MANAGED BY:
KAMIS
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Rabu, 27 Maret 2019 10:50
Komisi IV RDP Bersama Dinsos dan DP3AKB

Bahas Soal Penampungan Anak Terlantar

CARI SOLUSI:RPD Komisi IV DPRD Balikpapan bersama OPD terkait di ruang rapat gabungan komisi lantai 2, kemarin.

BALIKPAPAN-Komisi IV DPRD Balikpapan dipimpin Mieke Henny menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, di ruang rapat gabungan komisi lantai 2, Selasa (26/3). RDP kali ini membahas puluhan anak terlantar yang ditampung di Yayasan Rumah Yatim Piatu dan Duafa Jalan RE Martadinata.

"Makanya kami memutuskan datang ke lokasi supaya tidak ada kesalahpahaman. Supaya tidak ada informasi yang simpang siur. Kalau begitu kami berterima kasih ada informasi mengenai anak-anak ini, sehingga ada langkah yang bisa diambil," kata Mieke. 

Diharapkan ada bukti konkret terkait rumah penampungan tersebut. Kalau memang akan dibentuk yayasan, tentu saja surat-suratnya harus dilengkapi begitu juga visi dan misi yayasan harus jelas.

"Kalau memang untuk operasional menggunakan dana pribadi, saya kira sangat bagus  berarti masyarakat peduli," terang Mieke. 

Selaku anggota DPRD, dirinya mengapresiasi kepedulian warga maupun yayasan untuk menampung anak-anak tersebut. "Yang jelas siapapun pengelolanya harus diperhatikan aturan yang berlaku, termasuk struktur dan administrasi harus klir. Kami Komisi IV sangat mengapresiasi atas kepedulian melindungi dan merawat anak-anak, tetapi tetap harus ikuti aturan," terangnya.

Sementara itu, Rukhi Suheru, selaku pengelola Yayasan Rumah Yatim Piatu dan Duafa membenarkan adanya penampungan anak terlantar tersebut. Namun dirinya bersama para pengelola tidak berniat untuk meminta bantuan kepada pemerintah. Namun jika ada bantuan dari pemerintah, dirinya tidak melarang. 

"Ini jangan dipolitisasi, karena tidak ada niatan untuk meminta bantuan. Ini sudah berjalan tiga tahun, sebelumnya kami memang tidak berniat membuat yayasan. Kami hanya berniat membantu. kemudian akhirnya kami baru terpikir membentuk yayasan supaya lebih terkoordinasi dengan baik," kata Rukhi. 

Rukhi mengaku, jumlah anak yang tinggal di Yayasan Rumah Yatim Piatu dan Duafa tidak mencapai 35 orang.

"Bukan 35 orang, tapi 35 kasus. Semua yang kami lakukan di sini hanya kaitannya dengan kepedulian sosial saja," tandasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB, Sri Wahjuningsih mengaku, model penampungan di Yayasan Rumah Yatim Piatu dan Duafa tersebut layaknya panti asuhan. Hanya saja belum memiliki izin operasional. Tetapi sudah dijelaskan kepada pengelola mengenai perizinan yang harus dilengkapi seperti Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

"Jadi menurut data yang tertulis di papan rumah tersebut, ada sebanyak 20 anak dan 1 orang bayi. Selain itu sebenarnya tidak ada penelantaran dari pemerintah, karena ini bentuknya adalah yayasan atau panti asuhan," katanya.

Selain itu, kata Dia, bahwa panti asuhan tak lagi menjadi ranah pemerintah kota, namun kewenangan ada pada di provinsi. Begitu juga rehabilitasi penderita HIV/AIDS bukan lagi menjadi kewenangan pemerintah kota, namun kewenangan Kementerian Sosial.

"Kalau pemerintah kota fungsinya melakukan koordinasi pada pemerintah provinsi dan pusat, sesuai tupoksi masing-masing," tandasnya.

Ditempat terpisah, Ketua Pengelola Yayasan Joyoboyo Maulana menyebut anak yang ditanganinya berjumlah 20 orang. Menggunakan rumah milik Rukhi Suheru namun sifatnya sementara karena tidak ada tempat penampungan lagi.

“Kami siap mengikuti aturan yang sudah disampaikan Dinas Sosial dan Komisi IV DPRD. Kami berterima kasih. Saat ini segala perizinan sedang berproses,” aku Maulana. (cha/vie)

 



BACA JUGA

Selasa, 31 Agustus 2021 11:30

Longsor di Prapatan, Satu Rumah Terancam Ambruk

Hujan yang mengguyur wilayah Kota Balikpapan, 27 dan 28 Agustus…

Selasa, 27 Juli 2021 12:57

Investigasi Mengeringnya Waduk Telaga Sari, Diduga Akibat Rongga di Bawah Spillway

Hasil investigasi mengeringnya air Waduk Telagasari, yang terjadi 17 Mei…

Senin, 26 Juli 2021 12:14

2022, Pemkot Balikpapan Tetap Programkan Pemasangan PJU

Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan pemasangan kembali Penerang Jalan Umum…

Sabtu, 17 Juli 2021 10:22

Dorong Pemkot Bangun Dapur Umum Bantu Konsumsi Warga Sedang Menjalani Isolasi Mandiri

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang mengsulkan kepada Pemerintah…

Rabu, 14 Juli 2021 11:17

Sumur Tidak Ada Semburan Lumpur dan Gas

Warga di perumahan GBR 7 Sepinggan, Balikpapan Selatan kini bisa…

Sabtu, 10 Juli 2021 12:00

Operasioanl Selama PPKM Darurat Balikpapan, Tiap RT Diberi Rp 1 Juta

Pemerintah Kota Balikpapan memberikan bantuan operasional kepada pengurus RT dalam…

Sabtu, 10 Juli 2021 11:49

PPKM Darurat, MUI Balikpapan Kumpulkan Ulama

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan meminta agar pemerintah kota…

Senin, 28 Juni 2021 15:51

Truk Mundur Libas Warung Soto dan Rombong

Truk KT 8929 AS bermuatan pasir tidak kuat menanjak sehingga…

Rabu, 23 Juni 2021 10:37

PKL Pandan Sari Kembali Mengaku Tak Dilibatkan

 Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) merasa tidak dilibatkan dalam proses…

Kamis, 17 Juni 2021 23:09

Dua Jam Api Berkobar, 8 Unit Rumah Hangus

 Hampir dua jam lebih kobaran api mengamuk di RT 38…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers