MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Rabu, 10 April 2019 10:35
“Politik Uang Bisa Dicium, Sulit Dicari”

Rizal: Targetnya Masyarakat Berpendidikan Rendah

BAHAS MONEY POLITICS: Wali Kota Rizal Effendi saat membuka acara Rembuk Etam gelaran Kaltim Post di Ballroom Hotel Blue Sky, kemarin (9/4).

BALIKPAPAN-Politik uang atau money politics sepertinya tidak asing lagi di telinga masyarakat. Politik uang merupakan salah satu bentuk pelanggaran kampanye yang dilakukan simpatisan, kader, atau pengurus partai politik menjelang pemilihan umum.

Praktik ilegal yang lebih dikenal masyarakat dengan sogokan ini diberikan dalam bentuk uang, bahan pokok, maupun barang berharga lainnya. Tujuannya, menarik simpati masyarakat agar memberikan suaranya untuk partai politik maupun calon tertentu.

Politik uang inilah yang menjadi pembahasan utama dalam acara Rembuk Etam dengan tema “Bergelimang Politik Uang”. Kegiatan ini digelar Kaltim Post di Ballroom Hotel Blue Sky kemarin (9/4), pukul 09.00-13.00 Wita.

Beberapa tokoh hadir dalam kegiatan ini. Di antaranya, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, anggota DPR RI Ihwan Datu Adam, anggota DPD RI Muhammad Idris, mantan Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam, caleg DPR RI dapil Kaltim Erwin Izharuddin.

Kemudian anggota Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Adam, anggota Komisi II DPRD Kaltim  Ahmad Rosyidi, mantan Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Aziz, mantan Ketua Hipmi Kota Balikpapan  Gatot Koco, Rektor Uniba Piatur Pangaribuan, anggota Komisi III DPRD Balikpapan Andi Arief Agung.

Selanjutnya, anggota Komisi I DPRD Balikpapan Abdul Jabbar, tokoh masyarakat Achdian Noor, caleg DPRD Balikpapan Khrisna Galih Mahendra, Bawaslu Balikpapan, KPU Balikpapan, serta LSM.

“Mereka adalah tokoh yang memiliki kredibilitas dan pengalaman dalam berpolitik, serta menjadi narasumber terpercaya di bidangnya masing-masing,” kata Ketua Panitia Rembuk Etam, Romdani di sela-sela acara.

Wali Kota Rizal Effendi pun mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi, politik uang telah mengakar di masyarakat. Praktik ini bisa dicium, tapi tidak gampang dicari. Ini karena gerakannya masif dan diam-diam. Walaupun Bawaslu dan masyarakat ikut mengawasi, tapi tidak mudah untuk membuktikannya.

“Ke depan harus dibangun pendidikan politik yang lebih baik kepada masyarakat. Jika pendidikannya tinggi, tentunya bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak. Karena selama ini yang sering menjadi target politik uang, mereka yang memiliki pendidikannya rendah,” kata Rizal Effendi.

Sementara anggota DPRD Kaltim, Muhammad Adam Sinte mengaku, politik uang saat pemilu seperti hantu. Bahkan, bisa lebih hebat daripada hantu. Menjadi pembicaraan banyak orang, tapi tidak terlihat wujudnya. “Inilah yang jadi dilema. Hantu, politik ini. Sampai sekarang kita tidak pernah mendengar ada yang ditangkap,” aku Adam.

Hal senada disampaikan Rektor Uniba, Piatur Pangaribuan. Untuk mengurangi terjadinya politik uang, maka pendidikan harus diperbaiki. Hal ini mengingat target politik uang mayoritas adalah masyarakat berpendidikan rendah.

“Sistemnya harus berubah. APBD pendidikan harus ditinggikan. Pasalnya, dengan pemilih yang memiliki pendidikan yang tinggi akan objektif dalam memilih,” kata Piatur.

Apalagi, pembeli dan penerima selama ini sama-sama diuntungkan. Hal inilah yang membuat praktik kotor ini jarang muncul ke permukaan, meski dilakukan secara terang-terangan. “Sama-sama saling memanfaatkan,” akunya.

Sementara itu, mantan Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam berharap, ajang pesta demokrasi ke depannya mampu menunjukkan visi dan kualitas membangun bangsa. Terutama dalam membangun Kaltim. Praktik politik uang yang kerap mencederai ajang pesta demokrasi harus dihilangkan.

“Saya ingin masyarakat ke depannya tidak lagi menentukan pilihannya hanya karena uang Rp 100 maupun Rp 300 ribu. Tetapi melihat kualitas caleg-nya,” pinta Sofyan.

Dia juga mengungkapkan apresiasinya atas kegiatan yang menyoal praktik politik uang ini. “Ini kegiatan yang sangat positif. Paling tidak membantu Bawaslu dan KPU untuk melihat pengalaman-pengalaman caleg di lapangan yang sudah secara transparan bicara politik uang,” aku Sofyan.

Hal senada diungkapkan Ketua Bawaslu Balikpapan, Agustan. Rembuk Etam ini merupakan bentuk partisipasi media untuk menghilangkan kecurangan politik uang. Terutama pada pemilu serentak yang akan digelar Rabu, 17 April 2019. “Untuk mengawasi penyelenggaraan pemilu, tidak akan pernah maksimal jika hanya mengharapkan kerja-kerja pengawas pemilu. Partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat menjadi syarat mutlak,” tutup Agustan. (dan/vie/k1)


BACA JUGA

Selasa, 31 Agustus 2021 11:30

Longsor di Prapatan, Satu Rumah Terancam Ambruk

Hujan yang mengguyur wilayah Kota Balikpapan, 27 dan 28 Agustus…

Selasa, 27 Juli 2021 12:57

Investigasi Mengeringnya Waduk Telaga Sari, Diduga Akibat Rongga di Bawah Spillway

Hasil investigasi mengeringnya air Waduk Telagasari, yang terjadi 17 Mei…

Senin, 26 Juli 2021 12:14

2022, Pemkot Balikpapan Tetap Programkan Pemasangan PJU

Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan pemasangan kembali Penerang Jalan Umum…

Sabtu, 17 Juli 2021 10:22

Dorong Pemkot Bangun Dapur Umum Bantu Konsumsi Warga Sedang Menjalani Isolasi Mandiri

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang mengsulkan kepada Pemerintah…

Rabu, 14 Juli 2021 11:17

Sumur Tidak Ada Semburan Lumpur dan Gas

Warga di perumahan GBR 7 Sepinggan, Balikpapan Selatan kini bisa…

Sabtu, 10 Juli 2021 12:00

Operasioanl Selama PPKM Darurat Balikpapan, Tiap RT Diberi Rp 1 Juta

Pemerintah Kota Balikpapan memberikan bantuan operasional kepada pengurus RT dalam…

Sabtu, 10 Juli 2021 11:49

PPKM Darurat, MUI Balikpapan Kumpulkan Ulama

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan meminta agar pemerintah kota…

Senin, 28 Juni 2021 15:51

Truk Mundur Libas Warung Soto dan Rombong

Truk KT 8929 AS bermuatan pasir tidak kuat menanjak sehingga…

Rabu, 23 Juni 2021 10:37

PKL Pandan Sari Kembali Mengaku Tak Dilibatkan

 Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) merasa tidak dilibatkan dalam proses…

Kamis, 17 Juni 2021 23:09

Dua Jam Api Berkobar, 8 Unit Rumah Hangus

 Hampir dua jam lebih kobaran api mengamuk di RT 38…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers