MANAGED BY:
KAMIS
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 26 Maret 2019 11:14
DBH Migas Dipangkas 50 Persen, Balikpapan Minta Pusat Adil

Rizal: Seharusnya Daerah Pengelola Dapat Porsi Besar

PROYEK MIGAS: Proyek perluasan kilang minyak Pertamina yang bakal di-groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (28/3).

BALIKPAPAN-Pemkot Balikpapan meminta kepada pemerintah pusat agar dana bagi hasil (DBH) migas diberikan secara adil. Mengingat, DBH migas untuk Kaltim jauh lebih besar dibandingkan Papua dan Aceh.

“Komposisi pembagiannya yang harus diperbaiki. ‘Kan kita ketahui bersama bahwa persentase pembagian DBH migas itu, antara Kalimantan dengan wilayah lainnya, Papua dan Aceh, berbeda,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, kemarin (25/3).

Selama ini, dia mengungkapkan, porsi DBH migas untuk Papua dan Aceh jauh lebih besar ketimbang kota/kabupaten di Kaltim. Perbedaannya bahkan hingga 50 persen. Padahal, Kaltim merupakan penghasil migas cukup besar.

“Nah, itu yang mungkin harus dipertimbangkan. Hal itulah yang akan kami sampaikan ke presiden. Seyogianya DBH migas itu dinaikkan, artinya disamaratakan. Kalau gas ‘kan di Aceh dan Papua 60 persen, kalau minyak 30 persen. Nah, selama ini Kalimantan dan Sumatera gasnya 30 persen, minyaknya 15-16 persen, harusnya disamakan,” harapnya.

Rizal mengatakan akan menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kota Balikpapan, Kamis (28/3) ini, guna melakukan groundbreaking proyek perluasan kilang minyak.

“Walaupun harga minyaknya turun, tapi kalau persentasenya dinaikkan, itu yang akan sangat membantu Kaltim. Itu yang kami minta nanti ke Presiden, formulanya diubah,” akunya.

Selain itu, pemkot juga akan menuntut persentase DBH migas sebagai daerah pengelola migas. Pasalnya, selama ini hanya daerah produksi migas yang mendapatkannya.

“Forum daerah pengelola meminta daerah-daerah pengelola yang memproduksi BBM, Balikpapan dan Dumai, agar diberi porsi DBH lebih besar. Selama ini ‘kan yang diberi hanya daerah produksi, seperti Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),” pintanya.

Bahkan, lanjutnya, Kota Balikpapan malah disamakan dengan daerah lain yang tidak mengelola migas. Padahal, selama ini distribusi kilang minyak juga ke wilayah Indonesia timur. “Tapi, Balikpapan disamaratakan dengan daerah lain yang tidak punya minyak. Harusnya ada komposisinya. Daerah pengolah minyak harusnya mendapatkan perhatian dari DBH itu, sehingga nilainya bisa naik,” bebernya.

Apalagi, DBH migas Kota Balikpapan sejak 2015 dipangkas hingga 50 persen. Dari sebelumnya Rp 1 triliun menjadi Rp 500 miliar. Hal itu yang membuat Pemkot Balikpapan selalu mengalami defisit anggaran.

“Karena Balikpapan kehilangan Rp 500 miliar. Harusnya selama ini kita dapat Rp 1 triliun, sekarang cuma Rp 500-an miliar. Tapi, kalau komposisinya diperbaiki bisa kembali ke Rp 1 triliun, bahkan bisa lebih,” pungkasnya.  (dan/vie/k1)



BACA JUGA

Selasa, 31 Agustus 2021 11:30

Longsor di Prapatan, Satu Rumah Terancam Ambruk

Hujan yang mengguyur wilayah Kota Balikpapan, 27 dan 28 Agustus…

Selasa, 27 Juli 2021 12:57

Investigasi Mengeringnya Waduk Telaga Sari, Diduga Akibat Rongga di Bawah Spillway

Hasil investigasi mengeringnya air Waduk Telagasari, yang terjadi 17 Mei…

Senin, 26 Juli 2021 12:14

2022, Pemkot Balikpapan Tetap Programkan Pemasangan PJU

Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan pemasangan kembali Penerang Jalan Umum…

Sabtu, 17 Juli 2021 10:22

Dorong Pemkot Bangun Dapur Umum Bantu Konsumsi Warga Sedang Menjalani Isolasi Mandiri

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang mengsulkan kepada Pemerintah…

Rabu, 14 Juli 2021 11:17

Sumur Tidak Ada Semburan Lumpur dan Gas

Warga di perumahan GBR 7 Sepinggan, Balikpapan Selatan kini bisa…

Sabtu, 10 Juli 2021 12:00

Operasioanl Selama PPKM Darurat Balikpapan, Tiap RT Diberi Rp 1 Juta

Pemerintah Kota Balikpapan memberikan bantuan operasional kepada pengurus RT dalam…

Sabtu, 10 Juli 2021 11:49

PPKM Darurat, MUI Balikpapan Kumpulkan Ulama

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan meminta agar pemerintah kota…

Senin, 28 Juni 2021 15:51

Truk Mundur Libas Warung Soto dan Rombong

Truk KT 8929 AS bermuatan pasir tidak kuat menanjak sehingga…

Rabu, 23 Juni 2021 10:37

PKL Pandan Sari Kembali Mengaku Tak Dilibatkan

 Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) merasa tidak dilibatkan dalam proses…

Kamis, 17 Juni 2021 23:09

Dua Jam Api Berkobar, 8 Unit Rumah Hangus

 Hampir dua jam lebih kobaran api mengamuk di RT 38…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers