MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 09 April 2019 11:33
Awas, Kasus DBD Meningkat, Empat Bulan, 709 Kasus Lima Meninggal
-

BALIKPAPAN–Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tahun ini, mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding 2018 lalu. Pada periode Januari-April, jumlah kasus DBD telah mencapai 709 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak lima orang. Padahal pada periode yang sama tahun lalu hanya terjadi 418 kasus dengan korban meninggal dunia satu orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Ballerina JPP, meskipun jumlah kasus DBD meningkat, tetapi statusnya belum masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) karena belum mencapai dua kali lipat dari jumlah kasus tahun sebelumnya.

"Jangan sampai terjadi KLB. Karena kematian tahun ini saja sudah lima, padahal tahun lalu  hanya 1 kematian. Kasus meninggal rata-rata terjadi pada anak berusia di bawah 7 tahun," kata Ballerina, kepada Balikpapan Pos, di Balai Kota, Senin (8/4).

Untuk kasus kematian akibat DBD berada di Kelurahan Karang Joang, Gunung Samarinda, Klandasan Ilir, Lamaru serta Muara Rapak.

"Kasus terbanyak di Kelurahan Damai yakni 300 kasus. Sebelumnya kasus terbanyak di kawasan Sepinggan, sekarang di  Damai," terang Ballerina.

Menurutnya, meningkatnya kasus DBD kemungkinan akibat perilaku hidup masyarakat yang sudah banyak berubah serta kurang memahami terkait DBD. Untuk itu, Ballerina berharap masyarakat ikut melakukan penanggulangan kasus DBD dengan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pemberian abate. 

"Kami juga berharap inovasi kelambu air tetap dilakukan masyarakat. Sementara untuk mekanisme fogging ada aturannya. Mereka baru bisa mengajukan fogging setelah terjadi lebih dari 2 kasus DBD di kawasannya," aku Ballerina.

Kasus yang di maksud bukan hanya kematian yang diakibatkan oleh DBD, namun juga seluruh kasus yang berkaitan dengan DBD.

"Jika ada yang melaporkan langsung kami cek lapangan. Untuk memastikan apakah itu kasus DBD atau bukan," katanya.

Soal fogging, DKK memastikan tidak bisa melakukan jemput bola dan harus ada laporan dalu. Pasalnya, fogging merupakan penyebaran racun yang berbahaya. Sehingga tidak bisa sembarangan disemprotkan karena harus sesuai aturan. 

"Fogging ini menggunakan racun berbahaya, jadi tentu saja tidak bisa asal kami semprotkan. Makanya, kami harapkan kader jumantik juga bergerak memberikan abate dan melihat apakah masyarakat sudah benar-benar melakukan penaburan karena dengan begitu lebih efektif," tandasnya. (cha/vie)


BACA JUGA

Selasa, 31 Agustus 2021 11:30

Longsor di Prapatan, Satu Rumah Terancam Ambruk

Hujan yang mengguyur wilayah Kota Balikpapan, 27 dan 28 Agustus…

Selasa, 27 Juli 2021 12:57

Investigasi Mengeringnya Waduk Telaga Sari, Diduga Akibat Rongga di Bawah Spillway

Hasil investigasi mengeringnya air Waduk Telagasari, yang terjadi 17 Mei…

Senin, 26 Juli 2021 12:14

2022, Pemkot Balikpapan Tetap Programkan Pemasangan PJU

Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan pemasangan kembali Penerang Jalan Umum…

Sabtu, 17 Juli 2021 10:22

Dorong Pemkot Bangun Dapur Umum Bantu Konsumsi Warga Sedang Menjalani Isolasi Mandiri

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang mengsulkan kepada Pemerintah…

Rabu, 14 Juli 2021 11:17

Sumur Tidak Ada Semburan Lumpur dan Gas

Warga di perumahan GBR 7 Sepinggan, Balikpapan Selatan kini bisa…

Sabtu, 10 Juli 2021 12:00

Operasioanl Selama PPKM Darurat Balikpapan, Tiap RT Diberi Rp 1 Juta

Pemerintah Kota Balikpapan memberikan bantuan operasional kepada pengurus RT dalam…

Sabtu, 10 Juli 2021 11:49

PPKM Darurat, MUI Balikpapan Kumpulkan Ulama

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan meminta agar pemerintah kota…

Senin, 28 Juni 2021 15:51

Truk Mundur Libas Warung Soto dan Rombong

Truk KT 8929 AS bermuatan pasir tidak kuat menanjak sehingga…

Rabu, 23 Juni 2021 10:37

PKL Pandan Sari Kembali Mengaku Tak Dilibatkan

 Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) merasa tidak dilibatkan dalam proses…

Kamis, 17 Juni 2021 23:09

Dua Jam Api Berkobar, 8 Unit Rumah Hangus

 Hampir dua jam lebih kobaran api mengamuk di RT 38…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers