MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 20 April 2019 12:00
Motor, Uang, Handphone Melayang

Ditipu Berulang Kali sama Tetangga Indekos

KABUR: Toni Tri Ambodo yang berhasil menipu Rena Sari berulang kali.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Sudah jatuh tertimpa tangga. Nasib sial bertubi-tubi itu dialami Rena Sari. Perempuan berusia 28 tahun ini kehilangan handphone (HP), uang Rp 1 juta, plus sepeda motornya. Warga yang ngekos di Jalan Bunga Rampai, Nomor 57 RT 30, Gunung Sari Ilir ini, baru saja kehilangan Honda Beat KT 6939 LQ pada 30 Maret lalu.

Kejadian bermula ketika pelaku, Toni Tri Ambodo yang juga tetangga indekos korban, menceritakan keluh kesahnya untuk membeli HP baru lantaran HP yang lama telah rusak. Kemudian, Toni meminjam HP korban untuk menghubungi kakaknya. Dia ingin meminta uang. Kakak pelaku berencana akan mengirimi uang sebesar Rp 1 juta ke rekening korban pada malam harinya.

Tak sampai malam, pelaku meminjam uang korban sebesar Rp 1 juta dengan alasan ingin secepatnya membeli HP. Awalnya Rena menolak, namun pelaku meyakinkan korban bahwa kakak korban akan mengirimkan duit penggantinya malam nanti.

“Ya, saya percaya aja karena dia bilang mau diganti. Nanti kalau ada transfer masuk dari kakaknya, ya, itu uang buat gantikan uangku. Jadinya saya kasih pinjam Rp 1 juta ke dia,” kata Rei -sapaan akrab Rena- saat dihubungi kemarin (19/4).

Setelah mendapatkan uang Rp 1 juta, pelaku meminjam motor korban dengan alasan ingin membeli HP di Klandasan. Karena korban percaya, motornya pun dipinjamkan lengkap dengan helmnya. Tanpa rasa curiga, pelaku langsung tancap gas dan pamitan kepada korban serta rekan tetangga indekos yang saat itu bersama korban.

“Dia bilang motorku nggak dipakaikah? Dia mau pinjam sebentar ke Klandasan mau beli HP. Ya, saya bilang ke dia kalau pakainya sebentar aja, ya nggak apa-apa. Eh, nggak tahunya, saya tungguin sampai jam tiga pagi nggak ada muncul,” ungkapnya.

Merasa khawatir dan curiga, Rena Sari menghubungi kakak pelaku, namun rupanya nomornya tak bisa dihubungi. Saat itu korban yakin bahwa motornya dibawa kabur. 

“Saya hubungi kakaknya juga nggak aktif. Uang yang dijanjikan Rp 1 juta mau ditransfer sampai sekarang pun nggak dikirim. Saat itu saya yakin nggak beres ini orang,” ujarnya.

Korban lantas masuk ke dalam kamar kos pelaku lantaran tidak terkunci. Di dalam kamar kos korban ditemukan buku nikah. Dia pun mendatangi istri pelaku di kawasan Gunung Guntur. Namun, saat ditemui, istrinya tidak mengetahui kabar suaminya lagi. Dia pun seolah tak peduli dan mengabaikan korban.

“Tapi, saya dikasih tahu disuruh datangi orangtuanya di Babulu Darat,” tutur Rei.

Rei lantas pergi ke Babulu Darat mendatangi kediaman orangtua pelaku. Sesampainya di sana, justru orangtua pelaku mengaku tak pernah melihat lagi anaknya. Bahkan, dirinya tak mau disebut-sebut terlibat bila anaknya tersandung masalah.

“Ibunya nggak mau tahu. Dia bilang nggak mau terlibat. Sebab, saya minta nomor kakaknya yang mau janjiin transfer uang, saya nggak dikasih. Sebab, aneh, di depan saya ibunya bisa telepon kakak pelaku, tapi kok saya yang menghubungi nggak bisa. Ibunya saya mintain nomornya nggak mau. Ya, seolah nggak mau ikut campur,” terangnya.

Rei lantas melaporkan hal ini ke kepolisian. Hanya saja polisi belum berhasil melakukan penangkapan ataupun pengungkapan. Padahal, menurut Rei, seluruh bukti sudah lengkap. “Ini sudah lengkap, bukti-bukti sudah ada dan ada saksinya. Harusnya bisa ditangkap, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan. Saya sendiri juga bingung, sudah lama banget. Takutnya berlarut-larut, ya, pelaku bisa kabur” pungkasnya. 

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hanya saja dirinya meminta pelapor meminta bersabar, karena seluruh anggota kepolisian sedang sibuk mengamankan pemilu.

“Pasti kami proses, cuma sekarang anggota semuanya pada sibuk pengamanan pemilu. Nanti usai ini kami langsung lakukan penyelidikan,” tutupnya. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Agustus 2019 11:35

Jual “Ayam” via Medsos, Muncikari Diciduk

BALIKPAPAN-Dunia prostitusi online saat ini rupanya sedang “naik daun”. Dengan…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:33

Raih Sejumlah Penghargaan, Noordhianto Memohon Maaf

BALIKPAPAN-Selama kurang lebih dua tahun empat bulan menjabat sebagai Kasat…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:32

Berbekal Memo Wagub, Deadline Polres

BALIKPAPAN-Kasus bocah hilang bernama Kiki (5) di Jalan Sulawesi, RT…

Senin, 19 Agustus 2019 11:29
Kebakaran di Kilang Minyak Balikpapan

Saksi yang Diperiksa Bertambah, Pertamina: Investigasi Butuh Dua Minggu

BALIKPAPAN-Aneh, penyebab kebakaran di area kilang minyak Pertamina RU V…

Senin, 19 Agustus 2019 11:27

Perampok Sadis Tinggal Tunggu Tuntutan Jaksa

BALIKPAPAN-Pasca melakukan perampokan sadis pada Maret lalu di Jalan Agung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:26

Pemkab Siapkan Psikolog

PENAJAM-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:48

Terkait Kebakaran di Area Kilang Minyak, Empat Orang Diperiksa Polres

BALIKPAPAN-Wali Kota Rizal Effendi meminta Pertamina segera membuat laporan resmi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:46
Suami Tega Paksa Istri Jadi Pelacur

Sudah 30 Kali Digituin, Habis Main Dibayar Rp 50 Ribu

Suami bejat di Kelurahan Jelebora, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Kamis, 15 Agustus 2019 09:33

Ditreskrimsus Ungkap Dua Kasus Tambang Ilegal

BALIKPAPAN-Jajaran Polda Kaltim bekerja ekstra keras untuk mengungkap kasus tambang…

Kamis, 15 Agustus 2019 09:31

Keluarga Korban Tidak Melapor, Kasus Dua Murid SD Tewas Bisa Dihentikan

BALIKPAPAN-Sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya, kemarin (14/8) dua unit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*