakit autoimun misalnya, tak jarang dokter memberikan obat-obatan yang mengandung steroid untuk dikonsumsi setiap hari. Selain itu, pada penderita asma, obat hirup yang digunakan juga dapat mengandung steroid. Hal ini tentu berisiko untuk terjadinya peningkatan tekanan dalam bola mata dan glaukoma. Untuk itu, pada pasien-pasien dengan riwayat penggunaan steroid dalam jangka waktu panjang disarankan untuk rutin juga kontrol ke dokter mata, untuk melihat tekanan dalam bola mata dan keadaan saraf mata.

Steroid sendiri memiliki khasiat dalam meredakan peradangan, sehingga dapat mengobati rasa nyeri. Tak jarang, masyarakat awam yang mengalami sakit-sakit pada persendian, pegal linu, atau nyeri kepala, mereka mengonsumsi obat-obatan yang mengandung steroid tanpa berkonsultasi dengan dokter. Yang mungkin tidak banyak orang tahu, bahwa ternyata jamu-jamuan atau obat herbal yang diklaim aman tanpa efek samping, ternyata tidak sepenuhnya murni herbal. Beberapa obat tradisional terbukti mengandung bahan kimia obat setelah dilakukan pengecekan oleh Badan POM. Ramuan untuk pegal linu adalah salah satu contoh jenis obat tradisional yang paling sering diberikan tambahan bahan kimia obat berupa steroid. Hal ini menjadi berbahaya, karena seringkali steroid ditambahkan dalam dosis yang besar, agar jamu tersebut cepat memberikan reaksi. Risiko terjadinya glaukoma pada keadaan ini sangat besar.

Untuk mencegah terjadinya glaukoma akibat pemakaian obat-obatan yang mengandung steroid, maka sangat disarankan untuk bijak dalam konsumsi obat-obatan, termasuk obat tradisional. Bila Anda memiliki keluhan, maka periksakan kepada ahlinya. Segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dan terukur. Hindari penggunaan obat yang tidak sesuai indikasi, serta cermat dalam mengonsumsi obat tradisional. Bagi Anda yang memang diharuskan untuk mengonsumsi steroid dalam jangka waktu panjang, periksakan mata Anda secara berkala untuk memantau tekanan dalam bola mata dan status glaukoma Anda. Smga bermanfaat. (*han-habis)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*